Didemo Penambang, Pemerhati Lingkungan Ini Diminta Angkat Kaki dari Belitung

oleh -

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Aksi yang menjurus pada tindakan persekusi dialami Yudi Amsoni (Yudi Senga), pemerhati lingkungan yang juga merupakan anggota Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Belitung Timur, Kamis (6/1/2022) pagi.

Pasalnya, tak kurang dari 150 orang massa penambang ilegal medatangi kediaman Yudi yang beralamat di Desa Sukamandi, RT.03, RW.02, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur. Aksi massa penambang rajuk ilegal di DAS Manggar itu disebabkan adanya penertiban yang dilakukan Kepolisian, sehingga mereka tidak bisa melakukan aktivitas menambang dan menuding Yudi menjadi biang penyebabnya.

Diungkapkan Yudi, karena adanya penertiban terhadap tambang ilegal, akhirnya mereka tidak bisa menambang. Hal inilah yang membuat para penambang datang ke rumahnya, mereka beranggapan Yudilah yang melaporkan kegiatan penambangan illegal tersebut.

Yudi yang selalu mem-posting hal-hal yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan di media sosial, menjadi hal yang dikeluhkan penambang ilegal. Mereka menuntut agar Yudi tidak melakukannya lagi.

“Saya disuruh membuat surat pernyataan untuk tidak melapor lagi. Jangan ketawa ya lihatnya, karena itu disuruh penambang. Saya juga disuruh hengkang dari Pulau Belitung,” sebut Yudi.

Dari insiden ini, Yudi mengatakan tidak akan melaporkannya ke pihak berwajib, karena menurut dia, ditakutkan ke depannya akan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan, sebab massa yang menggeruduk kediamannya berasal dari desa yang sama.

Saat disinggung terkait dalang dari pemilik tambang tersebut, Yudi memilih untuk tidak mengungkap siapa orangnya. Sebab dirinya harus bersikap lebih berhati-hati saat ini.

“Ada boslah mereka, gak enaklah saya sebut bosnya, karena saat ini saya harus hati-hati,” kata Yudi.

Atas adanya peristiwa ini, ke depannya Yudi mengatakan tidak akan berhenti mempertahankan kelestarian lingkungan yang selama ini sudah dilakukannya.

“Sampai saya tutup usia, saya akan tetap terus menjaga lingkungan hidup di mana pun saya berada. Jangan pernah lelah menjaga kelestarian alam di NKRI ini, selamatkan yang tersisa,” ucap Yudi.

Tak hanya ratusan penambang illegal, saat aksi berlangsung, beberapa pihak seperti Kapolsek Manggar, Kasat Intel Polres Belitung Timur, Kepala Desa Sukamandi, Babinsa serta Bhabinkamtibmas turut memantau aksi tersebut.

Baca Juga:  Berteduh Saat Hujan, Tiga Penambang Timah di Kampit Tersambar Petir, Satu Tewas

Sementara itu salah satu penambang, Aminnur, mengungkapkan perihal kegiatan demo yang mereka lakukan ke tempat Yudi Senga itu merupakan aspirasi masyarakat tambang.

“Bukan ada yang nyuruh, ada yang lain-lain, tidak. Intinya spontan oleh masyarakat tambang, dari rajuk suntik sampai ke rajuk gede,” kata Aminnur.

Tak ada tujuan lain, lanjut Aminnur, mereka meminta Yudi agar mencabut postingan di media sosial dan pemberitaan di media.

“Cuman itu aja, karena dia sudah masuk (Naikkan) berita di luar batas, sampai ke Polda,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakan Aminnur, Yudi tak seharusnya berbuat seperti itu, baik dalam pemberitaan atau pun postingan di media sosial. Karena menurut Aminnur, sedikit banyak Yudi juga mendapat support dari penambang.

Menurut Aminnur, Yudi sudah mengakui kesalahan dan tidak akan berbuat lagi (Pemberitaan dan Posting Medsos), jadi pihaknya selaku penambang akan tetap jalan atau melakukan penambangan di DAS Sungai Manggar.

“Yang kami harap ke Yudi tadi itu bukan istilahnya Yudi harus keluar dari Belitung, bukan. Cabut apa yang dia sampaikan ke kapolda, gubernur, dengan kapolres, dan bupati. Cabut omongan dia, bahwa apa yang ia katakan itu spontan dia salah,” kata Aminnur.

Apalagi, diakui Aminnur, sudah empat hari mereka tidak menambang dan para penambang sudah teriak.

Aminnur berpendapat, Sungai Manggar bukan merupakan tempat yang dilarang untuk menambang. “Itu (Sungai manggar) bekas PT Timah dulu, yang kite makan (Tambang) sekarang ini. Tak ada hutan lindung, tak ada DAS. DAS (Sungai Manggar) itu kan bekas kapal keruk, tak ada cerita DAS. Aku juga tak tahu di mana DAS yang asli di Belitung ini,” tukasnya.

Kalau masalah bakau, lanjut Aminnur, sejak dirinya belum lahir di Belitung pun bakau sudah tumbuh. “Emang kera bakau yang numbuhkannya,” celetuknya.

Kemudian kalau cerita merusak Aminnur berpendapat wilayah tambang ini memang untuk dirusak. “Dari awalnya kan sudah rusak, dari jaman PT Timah dulu,” ujarnya.

Saat ditanya harapannya kepada pemimpin, Aminnur mengatakan yang jelas tidak ada istilah bupati tidak menyuruh atau tidak mencegah kegiatan penambangan.

Baca Juga:  Camat Simpang Renggiang: Pengendara Yang Lewat Posko COVID-19 Perbatasan Tetap Selalu Gunakan Masker

“Otomatis dia (Bupati) berpikir, masyarakat kami ini memang masyarakat nambang. Masih bersyukurlah Beltim ini bisa nambang, jaman ini kan sudah sulit. Ya kalau selagi dapat kita tambang, ya kita tambang,” tuntasnya.***

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.