Saksi Ahli Prof Suparji Ahmad Tegaskan Video Syarifah Amelia Tak Penuhi Unsur Pasal 69 ( c ) Undang-undang Pilkada

by -
Saksi Ahli Prof Suparji Ahmad Tegaskan Video Amel Tak Penuhi Unsur Pasal 69 ( c ) Undang-undang Pilkada (2)
Prof. Dr. Suparji Ahmad

BELITUNG, JABEJABE.co – Saksi ahli pidana dari terdakwa Amel yakni Prof. Suparji Ahmad tegaskan tidak ada unsur pelanggaran pada video yang dilaporkan terkait pasal 69 (c) Undang – Undang Pilkada. Hal tersebut ditegaskannya usai menjadi saksi persidangan Amel atau Syarifah Amelia pada Jum’at (27/11/2020) dini hari.

“Berdasarkan pendapat saya, apa yang disampaikan oleh terdakwa dalam video itu tidak memenuhi unsur Pasal 69 (c) Undang – Undang Pilkada. Tidak masuk kategori menghasut, kemudian memfitnah, kemudian mengadu domba,” ungkapnya.

“Terdakwa Amel juga tidak menyebut politik tertentu, perseorangan, atau pun Kelompok masyarakat. Oleh karenanya tidak ada kalimat – kalimat dalam pernyataan pada video itu yang mengarah untuk memfitnah ataupun mengadu domba,” tambahnya.

Namun, pada kenyataannya jika perkara ini berlanjut karena mengarah kepada lembaga penyelenggara Pemilu dalam hal ini Bawaslu, maka yang harus diuji adalah Bawaslu bukan dari tiga hal pada pasal itu.

Dijelaskannya Bawaslu adalah penyelenggara pemilu yang hadir sebagai alat negara dalam konteks pengawasan pemilu, yang bukan dikategorikan sekelompok masyarakat. Karena Kelompok masyarakat itu adalah komunitas seperti kaum arisan, ormas atau pun organisasi – organisasi tertentu.

“Dengan demikian saya menyatakan apa yang disampaikan terdakwa pada video tersebut sama sekali tidak memenuhi unsur ataupun delik yang ada pada pasal 69 (c) tersebut. Jadi terdakwa tidak bisa dipersalahkan, diminta pertanggungjawaban, apalagi dihukum dengan ketentuan yang sudah ditetapkan tadi itu,” tegasnya.

Lanjutnya juga menerangkan landasan yang digunakan ialah dengan penafsiran, faktanya terdakwa bicara ‘Kalau Pilkada Beltim Bersih, yang menang’ disini tidak ada unsur yang disebutkan tadi. ” Kalaupun memang dianggap memfitnah, siapa di sini yang difitnah? Kan tidak ada sebutan yang jelas,” timpalnya.