Pangkalpinang

by -
Pangkalpinang
Kantor Walikota Pangkalpinang. Foto: Istimewa.

Profil Kotamadya Pangkalpinang Belitung

Geografi dan Iklim

JABEJABE.co – Pangkalpinang merupakan nama Kotamadya dan juga ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pangkalpinang memiliki luas wilayah 104,405 kilometer persegi.

Apabila dibandingkan dengan wilayah Provinsi, luas wilayah Kota Pangkalpinang hanya sebesar 0,72 persen dan merupakan wilayah kota/kabupaten terkecil di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
 

 
Secara astronomis, Pangkalpinang terletak antara 02 03’-02 10’ Lintang Selatan dan 106 02’-106 12’ Bujur Timur. Sedangkan berdasarkan posisi geografis, Kota Pangkalpinang memiliki batas-batas: Sebelah Utara dan Barat berbatasan denga Kabupaten Bangka; Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bangka Tengah; dan sebelah Timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan.

Pada tahun 2020, temperatur udara rata-rata wilayah Pangkalpinang sekitar 27,10 celsius, dan kelembaban udara rata-rata sebesar 83. Kemudian lama penyinaran matahari pada tahun 2020 sebesar 47,4 persen. Tekanan udara rata-rata yaitu 1005,6 milibar. Rata-rata kecepatan angin pada tahun 2020 yaitu 2,5 m/s.

Pemerintahan

Kota Pangkalpinang dikepalai seorang Walikota yang secara administratf dibantu oleh Wakil Walikota dan Sekretaris Daerah yang membawahi tga orang Asisten. Sampai dengan akhir tahun 2020 wilayah Kota Pangkalpinang terdiri dari 42 Kelurahan yang tersebar di 7 (Tujuh) kecamatan.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Pangkalpinang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2018-2023, Kota Pangkalpinang mempunyai visi yaitu mewujudkan kota Pangkalpinang sebagai kota senyum (Sejahtera, Nyaman, Unggul dan Makmur).

Adapun misi Kota Pangkalpinang yakni menanggulangi kemiskinan, menanggulangi banjir, menang pelayanan, menang sumber daya manusia dan menang pembangunan.

Seiring waktu, serta dalam rangka menyelenggarakan amanat Permendagri No. 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Raperda Tentang RPJPD dan RPJMD serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD, tahapan penyempurnaan atas misi tersebut dilakukan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Namun demikian, penyempurnaan tersebut tidak mengubah substansi dari misi awal.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Kota Pangkalpinang pada tahun 2020 terdiri atas 9 (Sembilan) partai dengan jumlah anggota sebanyak 30 orang yang terdiri dari 27 laki-laki dan 3 (Tiga) perempuan.

Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) daerah di lingkungan Pemerintahan Kota Pangkalpinang pada tahun 2020 sebanyak 2.993 orang yang terdiri dari 18 orang golongan I, 399 orang golongan II, 2.027 orang golongan III dan 549 orang golongan IV.

Kependudukan dan Ketenagakerjaan

Jumlah penduduk kota Pangkalpinang berdasarkan hasil sensus penduduk 2020 yaitu sebesar 218.569 orang dengan laju pertumbuhan 2010-2020 sebesar 2,19 persen. Rasio jenis kelamin di Kota Pangkalpinang sebesar 103,30.

Kecamatan Gerunggang memiliki jumlah penduduk paling banyak dibandingkan kecamatan lain di Pangkalpinang. Namun yang memiliki angka kepadatan penduduk paling tinggi dan mencapai 7.112 penduduk per kilometer persegi yaitu Kecamatan Rangkui. Secara umum, kepadatan penduduk di kota Pangkalpinang adalah 1.846 orang per kilometer persegi.

Jumlah penduduk Kota Pangkalpinang usia 15 tahun ke atas atau yang termasuk Penduduk Usia Kerja (PUK) pada tahun 2020 sebanyak 161.793 orang (hasil Survei Angkatan Kerja Nasional [Sakernas], 2020). Sebesar 62,37 penduduk angkatan kerja (bekerja dan/atau mencari kerja).

Tingkat Partsipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kota Pangkalpinang tahun 2020 sebesar 62,37 persen, artinya sebesar 62 persen penduduk usia kerja aktif secara ekonomi. Adapun tingkat pengangguran terbuka untuk Kota Pangkalpinang di tahun yang sama adalah sebesar 6,93 persen. Hal ini menunjukkan bahwa dari 1000 penduduk yang termasuk angkatan kerja, secara rata-rata terdapat 69 orang diantaranya pencari kerja.

Sosial dan Kesejahteraan Rakyat

Di sektor pendidikan, rasio antara murid dan guru dapat dipergunakan untuk melihat rata-rata muatan satu guru mengajar murid. Pada tahun ajaran 2020/2021 rasio murid Sekolah Dasar (SD) terhadap jumlah guru sebesar 18,85, berarti guru di Kota Pangkalpinang rata-rata mengajar 18-19 murid.

Sumber daya manusia yang berkualitas, sehat secara jasmani dan rohani menjadi modal dasar dalam pelaksanaan pembangunan. Fasilitas dan kualitas pelayanan kesehatan yang baik menjadi kebutuhan dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Di sektor kesehatan, Kota Pangkalpinang memiliki Rumah Sakit (RS) sebanyak 6 (Enam) unit terbagi menjadi 1 (Satu) RS umum pemerintah dan 5 (Lima) RS umum swasta. Puskesmas dan puskesmas pembantu sudah menjangkau kecamatan, tapi tenaga medis yang tersedia dirasa masih kurang. Penyebaran sarana penunjang kesehatan masih terkelompok di wilayah tertentu.

Di bidang agama, penduduk Kota Pangkalpinang merupakan masyarakat yang beragama. Tempat peribadatan agama di Kota Pangkalpinang ada sebanyak 96 mesjid, 58 mushola, 10 gereja protestan, 3 (Tiga) gereja katolik, 14 vihara, dan 1 (Pura) pura.

Pertanian, Kehutanan, Peternakan, dan Perikanan

Berdasarkan data hasil Statistik Pertanian Hortikultura, tanaman sayuran semusim yang terdapat di Pangkalpinang untuk tahun 2020 diantaranya adalah cabai besar, cabai rawit, kacang panjang, kangkung, ketimun, petsai dan terung.

Di antara tanaman sayuran tersebut yang produksinya paling banyak adalah ketimun, di mana produksinya mencapai 306 kuintal dengan luas panen 8 hektar.

Pada tahun 2020, tanaman komoditas biofarmaka menghasilkan atau produksi paling banyak diantaranya laos/lengkuas, di mana produksinya mencapai 19.889 kilogram dengan luas panen 4.996 meter persegi.

Kemudian untuk sektor peternakan, secara umum populasi ternak di Kota Pangkalpinang tahun 2020 menurut jenis ternak dengan populasi terbanyak di Kota Pangkalpinang adalah babi, yaitu berjumlah 1.500 ekor.

Sementara itu untuk sektor perikanan, volume perikanan tangkap tahun 2020 sebesar 1.099,30 ton dengan nilai produksi sebesar 39.434.235.000 rupiah. Produksi perikanan tangkap lebih kecil dibandingkan perikanan budidaya.

Industri, Pertambangan, dan Energi

Pembangkit Listrik Negara (PLN) Kota Pangkalpinang tahun 2020 memiliki daya terpasang sebanyak 174.210.526 VA. Selain itu pada tahun tersebut juga memproduksi listrik sebesar 486. 911.903 KWh. Sementara itu listrik yang terjual sebesar 468.947.820 KWh dengan nilai susut/ hilang sebesar 17.898.435 KWh.

Pada sektor industri, pembangunan di sektor ini merupakan upaya untuk meningkatkan nilai tambah dan menunjang pembangunan daerah. Pada tahun 2020 terdapat 23 unit perusahaan yang termasuk dalam kategori Industri Besar dan Sedang. Tujuh diantaranya bergerak di bidang industri makanan dan minuman serta menyerap 473 tenaga kerja.

Selain itu, banyak pula yang bergerak di bidang industri logam dasar, yaitu 5 (Lima) perusahaan dengan total tenaga kerja sebanyak 715 orang.

Apabila dilihat berdasarkan kecamatan, jumlah perusahaan untuk jenis industri besar dan sedang paling banyak terdapat di kecamatan Bukit Intan, yaitu sebanyak 14 perusahaan dengan 1.501 tenaga kerja.

