Penusukan di Mirang, Pelayan Kafe Urai Cerita Malam Kejadian

oleh -
Penusukan di Mirang, Pelayan Kafe Urai Cerita Malam Kejadian
Kolase, Kiri: Meja (table) tempat Hs dan rekannya dijamu pada Kamis dini hari terjadinya penusukan. Kolase, Kanan: Kafe tempat terjadinya penusukan di Mirang. Foto: nn/jabejabe.co

Penulis: nn | Editor: sue

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Simpang siur informasi terkait dugaan tindakan penganiayaan atau penusukan di salah satu kafe kawasan Mirang, Manggar, Belitung Timur pada Kamis (10/3/2022) dini hari, membuat media ini melakukan kroscek ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Media ini tiba di TKP, Kawasan Mirang, Jumat (11/3/2022) sekitar pukul 15.30 WIB. Suasana sepi tanpa pengunjung.

Wartawan sempat ingin memesan kopi ke salah satu pekerja wanita di situ, sebut saja Mimin (bukan nama sebenarnya), tapi kata Mimin mereka lagi tutup. Bahkan, lanjut dia, tutupnya hingga tiga bulan ke depan, karena akibat dari terjadinya penusukan kemarin.

Sekeliling area kafe, termasuk di bagian dalam bangunan, tampak tidak dibersihkan. Bahkan, di salah satu meja –bagian kanan depan kafe, terdapat tiga botol kosong minuman pembangkit stamina dan empat bungkus rokok kosong.

Kata Mimin, di situlah kejadian penusukan tersebut. Dan, kondisi meja masih belum dirapikan atau dibiarkan apa adanya untuk kepentingan penyidik Kepolisian.

Mimin pun mulai bercerita bahwa pada Kamis dini hari tersebut atau sekitar pukul 02.00 WIB, kafe tempat ia bekerja sudah mau tutup, karena sudah terlalu larut. Musik yang semulanya agak keras pun sudah dikecilkan volumenya sekira pukul 01.30 WIB.

Di kafe itu ada lima orang pelayan, semuanya perempuan. Seorang dari kelima pekerja ini “menjabat” sebagai mami –semacam koordinatorlah.

Di kafe itu terdapat 11 meja. Enam meja di dalam ruangan sementara dua meja berada di sisi kanan kafe berupa tenda dan tiga meja lainnya di selesar sebelah kiri kafe. Namun, menurut Mimin, di malam itu sepi, tak ada tamu. Hanya dua meja yang terisi, yakni group Mr dan group Hs.

Hs duduk bersama tiga orang temannya di meja depan, sementara Mr juga bersama rekannya di meja bagian dalam, tepatnya di sisi kanan dalam kafe.

Mr sehari-hari merupakan pekerja di kafe tersebut sebagai operator lagu. Namun di malam itu ia sengaja membuka table (Meja) untuk menjamu ketiga rekannya.

Baca Juga:  Karang Taruna Beltim Fasilitasi Pendampingan Kades Anas untuk Medis Lanjutan di Jakarta

Dijelaskan Mimin, siapa pun yang membuka table, artinya mereka adalah tamu yang harus dilayani sebagaimana pengunjung lainnya.

Pada Rabu malam itu, empat dari lima pelayan kafe –termasuk mami, melayani tamu dan ikut mengonsumsi minuman keras.

Namun kata Mimin, si mami yang saat itu menjadi wanita pendamping minum di meja Hs merasa tak tenang, sebab tamu di meja Hs acapkali berbuat tak senonoh. Lalu mami memutuskan untuk pergi dari kafe tersebut.

Sebagai pengganti, tamu di meja Hs meminta agar satu cewek di meja Mr pindah ke meja mereka. Sebelumnya, wanita ini merupakan teman minum Mr di mejanya.

Menurut Mimin, mendekati pukul 02.00 WIB, Mr sempat menghampiri meja Hs, seperti ada yang mau disampaikan oleh Mr kepada wanita yang sebelumnya menemani Mr.

Namun, Mr kemudian tak bisa kembali ke mejanya sebab ditahan Hs dan diminta agar menikmati minuman di mejanya.

Saat itu, pendamping wanita di meja Hs memberikan bon pembayaran senilai 2 jutaan rupiah, namun Hs mengaku hanya memiliki uang sekira 800 ribuan rupiah.

Karena kekurangan uang, Hs pun menawarkan untuk meninggalkan handphone miliknya sebagai jaminan. Namun mendengar ini, Mr yang saat itu ada di meja Hs mengatakan tak boleh ngutang. Hal ini diduga membuat Hs tak senang terhadap Mr.

Ketika itu, Mr sempat mengeluhkan sakit di dada saat terus diminta minum oleh Hs. Menurut penuturan Mimin, saat itu Hs sempat bertanya ke Mr, “Sakit itu (dada) atau sakit ini (tusukan),” ujar Hs -sebagaimana ditirukan Mimin, sembari ia (Hs) memukulkan tangannya (semacam gerakan menusuk) ke arah dada kanan Mr.

Menurut data dari Humas Polres Belitung Timur, aksi penusukan itu terjadi sekira pukul 04.00 WIB dini hari.

Akibat penusukan itu menyebabkan korban Mr mendapatkan luka ukuran 3 x 0,5 cm.

Melihat adanya gerakan tersebut, kemudian Mimin dan rekannya langsung menarik Mr kemudian dibawa ke bagian belakang bangunan kafe.

Sesampainya di dalam, barulah mereka menyadari bahwa dada sebelah kanan Mr sudah berdarah akibat tusukan.

Baca Juga:  Ukur Kinerja ASN dan PPPK, Pemkab Beltim Segera Terapkan E-Kinerja

Mr kemudian diselamatkan oleh teman- temannya dan langsung dibawa ke RSUD Belitung Timur untuk dilakukan tindakan medis.

Setelah melakukan penusukan, Hs langsung melarikan diri. Polisi yang mendapat laporan atas penganiayaan tersebut bergerak cepat dan tidak butuh waktu berapa lama, Kamis (10/3/2022) sekira pukul 12.00 WIB, Tim Panah Sat Reskrim Polres Belitung berhasil mengamankan pelaku Hs serta barang bukti.

Hs kemudian digelandang menuju Polres Belitung Timur untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.*

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.