Hasil Tes Dinkes dan DKPP: PSAT dan Makanan di Pasar Tani Perawas Aman Dikonsumsi

by -
Hasil Tes Dinkes dan DKPP, PSAT dan Makanan di Pasar Tani Perawas Aman Dikonsumsi (1)
Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan DKPP Belitung, Holmes Pangaribuan (Baju putih) bersama staf saat mengunjungi Pasar Tani Desa Perawas untuk melakukan pengawasan dan pembinaan serta engujian PSAT, Rabu (17/2/2021). Foto: Mondox/ jabejabe.co

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama-sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung melakukan pengawasan dan pembinaan serta pengujian Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).

Adapun pengujian sampel bahan baku makanan dan makanan langsung konsumsi kali ini dilakukan di Pasar Tani Desa Perawas, Rabu (17/2/2021).

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Holmes Pangaribuan menjelaskan PSAT dihasilkan dari proses pasca panen untuk dikonsumsi, maupun sebagai bahan baku meliputi sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Karena beresiko tinggi terhadap kimia dan dapat mengganggu kesehatan manusia, PSAT perlu dilakukan pengawasan keamanan pangan mulai dari tempat produksi,” ujar Holmes.

Lebih lanjut dijelaskannya, kandungan pestisida pada sayur dan buah perlu diuji dengan menggunakan uji rapid test kit atau yang dikenal dengan uji cepat untuk menunjukkan bahwa hasil positif dan negatif.

“Kami melakukan rapid test kit, apakah sayuran yang baru selesai panen dan dijual petani ini mengandung pestisida yang berlebihan,” kata Holmas.

Pihaknya kemudian mengambil berapa sample dari bahan pangan seperti cabai, daun bawang, sayur sawi, dan setelah dilakukan rapid test Kit hasilnya negatif.

Menurut Holmes, dari hasil test tersebut menunjukkan kandungan pestisida pada sayur masih di bawah ambang batas atau bisa dikatakan negatif.

“Jadi bahan pangan tersebut (di Pasar Tani Perawas) sangat aman untuk dikonsumsi,” terang Holmes.

Holmes pun menekankan agar sebelum menjual hasil tani ke pasar tradisional atau pun ke pasar modern, para petani harus sudah memastikan bahan pangan tersebut bebas dari kandungan pertisida.

Sementara itu Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung melakukan pengawasan dan pembinaan pangan langsung konsumsi yang dijual di Pasar Tani Perawas.

Perwakilan Staf Dinkes Belitung, Enda menyebutkan dalam pemeriksaan ini pihaknya mengambil sebanyak lima sampel kue untuk dites pakah mengandung zat kimia berbahaya atau tidak.

“Pertama kue basah seperti Mohok, jenis kue yang berwarna yang kita uji dengan pemeriksaan Rhodamin B. Kemudian kedua Sambal Lingkong pemeriksaan dengan formalin,” ujar Enda.

Selanjutnya ketiga, imbuh Enda, Asin Laisi pemeriksaan formalin dan kelima Pempek Lenjer pemeriksaan formain.

”Dan dari pemeriksaan kue atau pun jenis makanan yang ada tidak ditemukan (Zat kimia berbahaya) alias negatif,” kata Enda.

Pihaknya berharap agar penjual lebih meningkatkan keamanan pangan yang dijual dengan cara mengikuti prosedur.

“Kemudian jika ada pelatihan keamanan pangan dan kursus higienitas sanitasi dari Dinkes agar bisa diikuti,” sarannya.

Selaku staf pengelola program makanan dan minuman di Dinas Kesehatan Belitung Enda berharap kegiatan pengujian seperti ini bisa meningkatkan rasa aman bagi konsumen.***