Pariwisata

Guna mendukung sektor pariwisata yang berkembang di Kota Pangkalpinang, diperlukan ketersediaan sarana akomodasi yang memadai. Hingga tahun 2020 terdapat 43 hotel yang terdiri dari 20 hotel/akomodasi bintang dan 23 hotel non bintang.

Walaupun jumlah hotel bintang lebih sedikit dari non bintang, tetapi kamar pada hotel bintang lebih banyak dari hotel non bintang yaitu 1.010 kamar. sedangkan non bintang 487 kamar.

Selain hotel restoran/rumah makan pun memiliki peran penting dalam hal pariwisata. Pada tahun 2020 jumlah restoran/rumah makan yang mendapatkan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) ada sebanyak 23 usaha. Kecamatan Tamansari mempunyai jumlah terbanyak usaha yang mendapatkan TDUP pada tahun 2020.

Transportasi dan Komunikasi

Transportasi merupakan salah satu faktor penting dalam memperlancar kegiatan perekonomian. Oleh karena itu, jalan sebagai prasarana utama dalam perhubungan darat harus diperhatkan kondisi dan penggunaannya.

Pada tahun 2020 di Kota Pangkalpinang terdapat jalan sepanjang 403 kilometer, di mana 97,27 persen dari total jalan sudah dilapisi aspal. Sedangkan sisanya, atau sekitar 2,73 persen merupakan jalan tanah. Berdasarkan kondisi jalan, 91,81 persen dikategorikan baik, 1,24 persen dikategorikan sedang, 4,47 persen dikategorikan rusak, sedangkan persen 2,73 persen sisanya dalam keadaan rusak berat.

Berdasarkan data dari Kantor Pos Pangkalpinang, terdapat kantor pos pembantu sebanyak 3 (Tiga) kantor. Kantor pos pembantu tersebut berada di Kecamatan Bukit Intan, Kecamatan Girimaya dan Kecamatan Gabek.

Perbankan dan Koperasi

Jumlah koperasi di Kota Pangkalpinang pada tahun 2020 mencapat 65 unit. Untuk jumlah anggota koperasi di Kota Pangkalpinang mengalami penurunan dari 18.446 orang pada tahun 2019 menjadi 17.830 orang pada tahun 2020.

Dengan melihat jumlah anggota koperasi yang menurun, maka berpengaruh kepada jumlah sisa hasil usaha. Pada tahun 2020, jumlah sisa hasil usaha pada tahun 2020 yaitu sebesar 6.583 (juta rupiah) menurun dari tahun 2019 yaitu sebesar 9.129 (juta rupiah).

Jika dilihat dari jenis koperasi, jumlah terbanyak di Kota Pangkalpinang pada tahun 2020 yaitu jenis Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) sebanyak 31. Untuk jenis koperasi yang paling sedikit yaitu KUD sebanyak 1 (Satu).

Perdagangan

Pasar tradisional atau disebut sebagai pasar rakyat merupakan wadah yang secara langsung dapat dimanfaatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan hasil pertanian, perkebunan, maupun industri rumah tangga lainnya sehingga dapat memaksimalkan potensi wilayah terkait. Pada tahun 2020, jumlah pasar tradisional di Kota Pangkalpinang yaitu sebanyak 5 (Lima) pasar.

Seiring berkembangnya pusat perbelanjaan dan toko swalayan, pasar rakyat menghadapi tantangan terutama dari sisi sarana dan prasarana. Hal ini terlihat dari jumlah pasar modern semakin meningkat dibandingkan pasar tradisional. Tentu saja ini salah satunya dipengaruhi oleh faktor pusat perbelanjaan dan toko swalayan, yang menawarkan kenyamanan fasilitas.

Secara umum lebih banyak usaha mikro yang berkembang di Kota Pangkalpinang dibandingkan usaha kecil maupun menengah. Persentase usaha mikro pada tahun 2020 sebanyak 58,26 persen, usaha kecil sebanyak 39,19 persen dan usaha menengah hanya 2,55 persen.***

Referensi

Kota Pangkalpinang dalam Angka 2021 (2021, 26 Februari) Badan Pusat Statistik Kota Pangkalpinang, diakses melalui https://pangkalpinangkota.bps.go.id/publication/2021/02/26/50aef9d95910393f4c5d5d96/kota-pangkal-pinang-dalam-angka-2021.html pada tanggal 27 Maret 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *