Pemkab Beltim Defisit Anggaran? PTT Ini Diberhentikan Secara Lisan?

by -
Pemkab Beltim Defisit Anggaran, PTT Ini Diberhentikan Secara Lisan - A (2)
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Beltim, Suladi, saat menerima kedatangan PTT berserta rombongan di Ruang Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Belitung Timur, Senin (18/1/2021). Foto: Ist.

Fraksi Gerindra DPRD Beltim Tindaklanjuti Aduan Tenaga PTT

MANGGAR, JABEJABE.co – Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD Belitung Timur (Beltim) pada hari Senin 18 Januari 2021, sekira pukul 10.00 WIB menerima kedatangan salah satu Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Beltim.

Adapun tujuan dan maksud kedatangan tersebut untuk menyampaikan permasalahan terkait status kepegawaian yang diberhentikan secara sepihak oleh UPT di Kabupaten Belitung Timur.

Dalam penyampaian yang diterima Fraksi Gerindra, pemberhentian terhadap PTT tersebut dilakukan secara lisan atau tanpa adanya pemberhentian secara tertulis. Jika pun ada pelanggaran yang dilakukan, maka seyogyanya disertai bukti detail atas pelanggaran yang dilakukan.

Pemkab Beltim Defisit Anggaran, PTT Ini Diberhentikan Secara Lisan - A (1)

Menindaklanjuti laporan tersebut, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Beltim yang diketuai Suhandi segera menelusuri terkait permasalahan salah satu PTT ini.

“Setelah kami telusuri ternyata adanya miskomunikasi antara satu pegawai dengan pegawai lainnya pada UPT di Kabupaten Belitung Timur,” kata Suhandi, Selasa (19/1/2021).

Berkenaan dengan permasalahan tersebut, kata Suhandi, Fraksi Gerindra menilai kemungkinan ada perubahan nomenklatur yang ada di OPD tersebut.

“Kami Fraksi Gerindra berharap mudah-mudahan ke depannya hal seperti ini tidak terjadi lagi, apalagi sampai adanya pemutusan kontrak kerja kepada PTT yang ada di seluruh UPT dan OPD Kabupaten Belitung Timur,” ujar Suhandi.

Apalagi, imbuhnya, PTT tersebut sudah bekerja dalam jangka waktu lama, yakni sudah terhitung belasan tahun.

“Kami Fraksi Gerindra berharap seluruh OPD di Kabupaten Belitung Timur dapat mempertimbangkan dan tidak ada pemutusan kontrak secara sepihak,” tegasnya.

Belum lagi seperti kondisi saat ini, timpal Suhandi, yang mana perekonomian sedang melemah akibat pandemi dan di saat masyarakat membutuhkan pelayan yang memadai dari pemerintah daerah.

“Apabila ada PTT yang mengalami permasalahan yang sama Fraksi Gerindra Beltim dalam hal ini terbuka dan siap untuk menampung aspirasi tersebut,” tandas Suhandi.

Pemetaan Pegawai, Pemkab Beltim Defisit Anggaran, dan Pemberhentian Secara Lisan

Beberapa hari sebelumnya, Sabtu (16/1/2021) malam, jabejabe.co meminta informasi langsung terkait pemberhentian secara sepihak oleh salah satu OPD di Belitung Timur.

Menurut PTT dengan inisial IS tersebut, Sabtu siang sekitar pukul 10.30 WIB seluruh PTT di UPT diminta berkumpul di salah satu ruangan pertemuan.

Selain PTT, hadir dalam pertemuan tersebut Kepala UPT, Kepala TU dan Bagian Kepegawaian.

“Kami mendapat sosialiasi Permendagri terbaru yang isinya penjelasan tentang PTT yang akan dikembalikan ke honorer,” kata IS, seraya menambahkan bahwa pertemuan tersebut berlangsung sekitar 50 menit.

Kemudian, lanjut IS, pada pukul 11.25 WIB, dirinya mendapatkan panggilan melalui pesan whatsapp untuk menghadap Kepala TU dan Bagian kepegawaian.

“Tiba-tiba di situ diberi tahu bahwa dari hasil pemetaan pegawai, maka di sini (UPT terkait) kelebihan satu pegawai, dan disebutkan hal ini (Pemberhentian) juga mengingat saat ini Pemda Beltim sedang difisit anggaran. Dan pemberhentian ini hanya disampaikan secara lisan,” ungkap IS.

Sehubungan pemberhentian PTT yang dimaksud secara lisan, media jabejabe.co sudah menghubungi Kepala UPT, Kepala TU UPT, dan bagian Kepegawaian UPT terkait, baik melalui sambungan telepon maupun pesan whatsapp, namun hingga berita ini diterbitkan, ketiga orang yang dimaksud tidak memberikan respon.  (*/)

Editor: Sue