Potensi Beltim

by -
Potensi Beltim - Catatan Kecil Subrata Kampit

oleh: Subrata Kampit**

Sementara ini belum ada ruang yang begitu luas untuk bergerak, terpaksa membuat tulisan sempit. Tulisan ini pun masih ide lama, tapi direvisi agar bisa dibaca sebagai suatu bentuk reaksi di jelang Pilkada Belitung Timur (Beltim) 2020.

Ke depan, beberapa bulan lagi, masyarakat Belitung Timur akan dihadapkan pada pesta demokrasi pemilihan kepala daerah. Saat itu juga akan muncul ide-ide brilian potensi Beltim. Bentuknya adu program.

Tak hanya di ruang kampanye, program brilian tersebut kemudian diadu saat debat calon.

Pernah suatu waktu di Pilkada Beltim yang bertepatan dengan euforia Piala Dunia 2006, yang pemenangnya Italia atas Perancis, perseteruan politik Beltim juga tak kalah seru.

Di tahun 2006 itu, ada calon-calon tertentu yang merasa paling tahu tentang potensi Beltim. Apa yang baik dan yang tidak. Agar Beltim maju dan bagaimana menjadi yang terdepan. Semuanya diumbar dalam berbagai forum kampanye.

Saya pun sempat hadir di momentum kampanye salah satu calon, kemudian bertanya beberapa poin tentang ide brilian para calon bupati, serta mengatakan apa jadinya ide brilian tersebut jika tidak jadi.

Terus terang saya kagum, terkesima dengan para calon bupati yang terlihat pintar. Betapa tidak, mereka bicara grafis, angka-angka pasti, dan pikiran-pikiran konstruktif lainnya.

Semua kalimat penuh daya dan aura optimistis.

Tentu mereka tak bicara bualan, karena memang sedang tidak membual. Badan Pusat Statistik pun bisa jadi kalah data.

Dan saya pun sempat tanya-tanya beberapa hal. “Apa jadinya kalau Anda tidak jadi? Apakah ide-ide brilian itu akan menguap? kan sayang sekali,” kata Saya.

Lalu ia menjawab ini itu yang meyakinkan massa dengan jati dirinya sebagai pengabdi masyarakat.

Karena saya tak ingin ide pintar itu menguap begitu saja.

 

**Pembelajar Mewarta di Belitung