Ternyata Hoaks, Tidak Ada Penyekatan Beltim – Belitung, Ini Kata Sekda Ikhwan

by -
Ternyata Hoaks, Tidak Ada Penyekatan Beltim – Belitung, Ini Kata Sekda Ikhwan
Sekda Beltim, Ikhwan Fachrozi. Foto: Ist. Fauzi/Diskominfo Beltim.

Banyak Warga Beltim yang Sehari-hari Cari Nafkah di Kabupaten Belitung

Penulis: Fauzi Akbar | Editor: Subrata Kampit

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Sekretaris Daerah (Sekda) Belitung Timur (Beltim) Ikhwan Fachrozi membantah kabar yang menyebar di media komunikasi dan sosial yang menyatakan bahwa Kabupaten Belitung Timur akan melakukan penyekatan di desa-desa yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Belitung.

Dalam kabar hoaks yang beredar luas melalui aplikasi Whats’app dan Facebook, Senin (26/7/2021) Malam dan Selasa (27/7/2021) Pagi, tersebut dinyatakan bahwa info berasal dari Satgas COVID Desa yang menyabutkan jika perbatasan antara Kabupaten Beltim dan Belitung akan ditutup. Yang boleh melintas hanya yang sudah melaksanakan vaksin dengan menunjukkan kartu vaksin.

“Hoaks itu, dak benar. Hari ini dah berapa orang yang nelpon saya terkait kabar ini,” tegas Ikhwan di ruang kerjanya sebagaimana dilansir media ini dari Diskominfo Beltim, Selasa (27/7/2021).

Opsi untuk melakukan penyekatan atau penjagaan di perbatasan belum sangat mendesak dan penting untuk dilakukan saat ini. Apalagi jika berpijak dari data sebaran konfirmasi COVID-19, yang masih bisa tertanggulangi.

“Karena sangat banyak pertimbangan-pertimbangan yang tentunya akan kita lakukan sebelum kita mengambil kebijakan tersebut. Terutama adalah kemampuan unsur internal kita, seperti petugas,” ujar Ikhwan.

Sekarang ini menurutnya yang terpenting adalah menjaga kondisi kesehatan fisik serta pikiran masyarakat agar selalu memiliki imun yang kuat. Masyarakat pun diminta tidak mempercayai kabar yang belum jelas keabsahannya.

“Yang terpenting adalah kita harus mengedepankan kenyamanan masyarakat, karena kondisi seperti ini tentunya akan melahirkan dinamika-dinamika sosial. Namun yang kita utamakan adalah masyarakat kita tidak terbebani (pikirannya),” kata Ikhwan.

Apalagi ditambahkannya, banyak warga Kabupaten Beltim yang mempunyai keluarga atau juga sehari-hari mencari nafkah di Kabupaten Belitung, ataupun pun sebaliknya.

“Sebenarnya bukan pada penyekatan wilayahnya, tetapi pada individunya. Masyarakat yang melakukan aktivitas itu harus betul-betul menerapkan 5 M tadi, jadi mereka yang ke Belitung Timur atau ke Belitung sudah melengkapi dan memahami prokes, itu saja kuncinya,” tambah Ikhwan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *