Rombongan DPRD Pangandaran Kunjungi Usaha Madu di Beltim

by -
Rombongan DPRD Pangandaran Kunjungi Usaha Madu di Beltim (2)

MANGGAR, JABEJABE.co – Usaha budidaya madu trigona yang dikembangkan dari alam Pulau Belitong semakin menggeliat. Usaha ini menjadi perhatian banyak pihak untuk mengunjunginya. Rombongan dari DPRD Pangandaran Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke lokasi budidaya madu trigona di Manggarawan, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Rabu (26/2/2020).

“Kami lihat Belitung ini selain punya potensi wisata juga ada agrowisata lebah yang potensial. Kami banyak lebah tapi belum budidaya yang benar, makanya kami sebagai wakil rakyat ingin lihat langsung ke Beltim, jadi bukan hanya di media saja tapi di lapangannya luarbiasa,” ujar Asep Noordin selaku Ketua DPRD Pangandaran di sela-sela peninjauannya.

Ia melihat kawasan budidaya ternak madu di Beltim bisa menjadi peluang wisata untuk dikembangkan menjadi lebih menarik. Usaha yang dirintis Hendry ini sudah menghasilkan ratusan liter madu tiap bulannya.

Rombongan DPRD Pangandaran Kunjungi Usaha Madu di Beltim (1)
Salah satu Anggota DPRD Pangandaran langsung menghirup madu melalui sedotan dari sarangnya yang dinilai memiliki khasiat kesehatan, Rabu (26/2/2020). Foto: Istimewa.

“Ternyata ternak madu ini bisa berkembang menjadi destinasi wisata. Bila perlu nanti ada beberapa yang akan berlatih ke sini karena potensi pasarnya sangat bagus. Ini yang kita pikirkan agar Pangandaran bisa ada seperti ini,” ungkap Asep Noordin.

Dalam kunjungannya rombongan tidak hanya melihat dan belajar cara beternak, mereka juga tidak segan-segan langsung menghirup madu melalui sedotan dari sarangnya yang dinilai memiliki khasiat kesehatan.

“Enak, vitamin C-nya tinggi sekali dan untuk daya tahan tubuh,” kata salah satu anggota DPRD Pangandaran.

Usaha budidaya madu yang dilakukan sekitar 3 (tiga) tahun ini diungkapkan pemilik Hendry karena perawatan madu cukup mudah dan tidak bersengat dengan mengambil sumber pakan dari alam yang dihasilkan dari tanaman.

“Tanaman pakan lebah madu banyak tumbuh di alam dan ada juga yang ditanam. Salah satu pakan kesukaannya yakni nektar, sebuah cairan yang berasal dari kelopak bunga yang membuat lebah mampu menghasilkan madu,” ujar Hendry.

Hendry yang mengembangkan budidaya lebah trigona di bawah naungan usaha Billitone BEE Farm ini dilakukan bersama keluarganya. Hanya dengan memiliki ribuan boks yang tersebar di lahan seluas 8 hektar, ia bisa panen madu minimal 300 liter tiap bulannya.

Agar kelangsungan hidup madu tetap bertahan dalam memproduksi madu, selain memperhatikan pakan, mereka juga selalu mengawasi setiap titik sarang madu.

“Sebagai pertahanan koloni, boks-boks pintu kayu yang tersebar tersebut, masing-masing dipasang sekrup atau baut sebagai pertahanan utama dari predator seperti semut, burung, kecoa, cicak hingga monyet,” ungkap Hendry. (rel)

Editor: jb49