Wabup Khairil Nilai Posko Penanganan Covid-19 Tingkat Desa Sangat Penting

oleh -
Wabup Khairil Nilai Posko Penanganan Covid-19 Tingkat Desa Sangat Penting (1)
Wabup Beltim Khairil Anwar (Paling kiri) saat menghadiri Webinar Percepatan Penyaluran Bantuan Sosial dan Dana Desa Tahun 2021 di Ruang Rapat Bupati Beltim, Rabu, (24/3/2021). Foto: Ist. Prokom Beltim.

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Melalui Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2021 Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Republik Indonesia, menjelaskan mengenai pembentukan Pos Komando (Posko) Penanganan Covid-19 Desa/Kelurahan yang berfungsi untuk pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukungan pelaksanaan penanganan Covid-19 di tingkat Desa/Kelurahan.

Berkenaan dengan itu, Wakil Bupati (Wabup) Belitung Timur (Beltim) Khairil Anwar saat ditemui seusai menghadiri Webinar Percepatan Penyaluran Bantuan Sosial dan Dana Desa Tahun 2021 di Ruang Rapat Bupati Beltim, Rabu, (24/3/2021), mengatakan bahwa saat ini Posko Desa di Kabupaten Beltim sudah ada sejak dulu.

“Sebenarnya kalau menurut pengamatan, Posko Desa itu sudah jalan dan sudah ada keberadaannya”, ujar Khairil.

Akan tetapi, menurut data dari Dirjen Bina Pemerintah Desa, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) per 21 Maret 2021, bahwa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) saat ini belum memiliki Posko Desa sama sekali dan juga diikuti oleh provinsi lain seperti Kalbar, Kalsel, Kalteng, Kaltara, Sulteng, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

“Nah, cuma miss-nya di mana, apakah desa jalan tanpa ada SK, ataupun sudah ada SK tetapi tidak disampaikan atau dilaporkan kepada kecamatan, kabupaten maupun ke pusat, nah ini tentunya akan segera kita komunikasikan dengan dinas terkait,” jelasnya.

Saat ini dari 74.961 desa/kelurahan di seluruh Indonesia, baru 22.819 Desa atau 30,44 persen yang baru memiliki Posko Penanganan Covid-19 di tingkat Desa/Kelurahan di seluruh Indonesia.

Menurut Khairil, keberadaan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat Desa/ Kelurahan dinilai sangat penting guna memutus penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

“Bukan hanya penting tetapi harus, supaya kita bisa mengantisipasi mobilisasi masyarakat terutama kewajiban mereka dalam menerapkan Prokes 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas), wajib itu, supaya apa? Jadi supaya kita bisa memutus penularan Covid-19 di masyarakat,” ujarnya.(*/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *