Tak Terima Ibunya Dibentak, Anak Parangi Korban Hingga Terkapar di Campalagian

by -
Tak Terima Ibunya Di Bentak, Anak Parangi Korban Hingga Terkapar di Campalagian
Ilustrasi tindak kekerasan dengan senjata tajam (Net).

SULBAR, JABEJABE.co – Personel gabungan Polres Polman dan Polsek Campalagian yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Syaiful Isnaini didampingi Kapolsek Campalagian Iptu Sukirno, mengamankan pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis parang panjang, di Dusun Palludai, Desa Katumbangan Lemo Kecamatan Campalagian Kabupaten Polman, Rabu (14/4/2021).

Informasi yang dihimpun media, kejadian berawal saat pelaku inisial AL (46 thn) mendengar kabar ibu kandungnya dibentak oleh korban berinisial HJ (22 thn).

Sore hari ketika pelaku mengendarai sepeda motor menuju sawahnya di Dusun Passairang Desa Parappe, Campalagian, ia tiba-tiba melihat korban sementara memarkir motornya. Pelaku pun turun dari sepeda motornya lalu menghampiri korban untuk menanyakan alasan membentak ibunya.

“Kenapa kau teriaki mamaku?” tanya AL, kemudian dijawab korban HJ dengan nada tinggi, “Kenapa memang kalau saya teriaki?”

Tak terima alasan korban, spontan pelaku yang memang menyelipkan parang panjang di pinggangnya, langsung mengayunkan parang tersebut ke arah korban sebanyak dua kali sehingga mengakibatkan korban terkapar.

“Setelah itu warga yang berada di sekitar TKP langsung melerai keduanya dan membawa korban ke Puskesmas Katumbangan,” kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini.

Sementara pelaku AL usai melakukan aksinya kembali ke rumahnya, lalu mendatangi Mapolsek Campalagian untuk menyerahkan diri.

Atas kejadian tersebut, personel Polres Polman mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kemudian melakukan penggalangan terhadap keluarga korban, agar sepenuhnya menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

“Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Polman guna proses penyidikan lebih lanjut.” ujar Syaiful Isnaini.

Korban HJ saat ini masih dalam penanganan Puskesmas Katumbangan, untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.(*/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *