Panduan Mudah Shalat Idul Fitri di Rumah Sehubungan dengan Pandemi COVID 19 dan Larangan Berjamaah

oleh -
Panduan Mudah Shalat Idul Fitri di Rumah Sehubungan dengan Pandemi COVID 19 dan Larangan Berjamaah (1)
Ilustrasi (net)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

SHALAT Idul Fitri hukumnya sunnah mu‘akkadah artinya shalat sunnah yang sangat dianjurkan atau sangat ditekankan untuk dilaksanakan. Disunnahkan untuk dilakukan secara berjama’ah, namun dapat juga dilakukan sendiri-sendiri.

Dalam kondisi darurat Covid-19 seperti sekarang ini, Shalat Idul Fitri dapat dilakukan secara berjama’ah atau sendiri-sendiri di rumah masing-masing.

Sebelum shalat disunnahkan memperbanyak takbir, sambil menunggu waktu shalat Idul Fitri dilaksanakan yaitu jam 7 pagi.

Shalat Idul Fitri berjama’ah di rumah dipimpin oleh seorang Imam dengan syarat harus laki-laki dan sudah baligh (dewasa) misalnya, oleh suami atau bapak atau anak laki-laki.

Posisi makmum laki-laki dan perempuan tidak boleh berada dalam satu shaf, walaupun mereka berstatus mahram (misalnya, saudara kandung, atau anak dan orang tua).

Jika makmumnya ada 3 orang 1 laki-laki dan 2 perempuan, maka posisi makmum laki-laki berada di sebelah kanan imam dengan jarak shaf sekitar satu jengkal dari shaf imam; dan posisi makmum perempuan berada di belakang shaf makmum laki-laki.

Jika makmumnya ada 4 orang atau lebih 2 laki-laki dan 2 perempuan atau lebih, maka posisi makmum laki-laki tepat berada di belakang shaf imam; dan posisi makmum perempuan berada di belakang shaf makmum laki-laki.

Setelah shalat (jika berjama’ah), dianjurkan untuk menyampaikan khutbah 2 kali yang sifatnya ringan saja, jika tidak mampu tidak mengapa.

Khutbah Idul Fitri dapat dilakukan oleh Imam atau oleh makmum, dengan syarat harus laki-laki dan sudah baligh (dewasa).

Pelaksanaan Shalat Idul Fitri

Dilaksanakan pada jam 7 pagi, dan jumlahnya 2 raka’at.

Raka’at pertama ada 7 kali takbir (selain takbir pada takbiratul ihram), artinya takbiratul ihram tidak dihitung dalam hitungan 7 kali. Dengan demikian, jumlah keseluruhan takbir pada raka’at pertama adalah 8 kali yaitu Takbiratul Ihram + 7 kali takbir.

Raka’at kedua ada 5 kali takbir (selain takbir ketika bangun dari sujud raka’at pertama), artinya takbir ketika bangun dari sujud raka’at pertama tidak dihitung dalam hitungan 5 kali. Dengan demikian, jumlah keseluruhan takbir pada raka’at kedua adalah 6 kali yaitu Takbir ketika bangun dari sujud + 5 kali takbir.

Tidak perlu ada muazzin atau bilal.

Cukup dimulai dengan ucapan Imam : ASSHOLAATA JAAMI’AH

Makmum menjawab dengan ucapan :
LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

Selanjutnya, shalat dipimpin oleh imam dan diikuti oleh makmum.

Baca Juga:  Keutamaan Membaca Ayat Kursi, Salah Satunya Membukakan Pintu Rezeki

RAKA’AT PERTAMA

Membaca Takbiratul Ihram sambil mengangkat tangan dan mengucapkan ALLAAHU AKBAR disertai dengan niat.

Lafaz niat untuk IMAM:

USOLLI SUNNATA ‘IDIL FITRI ROK’ATAINI IMAAMAN LILLAAHI TA’AALAA

Atau cukup dengan artinya yang diucapkan dalam hati ketika takbiratul ihram : Aku niat shalat sunat ‘Idul Fitri dua raka’at menjadi imam karena Allah Ta’ala.

Lafaz niat untuk MAKMUM :

USOLLI SUNNATA ‘IDIL FITRI ROK’ATAINI MAKMUMAN LILLAAHI TA’AALAA Atau cukup dengan artinya yang diucapkan dalam hati ketika takbiratul ihram: Aku niat shalat sunat ‘Idul Fitri dua raka’at menjadi makmum karena Allah Ta’ala

Membaca Do’a Iftitah
Takbir 7 kali (sambil mengangkat tangan) untuk RAKA’AT PERTAMA

Setiap setelah bertakbir (setelah takbir yang ke 1 sampai 6), lalu membaca tasbih yaitu : SUBHANALLAH… WAL HAMDU LILLAH… WA LAA ILAAHA ILLALLAH… WALLOHU AKBAR.

Setelah takbir ke 7 tidak perlu membaca tasbih lagi.

Imam membaca SURAT AL FATIHAH harus dibaca karena merupakan rukun shalat. Setelah itu, membaca surat (jika mampu, dan jika tidak mampu maka langsung ruku’).

Surat yang dibaca pada raka’at pertama adalah surat Al Kafirun QUL YAA AYYUHAL KAAFIRUUN atau surat (dalam Al Qur’an) apa saja yang mudah Jika mampu, boleh membaca surat Al A’la *SABBIHIS MA ROBBIKAL A’LAA

Selanjutnya ruku’, bangun dari ruku’, sujud pertama, bangun dari sujud, kemudian sujud kedua, lalu bangun dari sujud sambil membaca takbir untuk melaksanakan raka’at kedua.

RAKA’AT KEDUA

Takbir 5 kali (tidak perlu mengangkat tangan) untuk RAKA’AT KEDUA.

Setiap setelah bertakbir (setelah takbir yang ke 1 sampai 4), lalu membaca tasbih yaitu : SUBHANALLAH… WAL HAMDU LILLAH… WA LAA ILAAHA ILLALLAH… WALLAHU AKBAR.

Setelah takbir ke 5 tidak perlu membaca tasbih lagi.

Imam membaca SURAT AL FATIHAH harus dibaca karena merupakan rukun shalat. Setelah itu, membaca surat (jika mampu, dan jika tidak mampu maka langsung ruku’).

Surat yang dibaca pada raka’at pertama adalah surat Al Ikhlas QUL HUWALLAHU AHAD … atau surat (dalam Al Qur’an) apa saja yang mudah. Jika mampu, boleh membaca surat Al Ghasyiyah HAL ATAAKA HADIITSUL GHOSYIYAH….

Baca Juga:  KONI Beltim Akan Bantu Atlet Yang Ekonominya Terdampak Pandemi COVID-19

– Selanjutnya ruku’, bangun dari ruku’, sujud pertama, bangun dari sujud, sujud kedua, lalu tahiyyat dan salam untuk mengakhiri raka’at kedua.

Shalat telah selesai, dilanjutkan dengan 2 kali khutbah yang ringan (dibaca saja teks khutbahnya di bawah).

Pelaksanaan Khutbah Idul Fitri

Khutbah Idul Fitri boleh dilakukan oleh Imam atau makmum dengan syarat harus laki-laki dewasa (baligh).

Khatib harus dalam keadaan suci dan tidak batal wudhunya.

Berdiri jika mampu
Mengucapkan salam Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Tatacara khutbah pertama
Membaca takbir 9 kali ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR… 9 kali.
Membaca hamdalah ALHAMDU LILLAAHI ROBBIL ‘ALAMIIN
Membaca shalawat Nabi ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD.

Berwasiat takwa ITTAQULLOOH… ITTAQULLOOH… (dibacakan maksud artinya
yaitu : MARILAH KITA SAMA SAMA MENINGKATKAN TAKWA KEPADA ALLAH…
Membaca satu ayat dari Al-Qur’an
ISI MATERI KHUTBAH yang ringan… (contohnya ada di bawah).

– Setelah khutbah pertama selesai, duduk disunnahkansebentar kira-kira seukuran waktu
membaca Surat Al Ikhlas (Qulhu).

Tatacara khutbah kedua
Membaca takbir 7 kali ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR… 7 kali
Membaca hamdalah ALHAMDU LILLAAHI ROBBIL ‘ALAMIIN
Membaca shalawat Nabi ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD

Berwasiat takwa ITTAQULLAAH… ITTAQULLAAH… (dibacakan maksud artinya
yaitu : MARILAH KITA SAMA SAMA MENINGKATKAN TAKWA KEPADA ALLAH…

Membaca doa untuk kaum muslimin ALLAHUMMAG FIR LIL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT WAL MUKMININA WAL MUKMINAT…
Boleh juga ditambah dengan doa untuk kebaikan dunia akhirat RABBANAA AATINAA FID DUNYAA HASANAH WAFIL AAKHIROTI HASANAH WAQINAA ‘AZAABANNAAR.

Lalu ditutup dengan shalawat Nabi dan salam.

Khutbah selesai.

Contoh Pertama Idul Fitri

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Allohu Akbar… 9x
Allohu Akbar kabiiroo… wal hamdu lillahi kasiiroo… wa Subhanallohi bukrotaw wa ashiilaa.
Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin.
Allohumma Sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad, wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad.
Ammaa Ba’du
Fa yaa ayyuhal mukminuun… Ittaqulloh… Ittaqulloha haqqo tuqootih…!
Marilah sama-sama kita meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt dengan sebenar-
benarnya, semoga Allah jadikan kita hambaNya yang bertakwa yang dijanjikan denganbsurga
yang penuh kenikmatan.

Hadirin yang dimuliakan Allah…!
Allah Swt telah berfirman dalam Al Qur’an surat Ibrahim ayat 7 :
LA IN SYAKARTUM LA AZIIDANNAKUM… WA LA IN KAFARTUM… INNA ‘AZAABII LASYADIID
Artinya, jika kamu bersyukur atas nikmatKu kepadamu, maka pasti akan Aku nikmatKu kepadamu. Tapi sebaliknya, jika kamu mengingkari nikmat-nikmatKu, kata Allah… maka ingatlah, sungguh azab atau siksaanku sangatlah pedih.

Baca Juga:  Babinsa Membalong Turun ke Toko-toko Antisipasi Lonjakan Harga di Masa Pandemi Covid-19

Oleh karena itu, di saat yang berbahagia ini kita patutlah bersyukur atas nikmat-nikmat Allah yang begitu banyak kepada kita selama ini, terutama nikmat saat kita berpuasa dan beribadah sebulan penuh di bulan Ramadhan, meskipun tahun ini kita dalam kondisi darurat Covid-19, namun Allah tetap Mencurahkan nikmatNya, sehingga kita dapat berlebaran di hari ini dalam keadaan sehat wal afiat.

Bersyukurlah.. karena Allah masih berikan kita nikmat hidup dalam kesehatan, nikmat kesehatan dalam keimanan, dan nikmat iman dalam ketaqwaan. Ini semua merupakan nikmat yang sangat besar dan tidak akan sanggup kita membalasnya.

Semoga dengan mensyukuri nikmat-nikmat tersebut, Allah Swt akan terus menambahkan nikmatNya kepada kita semua.

Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.
BAA ROKALLOHU LII WA LAKUM BIL QUR’AANIL ‘AZHIIM…
INNALLOHA GOFUURUR ROHIIM…

Duduk sebentar sambil membaca shalawat Nabi 3 x
Setelah itu, berdiri lagi untuk melaksanakan khutbah kedua.

Contoh Khutbah Kedua Idul Fitri

Allohu Akbar… 7x
Allohu Akbar kabiiroo… wal hamdu lillahi kasiiroo… wa Subhanallohi bukrotaw wa ashiilaa.
Alhamdulillahi Robbil ‘Alamiin.
Allohumma Sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad, wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad.
Ammaa Ba’du
Fa yaa ayyuhal mukminuun… Ittaqulloh… Ittaqulloha haqqo tuqootih…!
(selanjutnya membaca doa)
ALLOHUMMAG FIR LIL MUSLIMINA WAL MUSLIMAT WAL MUKMININA WAL MUKMINAT…
AL AH YAA ‘I MINHUM WAL AM WAAT
ROBBANAA AATINAA FID DUN YAA HASANAH WAFIL AAKHIROTI HASANAH… WAQINAA
‘AZAABAN NAAR.
WA SHOLLALLOHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ‘ALAA AALIHI WA SOHBIHI AJ
MA ’IIN
WAL HAMDU LILLAAHI ROB BIL ‘AALAMIIN.

Wassalamua’alaikum wa rahmatullohi wa barakaa tuh

Semoga bermanfaat,
Manggar, 13 Mei 2020
Sadi Suharto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *