Waspada Rampok Beraksi di WhatsApp, Simak 5 Langkah Antisipasi

oleh -
Waspada Rampok Beraksi di WhatsApp, Simak 5 Langkah Antisipasi (2)
Ilustrasi WhatsApp.

JABEJABE.co, BABEL – Bagi anda pengguna aplikasi bertukar pesan WhastApp waspadalah, Aplikasi WhatsApp kini jadi incaran para perampok media maya. Caranya dengan mengambil alih WhatsApp dan meminta uang pada sejumlah kontak korban.

Aksi perampok ini sebagaimana diungkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Mabes Polri yang bertugas melakukan penegakan hukum terhadap kejahatan siber, yaitu computer crime dan computer-related crime.

Pihaknya mengimbau pengguna WhatsApp untuk tidak menanggapi permintaan pesan teks dari WhatsApp.

Untuk diketahui aksi rampok ini dengan cara meminta nomor enam digital one time password (OTP). Nomor ini dikirimkan WhatsApp ketika ada yang mencoba mengakses akun WhatsApp anda melalui smartphone lain.

Jika nomor OTP jatuh ke para perampok maka akun WhatsApp anda resmi dibajak dan diambil alih.

“Saat ini, banyak cara bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih akun WhatsApp. Jika Anda mendapatkan pesan teks dari WhatsApp, jangan bagikan kode yang anda dapatkan dan jangan klik link tersebut,” tulis Siber Polri dalam akun resminya.

Modus salah satunya yaitu dengan metode SIM SWAP. Tahukah anda apa itu SIM SWAP?

SIM Swap yaitu, membuat kartu SIM dengan nomor korban untuk mengambil alih data dan komunikasi, biasanya menggabungkan berbagai metode untuk mencari data pribadi korban.

Si Pembajak WhatsApp akan menggunakan akun anda untuk melakukan beragam hal, seperti meminta uang, meminta pulsa, atau bahkan melakukan romance scam,”

Untuk itu, Dittipidsiber memberikan tips bagaimana cara untuk mengantisipasi hal tersebut, yaitu:

Pertama, jangan memberikan data finansial kepada siapapun atau pihak yang mengatasnamakan institusi;

Kedua, ganti secara berkala, semua jenis password anda;

Ketiga, stop mengumbar data pribadi di media sosial; dan

Keempat, jangan meng-input data pribadi anda di situs palsu atau fiktif.(*/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *