Pemda Berikan Hak Masyarakat Beltim Untuk Tetap Berjamaah di Masjid

by -
Pemda Jangan Rampas Hak Masyarakat Beltim Untuk Tetap Berjamaah di Masjid

Oleh: Priaditya**

DENGAN adanya edaran dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur, tentang Panduan Ibadah Ramadhan Di Tengah Covid-19, kami lebih menyetujui jika edaran itu berbentuk imbauan, bukan dengan memberikan keputusan untuk meniadakan kegiatan salat berjamaah di masjid, baik itu Salat Tarawih, Salat Jum’at, dan Salat Wajib 5 Waktu.

Kemudian imbauan ini dibarengi juga dengan memberikan panduan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk melaksanakan ibadah salat berjamaah di masjid.

SOP itu diantaranya pembekalan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) untuk melakukan pengamanan dan pendataan pada Jemaah. Adanya aturan untuk penggunaan masker dan menyediakan masker untuk jemaah yang tidak memiliki masker, serta adanya pemeriksaan suhu badan, dan mewajibkan jamaah untuk mencuci tangan sebelum masuk ke area masjid.

Memberikan imbauan dengan dibarengi pembekalan SOP ini lebih bijak ketimbang pemerintah daerah bersikap seolah-olah mau merampas hak Masyarakat Beltim untuk tetap beribadah berjamaah di masjid karena Belitung Timur sampai saat ini masih dalam kriteria Green Zone, bukan termasuk Zona yang telah dinyatakan sebagai Zona yang berbahaya.

Dan, seharusnya Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur juga bisa bersikap adil ketika masyakarakat dilarang salat berjamaah di Masjid, maka kegiatan ekonomi seperti Pasar Ikan, Supermarket, Warung Kopi itu semuanya juga dilarang untuk beroperasi kecuali dengan sistem take away, atau pun sistem COD dengan menggunakan kurir. Karena, kegiatan-kegiatan ekonomi juga tidak kalah berbahaya dalam penularan Pandemi Covid-19 ini.

Kami sarankan Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur untuk tidak terfokus pada ranah ibadah saja. Masih banyak hal-hal yang perlu diperhatikan seperti:

  • Percepatan pengendalian dan sterilisasi terhadap aktifitas keluar masuk penduduk dari dan ke Belitung Timur;
  • Percepatan penyediaan fasilitas kesehatan;
  • Percepatan perlengkapan petugas medis;
  • Percepatan sosialisasi ke masyarakat;
  • Percepatan pembekalan SOP Relawan Desa;
  • Percepatan fasilitas penunjang Relawan Desa;
  • Percepatan kesiapan para Relawan Desa;
  • Percepatan pengendalian terhadap turunnya perekonomian;
  • Percepatan terhadap kesiapan ketahanan pangan;
  • Percepatan pengendalian keamanan akibat turunnya perekonomian masyarakat; dan
  • Percepatan dalam menyiapkan langkah-langkah untuk mengembalikan kondisi perekonomian Masyarakat pasca pandemi Covid-19.

Harapan kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur mau mendengarkan masukan Masyakarat dan mau bekerja sama dengan Masyarakat dan Relawan dalam melawan Pandemi Covid-19 ini.

Kami percaya jika ada kebersamaan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung Timur, Satgas Covid-19, Relawan, dan Masyarakat, kita bisa memenangi “Perperangan” ini.

Hanya dengan bersama, Insya Allah kita bisa. Mari bangun keterbukaan, bangun komunikasi, bangun kepercayaan, bangun optimisme, bangun solidaritas, bangun kebersamaan, mari kita “Perangi” Pandemi ini bersama-sama!

**Aktivis Muda Belitung Timur (Aktif Dalam Organisasi Keagamaan)