Pertamina Sidak, Pangkalan Terindikasi Timbun Ribuan Tabung Elpiji? Begini Penjelasan Agen

by -
Pertamina Sidak, Pangkalan Timbun Ribuan Tabung Elpiji 3 Kg di Gatot Subroto Tanjungpandan (2)
Foto Insert Kiri: Gedung PT. BP yang terletak di Jalan Sudirman Tanjungpandan. Foto Insert Tengah: Ribuan tabung gas elpiji 3 kilogram yang terdapat di gudang Pangkalan Afa. Foto Insert Kanan: Proses pemindahan tabung gas elpiji yang sudah diangkut dari Gudang Afa untuk dipindahkan ke Gudang PT.BP. Foto: Mondox/ jabejabe.co

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Sejumlah 2240 tabung gas elpiji 3 kilogram yang terindikasi penimbunan ditemukan pihak PT. Pertamina Subagsel Region IV Sumsel – Babel di Jalan Gatot Subroto Paal Satu Tanjunpandan Belitung, Sabtu (13/2/2021).

Terkait hal ini, Sales Brand Manager (SBM) Pertamina, Mohammad Agung Afrizal mengatakan adanya indikasi dan pelaporan gas elpiji 3 kilogram subsidi disimpan dan ditimbun di sebuah gudang Non Agen dan Non PSO di tempat tersebut.

Dikatakan Agung, ribuan gas elpiji 3 kilogram yang diduga milik Afa ini belum disalurkan. Menurutnya tidak diperbolehkan menampung gas elpiji 3 kilogram bersubsidi kalau itu bukan agen.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa Afa hanya memiliki izin pangkalan saja bukan agen. Indikasi itulah membuat pihak Pertamina langsung melakukan sidak dan pengecekan ke lokasi itu. Dan setelah dicek, ditemukan sebanyak tiga mobil pengangkut gas elpiji 3 kilogram yang masih belum disalurkan ke masyarakat.

“Karna itu merupakan tanggung jawab kami kepada mitra. Jadi, agen ini adalah mitra kami, mitra pertamina dalam menyalurkan LPG PSO kepada masyarakat,” jelasnya.

Adapun ribuan tabung gas elpiji 3 kilogram tersebut akhirnya dikembalikan ke PT. Belitung Petrosindo (BP)  Agen gas elpiji 3 kilogram di Jalan Sudirman, sebagai bentuk penyaluran yang benar.

“Kita pastikan bahwa Agen PT. BP ini menyalurkan pangkalan di bawahnya,” tegasnya.

Harapan Agung, jika penyaluran dilakukan dengan benar, nantinya masyarakat akan mendapatkan harga sesuai HET yaitu Rp. 15.900,-.

Kemudian saat disinggung masalah sanksi penimbunan, Agung mengatakan pihaknya akan mempelajari dari perjanjiannya terlebih dahulu.

“Untuk itu agar mengembalikan ini ke gudang agen dan nantinya agen akan menyalurkan ke pangkalan, sehingga masyarakat akan menerimanya dengan benar dan ini haknya masyarakat,” ujar Agung.

Dijelaskan Agung, Agen Elpiji-PSO adalah pihak yang masuk dalam jaringan distribusi Pertamina yang memiliki kegiatan memasarkan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram kepada masyarakat berdasarkan kuota yang diberikan Pemerintah.

“Sementara ini kita akan mempelajari perjanjian dulu, setelah itu kita akan melakukan surat teguran atau sanksi,” kata Agung.

Sementara itu Manager Operasional PT. BP, Tri Yunardi menyangkal bahwa pihaknya melakukan penimbunan.

“Afa ini pangkalan PT.BP dan juga agen kapal yang bawa muatan kita. Penimbunan tidak benar, itu kita titip sementara untuk kita hitung ulang dikarenakan ada muatan yang dibuang dikarenakan kapal bocor,” jelas Tri.

Bukan hanya di Gudang Afa, tabung gas elpiji 3 kilogram ini juga mereka titip di rumah sopir di Pilang.

“Dan kita juga semalam sudah konfirmasi ke pihak Pertamina untuk pengosongan kapal dan posisi tabung, sebelum pagi ini dilakukan sidak oleh pertamina,” ujarnya.

Dijelaskan Tri, total yang disidak itu diantaranya 560 tabung pangkalan Afa, 560 milik pangkalan Vania Vabela dan 1120 sisanya tabung titipan PT BP.

“Kita tetap suplai pangkalan sesuai kuota. Kalo kuota tabung 560 kita antar segitu juga,” ujar Tri.

Adapun alasan penempatan tabung-tabung gas tersebut dari kapal langsung ke pangkalan (Tanpa masuk ke gudang agen) menurut Tri untuk mempersingkat waktu supaya bisa segera disalurkan.

“Titipan sementara, bukan penimbunan, dikarnakan kita mau segera pengosongan kapal malam kemaren. Jadi, mau tidak mau kita cari tempat yang terdekat dan teraman,” jelasnya.