Undangan Launching 4 Paket Wisata Geopark Beltim Dinilai Salah Sasaran?

by -
Undangan Launching 4 Paket Wisata Geopark Beltim Dinilai Salah Sasaran
Anggota DPRD Prov. Kep. Babel, Beliadi saat difoto dengan latar belakang spanduk acara Launching 4 Paket Wisata di Belitung Timur. Foto: Ist. Dok. Pribadi Beliadi.

Tamu Undangan Didominasi Pejabat, dan Bukan dari Pengusaha yang Bergerak di Sektor Pariwisata dan Influencer

Penulis: su3 | Editor: Subrata Kampit

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Anggota DPRD Prov. Kep. Bangka Belitung Beliadi, S.IP memberikan applause terhadap Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terkait digelarnya Launching 4 (Empat) paket wisata di Belitung Timur pada Rabu, 9 Juni 2021.

Paket-paket wisata tersebut diantaranya untuk destinasi wisata Geosite Openpit Nam Salu, Geosite Burung Mandi, Geosite Gunung Lumut, dan Geosite Tebat Rasau.

Namun demikian di balik bentuk apresiasi yang disampaikan, Beliadi mengkritisi beberapa hal yang ia nilai salah sasaran.

Menurut Beliadi, sejak ditetapkannya Geopark Belitong sebagai Unseco Global Geopark (UGG), pariwisata Belitong bukan lagi hanya dilihat dari kacamata kelokalan. Namun sudah menasional bahkan tingkat internasional.

“Jika ingin nasional dan internasional tahu (Paket Wisata Geopark), saat launching yang diundang harus yang bernilai jual dan memiliki nilai promosi skala luas,” ujar politisi yang kini menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Prov. Kep. Babel tersebut.

Karenanya, Beliadi menyayangkan saat dirinya mengetahui tamu-tamu yang hadir didominasi kalangan pejabat, mulai dari perangkat pemerintahan tingkat desa hingga provinsi.

Ia pun sedikit menyayangkan tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut hanya terdiri dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan masyarakat yang justru sebenarnya tidak bergerak di bidang pariwisata.

“Saya tidak melihat undangan yang hadir seperti kawan pengusaha travel, bos-bos maskapai penerbangan, bos-bos hotel, blogger, selebgram, dan youtuber yang mempunyai follower (Pengikut) banyak,” kata Beliadi.

Bahkan, imbuh Beliadi, lebih baik lagi jika mengundang perusahaan travel berskala nasional, TV Swasta, radio-radio nasional dan daerah yang mungkin manfaatnya akan lebih besar dan promosinya tersampaikan dengan baik.

“Namun saya tetap memberikan appluse kepada pemerintah Beltim, khususnya Dinas Pariwisata Beltim,” tutup Beliadi.

Tak Ada Budget Untuk Mengundang Influencer

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Beltim Evi Nardi menyebutkan, selama ini dirinya merasa peduli serta berusaha untuk membantu pengelola destinasi wisata geopark yang belum memiliki program paket wisata.

Menurut Evi, untuk merangkum paket wisata tersebut, dirinya langsung turun ke empat destinasi wisata tersebut selama 2,5 bulan.

Di sisi lain, kata Evi, gelaran launching yang dilakukan tersebut dilakukan secara sukarela dan memang tak ada budget.

“Selain itu mengingat pandemi Covid-19 saat ini,” ujarnya.

Karena alasan tersebut, acara launching paket wisata itu pihaknya memang hanya mengundang kepala dinas, desa, termasuk GM Bandara HAS Hanandjoeddin. Kemudian pihaknya memang tidak mengundang travel agent karena sudah diwakili organisasi seperti Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), dalam hal ini dengan mengundang wakil ketua DPP ASPPI.

“Jadi yang kita undang ini wadah yang menaungi travel agent,” jelasnya.

Saat ditanya mengapa tak mengundang influencer seperti youtuber dan selebgram, menurut Evi pihaknya memang tak ada budget untuk itu.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *