Pulau Kampak, Destinasi Wisata Tersembunyi dengan Kekayaan Hayati di Belitung Selatan

by -
Pulau Kampak, Destinasi Wisata Tersembunyi dengan Kekayaan Hayati di Belitung Selatan (1)

Pulau Kampak Sempat Dipenghuni oleh Penduduk Asli Tanjung Rusa

Penulis: wek | Editor: sue

MEMBALONG, JABEJABE.co – Pulau Kampak merupakan bagian dari wilayah Administrasi Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung. Pada zaman dahulu pulau ini sempat memiliki penghuni yang merupakan penduduk asli Desa Tanjung Rusa sekarang ini.

Dahulu kala, sebelum Desa Tanjung Rusa terbentuk, desa tersebut adalah sebuah kampung dengan nama Pal Lamak.

Saat ini, Pulau Kampak tidak memiliki penghuni sama sekali dan merupakan sebuah pulau yang terbilang masih “Perawan”.

Pulau Kampak memiliki luas 388,3 Hektar, di sekitarnya dikelilingi sungai dan laut. Lokasi Pulau Kampak berada di bagian selatan dari Pulau Belitung.

Desa Tanjung Rusa memliki potensi bahari dengan hasil tangkap perikanan dan laut. Apalagi didukung adanya Teluk Balok Belitung yang tenang, sangat cocok untuk wisata pemancingan dan petualangan. Dan area tersebut berada di sekeliling Pulau Kampak.

Area Teluk Balok ini memiliki kekayaan hayati laut seperti ikan, udang, kepiting, kerang-kerangan dan sebagainya. Di sekitar Pulau tersebut merupakan aliran sungai dan rawa-rawa yang sangat bagus. Sangat potensial jika dimanfaatkan untuk budidaya perikanan.

Pengembangan Pulau Kampak

Pada tahun 2016 pemerintah Desa Tanjung Rusa yang dipimpin oleh Hendra Wiryo sempat bermaksud mengembangkan Pulau Kampak untuk menjadi destinasi wisata baru yang mewakili wilayah Kepulauan Belitung di wilayah bagian Selatan.

Mereka sempat menyusun masterplan perencanaan untuk pengembangan Wisata di Pulau tersebut. Pemerintah desa yakin, jika rencana ini terealisasi, maka disinyalir akan mampu meningkatkan dan memberikan sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

Gayung tak bersambut, ada segelintir masyarakat yang tak setuju dan menganggap mega proyek tersebut tidak masuk akal. Bahkan, isu yang berkembang di masyarakat semakin liar tak terkendali, justru proyek perencanaan yang baik ini dianggap akan menguntungkan orang per orang.

Pulau Kampak, Destinasi Wisata Tersembunyi dengan Kekayaan Hayati di Belitung Selatan (3)

Kemudian, perencanaan dan pembangunan untuk merealisasikan pulau tersebut menjadi tempat wisata yang diyakini menguntungkan masyarakat, terpaksa harus diberhentikan pada tahun 2018, hingga waktu yang tidak bisa ditentukan kapan bisa dibangun kembali.

Baru-baru ini, Pemerintah Desa Tanjung Rusa melalui sekdesnya, Mairum, menjelaskan, pihaknya kembali menginventarisir aset-aset yang dibangun oleh desa pada tahun 2016 dan 2017 di Pulau Kampak untuk didata dan menjadi aset desa.

“Walaupun berada di pulau yang tidak berpenghuni, namun aset yang ada dibangun dengan menggunakan anggaran desa. Maka dari itu, aset tersebut harus didata, dipelihara serta dijaga, karena itu merupakan aset desa dan harus dipertanggungjawabkan bentuk fisik dan fungsinya” paparnya.

Pulau Kampak, Destinasi Wisata Tersembunyi dengan Kekayaan Hayati di Belitung Selatan (2)

Dengan diinventarisirnya aset desa yang ada, lanjut Mairum, dan menjelang pemilihan kepala desa priode yang akan datang, pihaknya berharap semoga rencana awal pengembangan wisata Pulau Kampak bisa direalisasikan.

Lebih lanjut Mairum berharap, semoga masyarakat bisa memahami bahwa program tersebut merupakan program percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat oleh pemerintah desa melalui sektor pariwisata.

Mairum yakin, jika ini terealisasi, tentunya akan menjadi mata pencaharian alternatif masyarakat yang notabene berprofesi sebagai petani dan nelayan.

Kan kalok Pulau Kampak jadi tempat wisata, banyak wisatawan nok ngayau. Paling dak masyarakat nok naro perau dapat ngantar pengunjung nyebrang, dapat nambah penghasilan. Nok biase muat kerajinan dapat dejual de situk. Dan agik banyak nok lain e yang bisak kite kembangek mun same-same nak maju. (Kan kalau Pulau Kampak jadi tempat wisata, banyak wisatawan yang berkunjung. Paling tidak masyarakat yang punya perahu bisa ngantar pengunjung yang nyeberang, dapat nambah penghasilan. Yang biasa buat kerajinan, dapat dijual di Pulau Kampak. Dan masih banyak yang lain yang bisa kita kembangkan kalau sama-sama ingin maju).” bebernya optimistis.

Diakui Mairum, memang tidak mudah untuk membangun suatu daerah, apalagi di kampung. Gesekan demi gesekan yang ada lebih besar dari pada di kota. Karena menurutnya, konsep pemikiran yang ingin dicapai belum tentu dipahami dengan baik oleh masyarakat.

Jikapun ada yang mengerti program pengembangan ini, kata mairum, tingkat kecemburuan sosial yang ditimbulkan akan lebih tinggi. Mereka mengira hanya menguntungkan perangkat desa saja, karena pada dasarnya ada sebagian yang tidak paham dengan sistem dan aturan yang ada.

“Kami berharap Pulau Kampak bisa menjadi destinasi unggulan Pulau Belitong seperti yang kami rencanakan sebelumnya dan yang pasti intinya mampu memberikan ekonomi baru dan mata pencaharian baru bagi masyarakat Desa Tanjung Rusa khususnya,” ujarnya.

Ia menilai, jika masyarakat nelayan hanya berharap dari penghasilan tangkap, maka kemajuan yang diharapkan masyarakat akan lamban. Apalagi ada oknum-oknum yang menggunakan alat terlarang hingga merusak ekosistem laut.

“Hasil tangkapan di laut sudah mulai berkurang dan harga jualnya pun sangat rendah. Begitu juga dengan petani, yang kita sama tahu harga lada turun drastis,” keluhnya.

Mairum optimis, jika Pulau Kampak mampu dikembangkan, nelayan tangkap bisa diarahkan untuk beralih ke budidaya, dan para petani bisa menanam tanaman yang menghasilkan ekonomi yang lebih tinggi di wilayah wisata pulau tersebut.

“Semoga perjuangan kami bisa diakomodir oleh dinas terkait, dipahami oleh masyarakat dan jika ada pihak swasta yang sistem kerjasamanya bisa memberikan keuntungan bagi masyarakat, kenapa harus kita tunda. Namun kembali lagi saya katakan memang tidak mudah untuk membangun, karena niat baik belum tentu dianggap baik oleh sebagian orang, begitu pula sebaliknya,” tandasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *