Puluhan KK di Aik Rayak Terendam Banjir, Selain Suplai Makanan Warga Keluhkan Hasil Tani yang Raib Disapu Air

oleh -
Puluhan KK di Aik Rayak Terendam Banjir, Selain Suplai Makanan Warga Keluhkan Hasil Tani yang Raib Disapu Air
Musibah banjir yang menimpa kawasan Aik Rayak Tanjungpandan tidak hanya merendam sejumlah rumah warga, namun beberapa bagian yang menjadi mata pencaharian warga seperti halnya tanaman hydroponic serta bibit sawit juga ikut terendam dan rusak, Kamis (14/1/2021). Foto: Mondox/ jabejabe.co

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Dua hari sudah area Kulong Sampan Desa Aik Rayak RT.024 RW.009 Tanjungpandan, Kabupaten Belitung terendam banjir. Menurut data yang diterima jabejabe.co, sedikitnya ada sepuluh KK (Kepala Keluarga) yang rumahnya terendam banjir di kawasan tersebut, Kamis (14/1/2021).

Tidak hanya di Kulong Sampan, di bagian lain lebih parah lagi, yakni wilayah Perumahan Billiton Regency juga ada beberapa KK yang rumahnya terendam banjir, yaitu RT.41, RT.42, RT.43, dengan total sebanyak 21 KK.

Ketua RW.14 Billiton Regency, Rizani berharap adanya uluran bantuan berupa makanan bagi warga yang terdampak banjir. Kemudian menurut data yang ia rangkum, ada lima jiwa (Satu KK) di RT.41, 23 jiwa (Delapan KK) di RT.42, dan 45 jiwa (15 KK) di RT.43 yang saat ini membutuhkan bantuan.

“Jadi, total mereka yang membutuhkan bantuan sebanyak 73 jiwa,” sebut Rizani.

Saat ini, warga yang terkena dampak banjir tersebut tidak bisa berbuat apa-apa selain mengungsikan barang-barang yang masih bisa digunakan. “Di dalam rumah sudah penuh terisi air, kalau di luar rumah, Sepinggul orang dewasa,” kata Cu, salah satu warga Aik Rayak.

Cu dan keluarganya yang merupakan satu warga dari sepuluh KK di Kulong Sampang yang rumahnya terkena dampak banjir mengatakan, “Sudah dua hari rumah terendam, awal mula sepinggang orang dewasa, sekarang ini sih sudah agak surut. Sekarang kurang lebih selutut orang dewasa, tapi ndak tahulah gimana nanti, kalau hujan ndak berenti gini,” Jelasnya kepada jabejabe.co.

Selain itu, juga ada beberapa warga yang menanam sayur hydroponik yang terkena dampak akibat banjir tersebut, salah satunya Pak Sudir.

“Habis pak tanaman hydroponik, bibit-bibit sawit, dan lain-lainnya terendam, ade juga bibit lele yang tebawa banjir Jadi gagal panen,” jelas Sudir.

Demikian pula dengan pak Redi yang juga berprofesi sebagai petani tanaman hydroponic. Ia mengaku semua tanamannya terendam oleh banjir yang berakibat gagal panen.

“Harapan saya bisa mendapatkan bantuan dari pemerintahan, karena cuma inilah mata pencarian saya,” kata Redy.

Keluhan Redy bukan tanpa alasan, pasalnya beberapa waktu lalu dirinya sudah menginvestasikan semua modal untuk tanaman hydroponic dan tinggal beberapa hari lagi akan segera memetik hasil jerih payahnya alias panen.

Sementara itu Kabid Rehabilitasi dan Perlindungan Jaminan sosial Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindung Anak dan Sosial Kab. Belitung, Mukromi menyebutkan ada beberapa langkah awal yang dilakukan terkait bencana banjir di beberapa wilayah Kabupaten Belitung.

Pertama, kata Mukromi, pihaknya menurunkan personil TAGANA untuk membantu evakuasi korban banjir. Kemudian langkah kedua yakni pendirian dapur umum.

“Dan ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah mendata jumlah warga yang terdampak banjir untuk kemudian menentukan langkah-langkah selanjutnya, serta mengkoordinasikannya ke pihak-pihak terkait,” jelas Mukromi.

Hadir di tengah-tengah masyarakat yang terdampak musibah banjir, Anggota DPRD Kabupaten Belitung, Maswandi mengatakan pihaknya akan segera menindak lanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat.

Menurut Politisi PDI Perjuangan tersebut, saat ini pihaknya telah membantu menyiapkan beberapa bahan pokok untuk menambah pasokan bahan pokok di dapur umum yang sudah dibangun Dinas Sosial Kabupaten Belitung.

Reporter: Mondox
Editor: Subrata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *