Sukses Panen Perdana Program Ketahanan Pangan, Lanud ASH Lepas 1500 Bibit Nila

oleh -
Sukses Panen Perdana Program Ketahanan Pangan, Lanud ASH Lepas 1500 Bibit Nila (2)
Panen perdana Program Ketahanan Pangan Lanud ASH, Selasa (2/3/2021). Foto: Ist. Doc. Lanud ASH.

BELITUNG, JABEJABE.co – “Apa yang kau tanam, itulah yang kau tuai”, demikian ungkapan yang pantas disematkan atas kerja keras Lanud H. AS Hanandjoeddin dalam membina Program Ketahanan Pangan.

Bagaimana tidak, usaha atau pun program ketahanan pangan yang sudah dilaksanakan beberapa bulan lalu kini saatnya menuai hasil panen perdana berupa jagung manis, pepaya, pisang, ubi jalar, serta berbagai varietas lainnya yang kaya manfaat.

Selain panen, kali ini Danlanud H.AS Hanandjoeddin (ASH) Letkol Nav Rudy Hartono, S.T.M.Han, yang didampingi Ketua Pia Ardhya Garini Cab 11/D.I Ingrid Rudy Hartono melepaskan 1500 ekor bibit ikan nila di Area Kolam Pemancingan Segaran Angkasa Lanud H.As Hanandjoeddin, Selasa (2/3/2021).

Menurut Danlanud Rudy, kegiatan panen bersama dan pelepasan bibit ikan ini adalah program pembinaan ketahanan pangan Lanud ASH pada Tahun 2021.

“Program pembinaan ketahanan pangan ini adalah bagian dari Strategis TNI dalam menjaga kebutuhan pangan di Tanah Air, khususnya di masa pandemi Covid-19,” ujar Danlanud Rudy.

Dijelaskannya dalam beberapa bulan terakhir Lanud ASH menanam jenis tanaman hortikultura dengan cara memanfaatkan lahan kosong di area lingkungan kerja.

Sebagaimana diketahui, tanaman hortikultura adalah tanaman yang dibudidayakan di kebun dengan beberapa macam tanaman. Adapun dua dari empat jenis hortikultura adalah rutikultura (Tanaman buah), dan olerikultura (Tatanaman sayur).

“Alhamdulillah, kegiatan menanam tanaman hortikultura yang pertama berjalan sesuai yang diharapkan,” ujar Danlanud Rudy.

Alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) 2001 ini berharap semoga gerakan menanam tanaman hortikultura ini bisa menjadi motivasi serta diikuti masyarakat.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *