Polisi Terapkan Restorative Justice pada Kasus Pengancaman dan Curi Celana Dalam di Membalong

oleh -
Polisi Terapkan Restorative Justice pada Kasus Pengancaman dan Curi Celana Dalam di Membalong
Pelaku saat meminta maaf kepada keluarga korban. Foto: Istimewa/ Humas Polres Belitung.

BELITUNG, JABEJABE.co – Kepolisian Sektor Membalong Polres Belitung menerapkan restorative justice (keadilan restoratif) pada kasus dugaan pengancaman dan pencurian celana dalam DN (40) seorang ibu-ibu asal Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung, Jumat (8/7/2022) lalu.

Beberapa waktu sebelumnya telah terjadi tindak pidana pencurian dan pengancaman (melalui surat) yang dikirim oleh pria 51 tahun asal Membalong, yakni AR ke rumah korban DN.

Adapun isi surat dari pelaku tersebut memuat ancaman akan membuang celana dalam dan foto-foto tanpa busana korban dengan tujuan agar korban mau diajak begituan.

Atas pengancaman tersebut, korban DN melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Membalong pada 19 Juni 2022 lalu.

Kasi Penmas Sihumas Polres Belitung Ipda Belly Pinem menjelaskan penangkapan terhadap pelaku berawal pada hari Jumat tanggal 24 Juni 2022 sekira pukul 12.00 WIB. Unit Reskrim Polsek Membalong mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku, bahwa pelaku sedang berada di Toko Kelontong yang berada di Jalan KH. A. Dahlan Dalam Desa Air Raya Tanjungpandan.

Mendengar informasi tersebut, Unit Reskrim langsung mengamankan pelaku, kemudian menginterogasi pelaku.

Pelaku mengakui perbuatannya mencuri tiga celana dalam milik korban dan mengirim surat yang berisi pengancaman. Pelaku kemudian diamankan dan dibawa oleh Unit Reskrim Polsek Membalong guna Penyelidikan lebih lanjut.

Lebih lanjut dikatakan Pinem, setelah kejadian tersebut kedua belah pihak sepakat berdamai, dan penyelesaian kasus akhirnya dilakukan dengan restorative justice.

“Korban sekaligus pelapor DN telah sepakat berdamai dengan pelaku AR dan mencabut laporan polisi pada hari itu juga,” ungkap Pinem.

Ia juga mengatakan penerapan restorative justice ini telah memenuhi Perpol Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif.

“Kedua belah pihak telah sepakat berdamai dan menandatangi surat damai serta pencabutan laporan,” Kata Pinem kepada wartawan pada Senin (11/6/2022).*

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Baca Juga:  Berikut Analisa Pihak Kepolisian Terhadap Penemuan Mayat di Pangkalan Kik Rebo Kecamatan Membalong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.