Pembelajaran Tatap Muka Khusus Daerah Tak Berinternet, Namun Seizin Ortu

by -
Pembelajaran Tatap Muka Khusus Daerah Tak Berinternet, Namun Seizin Ortu (1)
Guru SD di Beltim saat mengikuti Bimtek pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh siswa khususnya di masa pandemi COVID-19, Senin (1/2/21). Foto: Doc. Diskominfo Beltim.

MANGGAR, JABEJABE.co – Terkait kendala keterbatasan akses perangkat android ataupun jaringan internet bagi siswa sekolah dasar yang ingin mengikuti video pembelajaran dari rumah, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim Alvian menyatakan Dinas Pendidikan memberikan alternatif dengan tetap memperbolehkan pembelajaran tetap muka.

Dinas Pendidikan mensyaratkan proses pembelajaran tatap muka bisa dilakukan di rumah atau sekolah, dengan batas maksimal 5 siswa. Satu sesi pembelajaran pun hanya dibatasi maksimal dua jam.

“Namun untuk pembelajaran tatap muka langsung tetap hanya dikhususkan untuk daerah-daerah yang tidak memiliki akses internet atau siswa yang tidak mempunyai hp android. Kalau di luar itu proses pembelajaran jarak jauh,” tegas Alvian.

Diakuinya masih banyak daerah-daerah terpencil di Kabupaten Beltim yang belum memiliki akses internet yang baik. Bahkan di beberapa tempat ada yang tidak ada blank spot atau tidak ada akses sama sekali.

“Makanya kepada sekolah dan guru kita minta harus lebih pro aktif, terutama jika berada di daerah yang internetnya lemah. Guru-guru bisa datang ke rumah siswa, atau dengan seizin orang tua siswa bisa di sekolah namun dengan syarat adanya pembatasan jumlah dan waktu tadi,” jelas Alvian.

Menurut Alvian, selain kendala jaringan internet, keterbatasan (orang tua) siswa yang memiliki gawai android juga membuat pembelajaran jarak jauh. Meski begitu, Dia menyebut jumlah orang tua siswa yang tidak memiliki relatif sedikit dibandingkan dengan yang memiliki perangkat berbasis android.

“Kita pernah melakukan survei pada 2020 lalu, memang masih ada orang tua siswa yang belum punya hp android meski itu di Kecamatan Manggar. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak, mayoritas orang tua siswa punya,” ungkap Alvian. (*/)