Rawan Penyebaran Covid-19, Anggota DPRD Babel ini Harap Kaji Ulang Kampaye Dialogis

by -
Rawan Penyebaran Covid-19, Anggota DPRD Babel ini Harap Kaji Ulang Metode Dialogis (2)
Beliadi, S.IP.

MANGGAR, JABEJABE.co – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Beliadi, S.IP, khawatir dengan maraknya kegiatan kampanye dialogis atau tatap muka yang bersifat mengumpulkan massa. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19, kontak fisik antara Paslon dan masyarakat saat berlangsungnya kegiatan kampanye tak bisa terelakkan.

“Seperti halnya kemarin (Kamis, 1/10/2020), saya mendengar salah satu Paslon di Bangka Tengah terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Beliadi.

Selain salah satu Paslon Cabup terkonfirmasi positif Covid-19, kemarin (kamis, 1/10/2020) ada pula pasien Covid-19 dengan komplikasi penyakit yang meninggal dunia di Kabupaten Belitung.

Belajar dari metode kampanye dialogis di daerah lain yang saat ini banyak terkonfirmasi positif Covid-19, menurut Ketua Fraksi Gerindra DPRD Babel ini, khusus di kabupaten kota daerah Babel agar kembali dikaji ulang, karena sangat membahayakan keselamatan nyawa manusia.

“Saya pikir begitu juga halnya KPU sebagai penyelengara Pemilukada, harus meninjau ulang metode kampanye dialogis tatap muka demi keselamatan dan kesehatan,” ujarnya.

Sebagai metode alternatif, Beliadi menilai KPU harus membuat formula kampanye baru. Misalnya model kampanye berbasis IT seperti mengunakan media sosial (Medsos), media visual, atau bentuk lain seperti media cetak.

Karena bagaimanapun, lanjut Beladi, sebaik – baiknya mengikuti protokoler kesehatan, kalau judulnya kampanye, masyarakat yang senang dengan calon mereka pasti akan melakukan kontak fisik, ditambah lagi personil KPU dan Bawaslu yang minim.

“Saya sangat prihatin dengan hal ini. Kita lihat saja di Medsos, pendukung masing – masing calon saat mereka selfie, lalu di-update di media sosial milik mereka, sangat jelas terlihat 90 persen protokoler kesehatan dilanggar. Hal ini sangat membahayakan kesehatan,” keluhnya.

Oleh sebab itu, menurut Beliadi akan lebih baik jika Paslon berkampanye via youtube, facebook, instagram, radio, tv, atau metode lain yang tidak perlu mengumpulkan massa. (jb)

Editor: sue