Ringannya Hukuman Distributor dan Produsen Arak, Ormas Audiensi Bupati Belitung

oleh -
Ringannya Hukuman Distributor dan Produsen Arak, Ormas Audiensi Bupati Belitung (1)

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Dalam rangka menyikapi permasalahan terkait upaya pemberantasan peredaran minuman beralkohol jenis arak di Kabupaten Belitung, beberapa Ormas melakukan audiensi dengan Bupati Belitung, Senin (4/8/2020)

Ormas yang ikut hadir pada audiensi tersebut yakni MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Belitung, DPD KNPI Kabupaten Belitung, PC SAPMA PP Kabupaten Belitung, OKP serta tokoh masyarakat lainnya.

Dalam pertemuan yang dilangsungkan di Ruang Rapat Bupati Belitung, MPC Pemuda Pancasila mengapresiasi kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengungkap keberadaan distribusi minuman beralkohol, namun dari proses penegakan hukum yang telah dilakukan, hukuman yang dijatuhkan oleh hakim terhadap terdakwa sangat disayangkan, karena dinilai terlalu ringan.

MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Belitung juga mendesak pemerintah daerah bersama dengan perangkat daerah lainnya untuk melakukan revisi peraturan daerah serta peraturan bupati yang dinilai sudah “ketinggalan” dalam menindak para pelaku distribusi minuman beralkohol.

Dari perspektif kepemudaan, DPD KNPI benar-benar mengecam oknum penjualan minuman beralkohol jenis arak, karena sudah banyak sekali kasus disebabkan arak, seperti KDRT, Laka Lantas serta keributan antar pemuda yang tentunya tidak jarang menelan korban jiwa.

“Ini jelas sangat merugikan kita semua, selain itu hampir semua peredaran arak itu ilegal di Pulau Belitung. Jadi, jika masyarakat menemukan pejualan dan pembuatan arak segera laporkan ke Satpol PP atau ke pak bupati maka langsung akan ditindak tegas,” kata Ketua DPD KNPI Kabupaten Belitung, M Hafrian Fajar.

Selain itu pihaknya menilai ada indikasi untuk tidak saling bekerjasama antara pihak kepolisian dengan Satpol PP, terbukti kasus ini tidak dikembangkan ke ranah yang lebih luas oleh pihak kepolisian dan kepolisian tidak dilibatkan sama sekali, baik dari proses penyidikan dan sebagainya.

Baca Juga:  Dua Lagi, Wiraswasta Asal Pangkallalang dan Pelajar dari Perawas Positif Covid-19

Padahal jika dilibatkan, kata Hafrian Fajar, bisa diberikan ancaman pidana yang lebih berat dengan pasal berlapis, sehingga ada efek jera dan ketakutan bagi pihak atau oknum yang masih beroperasi membuat dan menjual arak.

“Kami juga bingung, kok gak bekerjasama untuk menyelesaikan kasus sosial yang gawat darurat di masyarakat, apa mungkin karena saling krisis kepercayaan satu sama lain sehingga tidak bisa bekerjasama dalam kasus seperti ini,” tuturnya.

Senada dengan hal itu, PC SAPMA PP Kabupaten Belitung juga menyayangkan penjatuhan hukuman terhadap terdakwa yang dinilai tidak sepadan dengan barang bukti yang sangat banyak tersebut.

“Kepada Bupati Belitung beserta jajaran untuk dapat menindak dengan lebih tegas terhadap mereka-mereka yang melakukan distribusi minuman beralkohol di Kabupaten Belitung. Serta berharap agar dapat dilibatkan dalam upaya pemberantasan peredaran minuman beralkohol di Kabupaten Belitung,” harapnya.

Reporter: Faizal
Editor: sue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *