Protokoler Bandara Ribet, Toko-Toko di Pangkalpinang Santai, Beliadi: Bagaimana Mau New Normal?

by -
Protokoler Bandara Ribet, Toko-Toko di Pangkalpinang Santai, Beliadi Bagaimana Mau New Normal (1)
Beliadi, S.IP.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Babel Ini juga Sarankan Pemkot dan Pemda Gencarkan Sosialisasi New Normal

PANGKALPINANG, JABEJABE.co – Ketua Fraksi Gerindra Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Beliadi, S.IP, meminta pemerintah kabupaten kota dan provinsi agar melakukan sosialisasi yang lebih kencang kepada masyarakat terkait protokol kesehatan.

Beliadi menyayangkan kondisi saat ini yang terjadi di Pangkalpinang, yang menurutnya berbanding terbalik saat dirinya sedemikian ribet mengikuti protokoler kesehatan bandara (Baca: “Anggota DPRD Babel Urai Ribetnya Protokol Kesehatan Bandara, dari Rapid Test Hingga Isolasi Mandiri”), ketika akan melakukan perjalanan dari Belitung ke Bangka, Jumat (27/6/2020) lalu.

Bagaimana tidak, saat berada di Pangkalpinang dan mengamati kondisi sekitar, kemudian ketika ia belanja dan makan di beberapa tempat, rasa khawatir muncul.

“Saya sangat kawatir melihat prilaku sehari-hari di sini (Pangkalpinang), di tempat makan banyak pelayan yang tidak memakai masker, bagaimana pula di dapurnya. Begitu juga di toko-toko, saya temui hal yang sama. Penjaga toko asik – asik saja tidak pakai masker, bagaimana mau new normal?” ujar Beliadi, Senin (29/6/2020).

Kalau pada ngeyel begini dan karena kurangnya pengumuman serta imbauan langsung ke masyarakat, Beliadi pesimistis, dan bukan tidak mungkin akan membuat new normal seperti di Korea Selatan, sehari buka besok dibatalkan.

“Karena kasus corona yang melonjak akibat masyarakatnya tidak mengikuti protokol kesehatan selama Covid-19,” terangnya.

Beliadi menyarankan, sebaiknya sebelum tanggal 1 JUli 2020, pemerintah kota dan kabupaten harus buat aturan agar masyarakat mengikuti prosedur new normal. Misal, tempat jual makanan dan cafe atau toko yang penjualnya tidak menyediakan tempat cuci tangan dan tidak memakai masker diberi sanksi, yakni tidak boleh buka.

“Terus ada tim yang menerima pengaduan. Misal, masyarakat mau berkegiatan (dalam bentuk even, dsb) tidak memiliki masker, bisa menelpon ke nomor kontak di gugus tugas kabupaten atau kota, lalu operator terkoneksi ke desa, dusun, dan RT agar masyarakat yang mengadu tidak memiliki masker untuk berkegiatan, kemudian diberi masker,” saran Beliadi.

Dan mulai hari ini, Senin (29/6/2020), Beliadi menyanakan agar memborong semua media online, reklame dan media cetak untuk mensosialisasikan wajib protokol kesehatan untuk berkegiatan.

“Jika tidak mau dikenakan sanksi, diam di rumah, atau tutup sementara usaha. Kerahkan RT, RW, Kadus, dan Kades, mulai hari ini sosialisasi ke rumah-rumah memjelaskan hal ini kepada masyarakat,” ujarnya.

Bukanya kejam, tapi ini demi keberhasilan new normal. Jika tidak, dirinya pesimis new normal akan berhasil. (jb)

Editor: sue