Pelaku Onar di Jangkar Asam Merupakan Residivis Penganiayaan 2016 dan Pencurian 2019

by -
Pelaku Pembuat Onar di Batu Penyu Merupakan Rasidivis Penganiayaan 2016 dan Pencurian 2019
Pelaku SA saat ini sudah diamankan di Sel Mapolsek Gantung. Foto: Ist. Humas Polsek Gantung Polres Beltim.

Pelaku merupakan Residivis, Kemarin KDRT Terhadap Istri dan Damai, Pelaku Pukul Bapak lalu Bawa Parang Ancam Tetangga

Penulis: sue3 | Editor: Subrata Kampit

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Pelaku pembuat onar di Desa Jangkar Asam yang membawa dan mengacungkan korban dengan golok (parang) merupakan residivis penganiayaan di tahun 2016 dan residivis pencurian pada tahun 2019.

Untuk diketahui, pelaku berinisial SA (29) merupakan Warga Desa Jangkar Asam, Kec. Gantung, Kab. Belitung Timur (Beltim). Sementara itu korban sekaligus pelapor merupakan seorang perempuan berinisial Ar (23) Warga Desa Batu Penyu Kecamatan Gantung, Beltim.

Kapolsek Gantung Polres Belitung Timur Iptu Wawan Suryadinata, S.I.K, menyebutkan, atas kejadian tersebut, pelapor bersama warga dan Kepala Desa Jangkar Asam kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gantung untuk dilakukan pengusutuan lebih lanjut.

“Pelaku merupakan residivis, kemudian kemarin terjadi KDRT tapi sepakat damai namun istri minta cerai. Lalu saat Pulang ke rumah bapaknya dipukul, kemudian keluar rumah bawa parang sampai ngancam tetangganya dengan gaya-gaya preman,” ujar Wawan, Selasa (1/6/2021).

Bahkan menurut informasi yang dirangkum jabejabe.co, saat dalam kondisi mabuk pelaku sering berbuat onar seperti mematikan aliran listrik rumah warga, memecahkan kaca, serta hal-hal lain yang mengganggu Kamtibmas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Diduga gara-gara risih dengan suara motor dari Bengkel, pelaku SA mendatangi Ar pada hari Minggu (30/5/2021) sekira pukul 22.48 WIB.

Sesampainya di Bengkel milik Ar yang terletak di Dusun Padang RT.01 Desa Jangkar Asam, pelaku mendatangi korban sembari membawa senjata tajam berupa parang seraya kemudian mengacungkan senjata tajam tersebut ke arah Ar dan mengancam Ar.

Akibat ulahnya, perbuatan pelaku dikenakan dua pasal. Untuk pasal 335 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman penjara 5 tahun dan Pasal 2 ayat 1 UU Drt. Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara.

Saat ini, jajaran Polsek Gantung telah mengamankan barang bukti (BB) senjata tajam berupa golok (parang) yang digunakan pelaku untuk mengancam korban.

Atas perbuatannya pelaku SA wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

Kasus tersebut kini sudah ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Gantung untuk dilakukan penyidikan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *