Pasalnya Omnibus Law, Anggota DPRD Babel Ini Diprotes Anak Kelas 5 SD

by -
Pasalnya Omnibus Law, Anggota DPRD Babel Ini Diprotes Anak Kelas 5 SD (2)
Fijar saat menelepon papanya, Beliadi yang merupakan Anggota DPRD Babel via voice call whatsapp, Rabu (7/10/2020). Foto: Istimewa.

MANGGAR, JABEJABE.co – “Postingan ini adalah kebanggaan sekaligus nasehat untuk kita orang tua. Terima kasih Allah, Engkau telah berikan anak – anak yang sholeh dan kritis,” Tulis Beliadi mengawali status pada akun Facebooknya, Rabu (7/10/2020).

Malam itu, Beliadi yang merupakan anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapat video call (VC) via whatsapp dari si kecil, namanya Fijar, anak kedua Beliadi.

“Saya mendapat pertanyaan yang membuat saya kaget. Dia (Fijar) menanyakan berapa lama lagi papa jadi anggota DPR? Saya pun jawab 4 (empat) tahun untuk periode pertama, jika papa tidak mencalonkan lagi. Jika mencalonkan dan dipilih lagi, bisa nambah 5 (lima) tahun,” kata Beliadi melalui VC.

Lalu, lanjut Beliadi, si kecil bertanya kepadanya apa pekerjaan papanya sebelum kini menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Dulu papa sebelum jadi (kerja) di DPRD kerja apa?” ujar Beliadi menirukan pertanyaan anaknya yang masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar.

Beliadi pun kemudian menjelaskan panjang lebar. Namun situasi kemudian berbalik, Fijar menyebut tidak suka papanya menjadi wakil rakyat, karena digaji rakyat, tapi hak buruh, hak tenaga kerja tidak dibela (perihal Omnibus Law).

“Sekarang sedang ramai di TV dan Youtube, anggota DPR disebut tikus-tikus apa yang dia dak ngerti. Katanya dia malu untuk sekolah, apa motovasi papa jadi wakil rakyat,” ujar Beliadi kembali menirukan pertanyaan bertubi-tubi dari si kecil.

Itu belum seberapa, karena Fijar pun terus nyerocos kepada papanya, apakah dia (Fijar) juga makan uang rakyat?

“Kan papa digaji rakyat, lalu mama dapat uang dari papa, lalu mama ngasih adek uang, lalu mama beli makan pakai uang dari papa, uang itu dari rakyat?” cerocos Fijar sebagaimana dituliskan Beliadi di akunnya.

“Kanapa papa harus digaji rakyat?” tanya Fijar.

Pertanyaan ini diakui Beliadi adalah pertanyaan polos, tapi cukup menampar. Lebih “kejam” lagi, imbuhnya, adek bilang apakah rumah, mobil, baju sekolahnya dan bonsai papa itu uang rakyat? Kali ini kepolosan Fijar benar – benar memukulnya .

“Lalu saya jelaskan dengan panjang lebar. Namu sepertinya dia tidak begitu paham dan dia bilang kenapa papa tidak mengaji rakyat? malah papa yang digaji rakyat,” tanya Fijar beruntun, seketika VC dimatikan tanpa bisa mendapat jawaban dari papanya.

Di akhir tulisannya Beliadi berjanji, jika pulang ke Belitung, ia akan menjelaskan kepada buah hatinya yang cerdas itu, kepada Fijar.

“Nanti papa pulang, papa jelaskan nak. Papa sayang adek kan (dan) abang (Albar Surya Anugrah) yang selalu kritis,” tutup Beliadi. (*/)

Editor: sue