Refleksi Maulid Nabi 1442 H, Jadikan Profesi Polisi Sebagai Ladang Ibadah

by -
Refleksi Maulid Nabi 1442 H, Jadikan Profesi Polisi Sebagai Ladang Ibadah (1)

MANGGAR, JABEJABE.co – Kapolres Belitung Timur AKBP Jojo Sutarjo, S.I.K, M.H memimpin peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1442 H / 2020 M yang dilaksanakan di Masjid Sirotol Mustaqim Polres Belitung Timur, Kamis (5/11/2020).

Peringatan maulid nabi ini diikuti oleh Seluruh PJU serta Personil Polres Belitung Timur dan Polsek jajaran Polres Belitung Timur, dengan mengakat tema “Dengan Keteladanan Nabi Muhammad SAW, Kita Kuatkan Persaudaraan dan k\Kepedulian Guna Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif”.

Diikuti Oleh Seluruh personil yang mengikuti peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, peringatan maulid nabi diawali dengan pembacaan surat yasin. Selain itu, juga dilakukan pembacaan ayat suci Al-Quran surat Al imran 144 -147 oleh Briptu Rizal Kurniawan.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Polres Beltim juga diisi dengan tausiyah dari Bapak H. Muhammad Surur yang mengangkat tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW yang harus diikuti, sebagaimana pada masa Rasulullah SAW, serangkaian peristiwa penting berkenaan dengan Hajar Aswad juga pernah terjadi.

Sekitar 16 Sebelum Hijrah (606 M), ketika suku Quraisy melakukan pemugaran Ka’bah, hampir saja terjadi pertumpahan darah antar empat kabilah dalam suku Quraisy. Pangkal persoalannya berasal dari perselisihan mengenai siapa yang paling berhak mengangkat dan meletakkan Hajar Aswad setelah pemugaran selesai.

Dalam situasi genting tersebut, salah satu pemimpin kabilah Abu Umayyah bin Mughirah mengusulkan agar persoalan ini diserahkan kepada orang pertama yang masuk kompleks Masjidil Haram. Usulan itu diterima pemimpin kabilah yang sedang berselisih.

Keesokan harinya, orang yang pertama kali masuk adalah Muhammad bin Abdullah (35 tahun) sebelum diangkat menjadi Rasul. Muhammad yang saat itu sudah bergelar Al-Amin diberi kepercayaan untuk mengatasi masalah itu.