Duh, di Bulan Suci Ramadan, Empat Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia di Penginapan

by -
Duh, di Bulan Suci Ramadan, Empat Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia di Penginapan (1)
Sat Pol PP beserta BNN dan Disdukcapil Belitung saat melakukan razia di salah satu penginapan di Tanjungpandan. Foto: Ist. Sat Pol PP Belitung.

BELITUNG, JABEJABE.co – Empat pasangan yang bukan berstatus suami istri terjaring operasi cipta kondusif Ramadan 1442 Hijriah oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kab. Belitung, BNN Belitung dan Dukcapil Kab. Belitung.

Operasi yang menyasar sejumlah penginapan di Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung ini dipimpin langsung oleh Plt Kasat Pol PP Abdul Hadi, Sabtu (24/4/2021) malam.

Menurut Abdul Hadi, operasi ini merupakan tindak lanjut dari surat edaran Bupati Belitung terkait cipta Kamtibmas kondusif selama bulan Ramadan.

“Hasil dari kegiatan tersebut, tim menemukan empat pasangan yang bukan berstatus suami istri,” kata Abdul.

Selanjutnya, keempat pasangan tersebut langsung digiring ke Kantor Sat Pol PP untuk dimintai keterangan lebih lanjut, karena mereka tidak bisa menunjukkan bukti bahwa mereka adalah pasangan sah.

Dalam operasi ini, tim juga menemukan pasangan yang sudah pernah tertangkap sebelumnya pada minggu kemarin dengan pasangan yang berbeda.

“Salah satunya pernah kita tindak minggu kemarin, operasi kali ini kita dapati lagi dengan pasangan yang berbeda,” ujar Abdul.

Waktu ketangkap pertama, lanjut Abdul, dia mengaku janda anak satu, kemudian pacaran lagi.

“Padahal yang melakukan pembinaan saya sendiri pada waktu itu, saya sudah mengatakan tidak mau melihat dan mendapati dia lagi,” sebut Abdul

Untuk itu Sat Pol PP Kab. Belitung akan melakukan tindakan tegas kepada bersangkutan yang sudah dua kali tertangkap.

“Beberapa pasangan ini kami temukan di Penginapan di Jalan Pagar Alam. Saat didapati ada juga yang beralasan sudah kawin sirih,” terangnya.

Abdul mengaku kecewa dengan pemilik penginapan yang tidak selalu memantau (Identifikasi) tamu-tamunya yang menginap.

“Seharusnya yang punya kontrakan harus tegas kalau bukan pasangan resmi tidak boleh menginap satu kamar. Kalau bujang dayang di dalam kamar yah patut dicurigai,” ujarnya.

Adapun langkah yang lebih kongkrit yang dilakukan Sat Pol PP akan memanggil pemilik-pemilik penginapan.

“Akan kami panggil terkait izin, kemudian pengawas terhadap pemilik terhadap usahanya,” kata Abdul.

Lebih lanjut dijelaskan Abdul, tahap pertama, secara bertahap dan secara administrasi pihaknya akan melakukan pembinaan dan pemanggilan.

Kemudian kedua, jika ternyata tidak mengindahkan setelah dipanggil, maka pihaknya akan melakukan penyetopan sementara, hingga ke pencabutan izin tempat usaha.

“Saat ini masih kita berikan toleransi kepada pasangan tersebut. Namun kalau ketangkap untuk yang kedua kalinya, maka akan kita tindak tegas,” tandasnya.

Adapun sementara ini untuk keempat pasangan tidak resmi tersebut akan diberikan surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan yang sama terulang kembali.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *