Puisi Sabtu, 24 Oktober 2020: Bumi Menangis

by -
Puisi Sabtu, 24 Oktober, 2020 Bumi Menangis (2A)
Ilustrasi (net).

PUISI MUFID AL KAUTSAR

Bumi Menangis

Derita Jelata kian menjerit
Badai bencana guncang dunia
Misteri merapi lantahkan bumi
Luapan tsunami ratakan tanah pertiwi

Di sinilah tanah jiwa kami
Tempat untuk mengais rezeki
Tempat dimana jelata bertahan
Hidup mati diperjuangkan

Sementara penguasa semakin menggila
Tanah kubur kian tergusur
Para elit tersenyum penuh gembira
Tanah warisan diperjual belikan dengan canda tawa

Disini jelata menanti
Uluran manis penguasa hati
Namun janji sayang tak kunjung datang

Disini pertiwi menangis pilu
Derita bencana dimana-mana
Para penguasa lari tak tau rimbanya

Puisi Sabtu, 24 Oktober, 2020 Bumi Menangis (1)
PUISI SYAMAS ISTI ANAH

Senandung Literasi

Teruntuk Pencinta literasi
Tak perlu menjadi diriku
Kau menciptakan dunia sendiri
Dan mata terarah dengan bait dan baris

Kini berkata untuk bercerita, dan diam untuk membaca
Membaca adalah bukti rindu menyerukan
Hanya saja, anganku tak melulu dengan seni tapi keinginan berbagi
Berkata secara aksara dengan goresan tinta hitam

Malam sudah tiba , saatnya menunggu fajar
Dan saatnya bermimpilah demi mentari
Tunjukan pada duniamu bahwa kita bisa
Salam literasi