Panjat Tower, Anak Ini Hebohkan Warga Aik Serkuk, Ini yang Terjadi 15 Menit Kemudian

oleh -
Panjat Tower, Anak Ini Hebohkan Warga Aik Serkuk, Ini yang Terjadi 15 Menit Kemudian (1)
Kolase: (kiri) Foto anak saat berada di atas tower. (Tengah) Pihak Kepolisian saat mengarahkan si anak agar mau turun dari puncak tower. (Kanan) Si anak saat keluar dari area tower melewati pagar berduri, Senin (22/3/2021). Foto: Mondox/ jabejabe.co

Sempat Hebohkan Warga, Si Anak Diduga Ingin Bunuh Diri

Penulis: Mdx | Editor: Subrata Kampit

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Seorang anak laki-laki berusia 14 Tahun, Sebut saja Kulup, diduga ingin terjun dari atas tower provider di Jalan Aik Serkuk, Desa Air Saga, Kec. Tanjungpandan Kab. Belitung sempat menghebohkan masyarakat, Senin (22/3/2021) kemarin.

Menyadari kondisi tersebut, masyarakat kemudian melapor ke pihak Kepolisian dan menyebutkan bahwasannya salah satu warga sedang berada di atas tower dan diduga ingin melakukan aksi bunuh diri.

Berdasarkan pantauan jabejabe.co di lapangan, usai mendapat laporan tersebut Tim Resmob Polres Belitung tak lama kemudian tiba di lokasi tower di Jalan Aik Serkuk Desa Aik Saga Tanjunpandan.

Di TKP (Tempat Kejadian Perkara), sekira kurang lebih dari 15 menit, Tim Resmob menunggu di area sekitar tower. Kulup kemudian turun dari atas tower dan dibujuk oleh tim Resmob untuk keluar dari area tower.

Setelah berhasil dibujuk keluar melalui pagar berduri, kemudian Kulup diamankan oleh Tim Resmob ke Mapolres Belitung guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Menurut info yang diperoleh jabejabe.co, warga setempat yang tak mau disebutkan namanya mengaku tidak mengenali si anak yang memanjat tiang tower itu, bahkan mereka mendiduga ia ingin melakukan aksi bunuh diri. Warga tersebut juga tidak mengetahui kapan Bujang naik ke atas tower.

“Tidak tahu asalnya dari mana, tiba-tiba sudah ada di atas tower dan buat heboh,” ucap salah satu kepada jebejabe.co.

Apa Motif Si Anak Naik ke Tower?

Kulup yang kini diketahui sudah tak bersekolah enggan menjawab dan lebih banyak diam saat ditanyai. Namun saat dibujuk oleh Bripka Pinky Ajeng Mungaran selaku penyidik, barulah Kulup bersedia menjawab dan menceritakannya.

Kepada penyidik, Kulup menyebutkan di mana ia tinggal dan bersama siapa ia tinggal di Tanjungpandan.

Kulup juga mengaku bahwa dirinya naik ke atas tower provider milik perusahaan swasta tersebut bukan ingin melakukan aksi bunuh diri, melainkan ingin melihat pemandangan dari atas ketinggian.

Baca Juga:  Update Covid-19 Belitung: 32 Orang Terpapar Hari Ini

“Anak ini mengaku bahwa dirinya naik ke atas tower milik perusahaan swasta tersebut bukan ingin melakukan aksi bunuh diri, melainkan ingin melihat pemandangan dari atas ketinggian,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Belitung Bripka Lartha Anggela, S.H., seizin Kasat Reskrim Polres Belitung.

Si anak, tambah Lartha, hanya ingin melawan ketakutannya. “Karna ketakutannya adalah ketinggian (Akropobia), jadi ia hanya ingin melihat-lihat pemandangan dari atas tower saja dan melawan ketakutannya akibat ketinggian,” tukas Bripka Lartha.

Diduga Sering Alami KDRT?

Lebih lanjut saat ditanya Bripka Pinky Ajeng Mungaran, Kulup mengaku sering mengalami kekerasan fisik oleh ibu sambungnya.

Menurut Kulup, setelah ibu kandungnya meninggal dunia, sang ayah kemudian kembali menikah.

Namun demikian, bukannya kasih sayang yang diberikan oleh ibu sambung tersebut, melainkan kekerasan fisik.

“Ia mengakui sering dipukul oleh ibunya (Ibu sambung) saat ayahnya tidak ada,” ujar Bripka Ajeng.

Sebagai tindak lanjut, orang tua Kulup dipanggil ke Mapolres dan dilakukan mediasi. Saat ini Kulup sudah dikembalikan ke keluarganya.

Walaupun sudah dikembalikan ke orang tua, menurut Bripka Ajeng, Kulup saat ini masih dalam pantauan Unit PPA Polres Belitung.**

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *