Puluhan Tahun Jalani Usaha Furnitur, Bisnis Paikem Tetap Eksis

oleh -
Puluhan Tahun Jalani Usaha Furnitur, Bisnis Paikem Tetap Eksis (2)
Beberapa furnitur yang diproduksi Paikem di bengkel pertukangannya. Foto: Ist/Humas PT Timah Tbk.

Mitra Binaan PT Timah Tbk

BELITUNG, JABEJABE.co – Sudah puluhan tahun Paikem Puji Astuti bergelut dalam usaha furnitur. Bahkan, Pakiem telah memulai usaha ini sejak tahun 1998 lalu. Berbagai produk telah ia hasilkan untuk memenuhi kebutuhan furnitur masyarakat di Belitung.

Warga Bukit Indah, Desa Kacang Butor, Kec. Badau, Kab. Belitung itu bercerita, usaha yang digelutinya ini dimulai saat belum ada aliran listrik. Karena pada saat itu ia menggunakan peralatan manual.

Meski terus eksis, namun bukan berarti usaha ini tidak pernah mengalami pasang surut. Namun bagi pakiem, hal ini tidak membuat dirinya patah arang alias menyerah. Dari waktu ke waktu, ia terus melanjutkan usahanya meski tak sedikit menghadapi kendala.

“Awal usaha Tahun 1998, ketika itu belum ada listrik, namun terus dijalani perlahan-lahan sampai sekarang,” katanya.

Produk furnitur yang hasil karya Paikem di antaranya kusen, lemari, meja, kursi makan, kusen, serta berbagai furniture kebutuhan rumah tangga lainnya. Selain itu, Pakiem juga melayani pemesanan furnitur custom atau sesuai permintaan konsumen.

Menurutnya, permintaan konsumen kian hari semakin bermacam-macam. Bentuk furniture yang bermacam jenis ini pun menuntut peralatan bervariasi pula. Paikem menyadari dan harus melengkapi peralatan serta menambah armada untuk bisa melayani pembeli.

Pada tahun 2016 ia memutuskan untuk menjadi mitra binaan PT Timah Tbk agar bisa mengembangkan usahanya guna memenuhi permintaan konsumen.

Berbekal modal dari PT Timah Tbk melalui program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK), Pakiem menambah peralatan dan juga armada transportasi untuk usahanya tersebut.

“Alhamdulillah usahanya lancar dibantu PT Timah Tbk, untuk beli alat-alatnya bisa terbantu, saya juga menambah armada mobil,” bebernya.

Ia bersyukur, keputusannya tepat setelah memiliki armada baru usahanya makin berkembang. Kini Pakiem bisa memenuhi kebutuhan konsumen dan saat itu dirinya bisa memiliki tenaga kerja hingga lima orang.

“Selama ini pesanan sekitar rumah dan kampung sekitar,” ungkapnya.

Setelah menanjak, usaha Pakiem kembali surut saat pandemi Covid-19. Daya beli masyarakat menurun membuat omsetnya ikut turun. Sehingga, saat ini dirinya hanya memiliki satu tenaga kerja.

Baca Juga:  Berbagi Berkah Ramadan, PT Timah Tbk Santuni 100 Anak Yatim dan Piatu di Pulau Belitung

“Untuk karyawan saat ini hanya ada satu orang, padahal sebelum wabah Covid-19 ada lima orang, namun mereka pulang ke kampung halaman dan belum ingin kembali ke Belitung,” katanya,

Kendati demikian, menurutnya saat ini usahanya terus menujukkan perbaikan. Pakiem bersyukur dengan dukungan PT Timah Tbk, usahanya terus eksis dan berkembang.

“Alhamdulillah selama ini berjalan lancar dan pesanan terpenuhi,” tandasnya.*

Sumber: Humas PT Timah Tbk
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.