Puluhan Tahun Gelap Gulita, Warga Terangi Jalan Aik Baik Dalam Secara Swadaya

by -
Puluhan Tahun Gelap Gulita, Warga Terangi Jalan Aik Baik Dalam Secara Swadaya (2)
Ketua RT.05 B, RW.1 Dusun Aik Pelempang Timur, Desa Air Pelempang Jaya, Iwan Setiawan saat menunjukkan lampu penerangan jalan secara swadaya oleh masyarakat. Foto: Faizal/ jabejabe.co

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Tidak adanya lampu penerangan di Jalan Aik Baik Dalam, sejumlah warga RT 05 B RW1 Dusun Aik Pelempang Timur, Desa Air Pelempang Jaya beriinisiatif memasang lampu jalan dengan biaya sendiri, Selasa (12/1/2021).

Setidaknya ada sekitar 12 (Dua belas) lampu yang terpasang di pinggir jalan tersebut dengan biaya swadaya masyarakat sekitar. Bukan hanya pembelian lampu dan kabel yang mereka biayai secara swadaya, bahkan biaya pemasangan KWH-nya pun masyarakat setempat patungan.

“Puluhan tahun jalan tersebut gelap, baru satu tahun belakangan terang. Orang luar yang ingin bertamu semulanya takut, sekarang sudah tidak takut lagi datang ke sini,” kata Ketua RT 05 B RW1 Dusun Aik Pelempang Timur Desa Air Pelempang Jaya, Iwan Setiawan (47) kepada jabejabe.co.

Dikatakan Iwan, pihaknya bersama masyarakat tersebut sepakat untuk menyumbang Rp.5ribu/ rumah sebagai biaya pulsa listrik lampu tersebut. Sumbangan tersebut masyarakat bayarkan secara bergantian untuk setiap bulannya.

“Sukarela, secara bergantian. Misalnya, bulan ini saya bayar bulan depannya lagi saya sudah tidak bayar. Ada tukang tagihnya kami tunjuk. Untuk pemasangan lampunya juga kemarin kita gotong royong,” sebutnya.

“KWH-nya juga tidak ada bantuan, itu juga swadaya dari masyarakat,” tambahnya.

Ia berharap supaya pemerintah daerah bisa segera memasang lampu tersebut sehingga masyarakat tidak perlu lagi atas sumbangan seperti yang ia sebutkan.

“Apalagi sekarang ini pandemi Covid-19. Walaupun sebenarnya tidak seberapa (Sumbangan, Red), namun jika dikelola dengan baik, mungkin sumbangan-sumbangan itu bisa kita alihkan ke kebutuhan lainnya jika lampu jalan tersebut sudah dipasang oleh pemerintah,” tukasnya.

Kades Air Pelempang Jaya: Tiang PLN Semula Terpasang Namun Sudah Dicabut

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Desa Air Pelempang Jaya, Rezali, S.KM mengatakan pihaknya sudah pernah mengajukan ke dinas terkait atas pengadaan lampu jalan di kawasan tersebut.

“Saya sangat apresiasi kalau masyarakat bisa mandiri seperti itu, kami desa juga sebisa mungkin bantu mereka dengan pengajuan. Tapi mungkin karena pengajuan ini bukan hanya di desa kami saja, jadi mengantri. Apalagi terkait lampu jalan ini masuk dalam program Pak Sanem dan Pak Isyak, Program Betare (Belitung Terang Benderang) itu,” katanya ketika ditemui jabejabe.co, Selasa (12/1/2021) di ruang kerjanya.

Puluhan Tahun Gelap Gulita, Warga Terangi Jalan Aik Baik Dalam Secara Swadaya (1)

Dalam pengajuan ini, ia juga kebingungan dengan pihak dinas terkait. Sebab, katanya, yang tidak diusulkan malah ada dipasang lampu jalannya. Di mana pada akhirnya hal tersebut membuat pertanyaan dari masyarakat kepadanya sebagai kades.

“Yang tidak diusulkan malah dapat (lampu jalan), bingung kadang-kadang dengan orang dinas ini. Tidak ada konfirmasi ulang dengan kami. Akhirnya saya sebagai kades yang ditanya-tanya masyarakat, kenapa pak kades lain diajukan lain dipasang,” sebutnya.

Selain itu, imbuhnya, terkait lampu jalan di Jalan Aik Dalam tepatnya di kawasan batang sagu tersebut memang tidak mempunyai tiang PLN. Anehnya, sebelumnya tiang PLN tersebut semula terpasang namun sudah dicabut yang bersangkutan yang dikabarkan untuk menutupi kekurangan tiang listrik di tempat lain.

“Di jalan RT 5 yang kawasan Batang Sagu itu tidak ada tiang PLN, maka tidak ada lampu PLN. Kemarik la (sudah) dipasang tapi dicabut pulak (lagi) oleh vendor PLN, tidak tahu apa sebab dicabut lagi. Lokasi jalan itu la sudah pernah warga goyong royong membersihkan batangnya biar PLN tidak terganggu. Ada juga aku dengar dicabut untuk menutupi kekurangan tiang tempat lain,” tukasnya.

Reporter: Faizal
Editor: Subrata