26 Adegan Ini Ditampilkan dalam Reka Ulang Kronologi Kasus Pembunuhan Sijuk

by -
26 Adegan Ini Ditampilkan dalam Reka Ulang Kronologi Kasus Pembunuhan Sijuk (1)
Beberapa adegan reka ulang kasus pembunuhan di Sijuk yang digelar di Halaman Mapolres, Kamis (11/2/2021). Foto: Mondox/ jabejabe.co

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Sebanyak 26 Adegan ditampilkan dalam rekonstruksi (Reka ulang) peristiwa pembunuhan yang terjadi Sabtu (30/1/2021) lalu di Jalan Penghulu Dusun Piak Aik Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk Kabupaten Belitung.

Reka ulang ini digelar di Halaman Mapolres Belitung, Kamis (11/1/2021). Tampak Tersangka Rizky Al Fadhil (18) Menggunakan baju tahanan berwarna orange.

Adapun terkait dengan kronologi kasus pembunuhan tersebut dimulai pada hari Sabtu (30/1/2021), sekira pukul 20.00 WIB. Tersangka (Adegan ke-1) sedang duduk-duduk di bagian Teras rumah Tersangka dan teringat akan perkataan seseorang yang pernah memberitahukan bahwa penyebab ayahnya meninggal ialah akibat ulah kiriman santet yang dikirimkan oleh ayah Korban.

Tersangka juga teringat bahwa Korban sering memainkan gas sepeda motor saat berpapasan dengan Tersangka di jalan raya. Dikarenakan hal tersebutlah timbul niat Tersangka untuk membunuh Ayah Korban atau Korban.

Tersangka (Adegan ke-2) kemudian mengambil sebilah parang panjang gagang merah, lalu (Adegan ke-3) mengambil motor di parkirkan dan menaruh parang di pijakan kaki dengan posisi melintang.

Tersangka kemudian (Adegan ke-4) pergi ke Warung Kopi tempat Hengkie (Saksi). Di tengah perjalanan, (Adegan ke-5) Tersangka sempat berhenti dan menaruh parang di rerumputan tepi jalan raya.

Tersangka di (Adegan ke-6) kemudian lanjut ke Warkop tempat Hengkie berada, dan (Adegan ke-7) mengajak saksi untuk menemani.

Dari Warkop, (Adegan ke-8) keduanya berboncengan ke tempat meletakkan parang dan mengambilnya (Adegan ke-9) dengan tangan kiri.

Tersangka lalu (Adegan ke-10) memberikan parang tersebut kepada saksi Hengkie dan keduanya kembali ke rumah tersangka untuk ganti baju, Sementara Hengkie menunggu di motor (Adegan ke-11).

Setelah memakai baju (Adegan ke-12), Tersangka menuju ke tempat sepeda motor diparkirkan. Hengkie lalu menyerahkan parang dan Tersangka yang kemudian (Adegan ke-13) meletakkan parang tersebut di atas jok sepeda motor.

Tersangka dan Saksi (Adegan ke-14), kemudian pergi menuju ke Rumah Korban dan turun dari motor (Adegan ke-15) sesampainya di rumah korban.

Tersangka yang membawa parang (Adegan ke-16) meninggalkan Saksi Hengkie dan berjalan menuju ke teras bagian samping Rumah Korban, sambil berteriak memanggil saksi Suryono.

Mendengar teriakan Tersangka, (Adegan ke-17) Korban dan saksi Amita kemudian menemui Tersangka di teras bagian samping rumah Korban. Posisi saksi Amita berdiri di depan pintu teras dan posisi Korban berada di depan saksi Amita.

Tersangka (Adegan ke-18) kemudian berbicara dengan korban di teras bagian samping rumah Korban. Kemudian tersangka (Adegan ke-19) mengayunkan parang tersebut ke bagian kepala Korban sebanyak satu kali.

Terkena bacokan parang tersebut, Korban (Adegan ke-20) kemudian terjatuh dengan posisi terduduk. Kemudian (Adegan ke-21) Tersangka mengayunkan parang tersebut ke bagian kepala Korban sebanyak dua kali. Melihat perbuatan Tersangka terhadap Korban, saksi kemudian meninggalkan tempat tersebut menuju ke arah jalan raya.

Tersangka kemudian kabur berlari (Adegan ke-22) meninggalkan Rumah Korban sambil membawa parang, dan tanpa mengendarai sepeda motor yang sebelumnya Tersangka bawa, menuju ke arah jalan raya.

Sekira 75 meter dari rumah Korban, Tersangka kemudian (Adegan ke-23) menghampiri saksi Sudarno di rumahnya dan bebicara dengan maksud meminjam motor (Adegan ke-24).

Sudarno kemudian (Adegan ke-25) merebut Parang tersebut dari tangan Tersangka.

Setelah parang direbut oleh saksi Sudarno, (Adegan ke-26) Tersangka kemudian berlari meninggalkan rumah saksi Sudarno menuju ke arah jalan raya.

Kapolsek Sijuk AKP M. Irsan Sihotang menyebutkan, untuk hasil rekon, semua keterangan dari penyidik dan saksi-saksi, seluruhnya sudah sesuai dengan adegan-adegan yang diperagakan.

“Tidak ada yang melenceng dari situ, karena Tersangkanya koperatip jadi seluruhnya sesuai dengan apa yang dilaksanakan atau diperbuatnya. Lagi pula, saksi yang melihatnya sesuai dengan kontruksi tersebut,” ujar Irsan, seraya berharap dalam waktu dekat ini sudah jawaban dari pihak kejaksaan untuk kasus ini sudah masuk ke tahap satu.

Sementara itu pertimbangan digelar di Halaman Mapolres Belitung dikarenakan mempertimbangkan masalah keamanan kerwaanan.
“Bagaimana pun dalam melakukan rekonstruksi, kita musti banyak pertimbangan. Intinya dari segi keamanan,” Jelas Irsan.***