Parak Ikan di Tanjung Binga Dihancurkan Gelombang Tinggi, Ekonomi Nelayan Tersendat

by -
Parak Ikan di Tanjung Binga Dihancurkan Gelombang Tinggi, Ekonomi Nelayan Tersendat (2)
Kondisi terkini Parak Ikan milik nelayan di Tanjung Binga yang hancur akibat gelombang tinggi, Sabtu (16/1/2021). Foto: Ist.

SIJUK, JABEJABE.co – Tingginya gelombang disertai angin kencang yang terjadi beberapa hari yang lalu mengakibatkan puluhan Parak Ikan (Bangunan dari kayu untuk ngenjemur ikan) di kawasan Kampung Nelayan Tanjung Binga, Sijuk Kabupaten Belitung hancur. Sabtu (16/1/2021).

Akibatnya, kerusakan tersebut memberikan dampak yang sangat mempengaruhi Nelayan Tanjung Binga, serta tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya dikarenakan parak ikannya hancur pasca di hantam gelombang tinggi belum lama ini.

Parak ikan tersebut biasanya digunakan untuk menjemur ikan hasil tangkapan untuk kemudian dijadikan ikan asin.

Belum lagi tingginya gelombang yang disertai angin kencang beberapa hari yang lalu membuat beberapa nelayan tidak bisa melaut.

Tak bisa dipungkiri, hancurnya puluhan Parak Ikan di Kampung Nelayan Desa Tanjung Binga ini ditaksir akan banyak mengeluarkan biaya untuk pemulihan atau perbaikan Parak tersebut.

Dengan hancurnya alat usaha akibat gelombang tinggi tersebut, warga setempat berharap Pemerintah Kabupaten Belitung segera merespon dan setidaknya bisa memberikan bantuan.

“Kalau pun memang ada bantuan, kami berterima kasih sekali ke pemerintah, akan tetapi sebaliknya kalau tidak ada bantuan, maka kami agak merasa berat juga harus ngembangun parak ini dari awal, karna tidak sedikit biaya yang akan di keluarkan,” keluh Ibu Pari, salah satu warga yang Parak Ikannya mengalami kerusakan.

Kondisi berat yang dikatakan Ibu Pari bukan tanpa alasan, apalagi masa pamdemi yang dialami masyarakat seperti ini.

Hal yang sama juga dikatakan Sandi warga Kampung Nelayan setempat. Menurutnya akibat kerusakan parak ikan ini sangatlah berdampak pada ekonomi mata pencaharian sehari-hari warga setempat.

“Karena kan ada sebagian warga hanya pekerja harian saja, kalau untuk saat ini tidak bekerja akibat parak hancur,” kata Sandi.

Reporter: Mondox
Editor: sue