Terima Penghargaan Fordas Babel Award, Yudi: Saya Sedih, Pengrusakan Terus Berjalan

oleh -
Terima Penghargaan Fordas Babel Award, Yudi, Saya Sedih, Pengrusakan Terus Berjalan
Kolase - Kiri: Momentum penyerahan penghargaan Fordas Babel Award oleh Bupati Belitung Burhanudin (Kiri) kepada Yudi Amsoni untuk kategori Pejuang Fordas. Foto bersama dengan Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur serta Forkopimda Beltim, Rabu (10/11/2021). Foto: Istimewa/ Prokom Beltim.

Fordas Babel Award Merupakan Penghargaan Kepedulian Terhadap Masalah dan Isu Lingkungan

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November Tahun 2021 yang bertemakan “Pahlawanku Inspirasiku”, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menyerahkan penghargaan Fordas Babel Award, kategori Pejuang Fordas kepada Yudi Amsoni atas kepeduliannya terhadap masalah dan isu lingkungan, Rabu (10/11/2021).

Penghargaan langsung diserahkan Bupati Belitung Timur Burhanudin kepada Yudi Amsoni bertempat di Halaman Kantor Bupati. Turut hadir, unsur Forkopimda dan Wakil Bupati Belitung Timur, Khairil Anwar.

Penghargaan ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat, utamanya pemuda pemudi Belitung Timur agar ikut berperan serta memberikan karya terbaik bagi terwujudnya Belitung Timur Bangkit dan Berdaya.

Terkait dengan penghargaan yang diterima, Yudi Amsoni mengaku tak jumawa dengan penghargaan yang ia terima. Namun sebaliknya, menurut warga Desa Sukamandi Kecamatan Damar Belitung Timur ini, penghargaan yang ia terima justru membuatnya sedih.

“Saya merasa belum melakukan apa-apa. Terus terang saja, saya malah sedih dan merasa belum layak mendapatkan itu selama pengerusakan (Lingkungan) terus berjalan,” ujar Yudi.

Penghargaan tersebut, kata Yudi, bukan hak dirinya, melainkan hak seluruh masyarakat dan generasi muda yang peduli akan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Pengrusakan Lingkungan Masih Masif

Kerusakan DAS, Hutan Lindung, Hutan Bakau (Mangrove) masih sangat masif akibat pertambangan ilegal.

Karenanya, Yudi berharap peran aktif seluruh stakeholder terkait harus lebih intensif, terutama edukasi dan pemahaman akan pentingnya kelestarian Alam.

“Pulau Belitong ini kecil, bila terjadi pembiaran pada akatifitas ilegal mining maupun ilegal logging maka bukan tidak mungkin bencana alam akan terjadi,” kata Yudi.

Selain itu, Yudi menilai lapangan pekerjaan selain bidang pertambangan harus dibuka seluas-luasnya oleh Pemkab. Karena menurutnya potensi bidang usaha lain sebetulnya sangat banyak, seperti perkebunan, perikanan, UMKM, pariwisata dan sebagainya.

“Manfaatkanlah sumber daya alam ini dengan bijaksana dan tidak berlebihan, Salam Lestari!” tutup Yudi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *