Terdesak Biaya ke Belitung Buat Nikah, Pria Ini Palsukan 11 Surat PCR RS Utama

by -
Terdesak Biaya ke Belitung Buat Nikah, Pria Ini Palsukan 11 Surat PCR RS Utama
Pria berinisial NFN (Duduk) saat ditanyai petugas terkait dugaan pemalsuan sebelas Surat PCR RS Utama. Foto: Ist.

Dari Alamat di Kop Surat, Ttd Petugas, Ttd Dokter hingga Stempel, Semuanya Palsu

Penulis: mdx | Editor: su3

BELITUNG, JABEJABE.co – Terdesak biaya ke Belitung untuk melangsungkan pernikahan, seorang pria 29 tahun asal Kec. Antapani Kota Bandung dengan inisial NFN, nekad memalsukan dokumen surat Polymerase Chain Reaction (PCR).

Kasat Reskrim Polres Belitung, Iptu Edi Purwanto mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan terkait adanya dugaan tindak pidana pemalsuan surat PCR di Bandara H.AS Hanandjoeddin yang terjadi pada Senin (6/9/2021) sekira pukul 07.47 WIB.

Lebih lanjut dijelaskan Iptu Edi, Pelapor mendapat informasi bahwa dugaan pemalsuan PCR tersebut awalnya diketahui dari analis labor. Pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar udara H.A.S Hanandjoeddin selaku pihak yang memverifikasi data hasil PCR menanyakan benar tidaknya pihak Rumah Sakit (RS) Utama telah mengeluarkan Hasil PCR atas nama Jojo Suparjo dan kawan-kawan.

“Setelah itu pihak RS. Utama melakukan pengecekan data pasien, ternyata pasien tersebut tidak terdaftar di RS. Utama untuk melakukan Tes PCR,” ujar Iptu Edi.

Kemudian pada saat pihak RS. Utama melakukan penyesuaian data hasil PCR tersebut, lanjut Iptu Edi, terdapat beberapa kejanggalan, yaitu format hasil PCR berbeda dengan yang dikeluarkan oleh RS. Utama.

“Alamat di Kop Surat, Tanda Tangan Petugas, Tanda Tangan Dokter, dan Stempel hasil tersebut berbeda atau palsu,”ungkapnya.

Terkait motif pelaku dalam tindak pidana pemalsuan ini, menurut Iptu Edi saat akan melaksanakan pernikahan ke Belitung pada tanggal 4 September 2021, pelaku beserta 10 orang lainnya menggunakan PCR asli.

“Saat masih di Bandung (Sebelum berangkat ke Belitung), pelaku membuat dokumen pendukung (PCR) untuk melakukan keberangkatan dari Belitung ke Jakarta dan digunakan untuk kembali ke Bandung dengan cara mencari di internet dengan alamat www.rs-utama.com,” jelasnya.

Setelah menemukan contoh dokumen tersebut, pelaku membuat sendiri melalui handphone, setelah itu di-print out, dicap, serta tanda tangan pihak yang bersangkutan (RS.Utama) dibuat pelaku sendiri.

Guna penyelidikan lebih lanjut, pihak Kepolisian Resor Belitung sudah mengamankan 11 (Sebelas) surat hasil PCR yang diduga palsu. Selain itu, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, gelar perkara, dan pemeriksaan pada tersangka.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *