Pada Korban Tenggelam di Petaling, Pemkab Belitung Ungkap Bela Sungkawa dan Ulurkan Santunan

by -
Pada Korban Tenggelam di Petaling, Pemkab Belitung Ungkap Bela Sungkawa dan Ulurkan Santunan (1)
Mewakili Pemkab Belitung, Kepala Dinas Perikanan Perikanan Kabupaten Belitung, Firdaus Zamri, menyampaikan bela sungkawa dan memberikan santunan bagi keluarga almarhum Jasa, nelayan korban tenggelam di Selat Nasik. Foto: Istimewa.

(Alm) Jasa Tak Miliki Asuransi Nelayan

MEMBALONG, JABEJABE.co – Kepala Dinas Perikanan Perikanan Kabupaten Belitung, Firdaus Zamri, sambangi Yuyun, yakni istri dari Jasa, Rabu (29/4/2020)

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Jasa (41), warga Jalan Petaling Air Aris Rt.01 Rw. 01 Desa Petaling Kecamatan Selat Nasik Kabupaten Belitung, meninggal dunia karena tenggelam saat sedang memperbaiki siro atau alat tangkap ikan pada Senin (27/4/2020) lalu.

Kedatangan kepala dinas tersebut juga mewakili dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung untuk memberikan santunan, sebab Jasa sendiri tidak memiliki asuransi nelayan.

“Saya mewakili Bupati dan Wakil Bupati Belitung mengucapkan bela sungkawa terhadap keluarga almarhum yang ditinggalkan. Semoga atas perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung serta santunannya dapat sedikit meringankan beban dari pihak keluarga almarhum,” katanya.

Melansir dari pemberitaan sebelumnya, ketika hendak memperbaiki perangkap ikan atau masyarakat menyebutnya siro, seorang nelayan asal Desa Petaling, Kecamatan Selat Nasik meninggal dunia, Senin (27/4/2020).

Kapolsek Selat Nasik, IPDA Guntur A Napitupulu membenarkan adanya kejadian tersebut, dikatakannya pada pagi hari tersebuti Personel Polsek Selat Nasik mendapat laporan dari masyarakat via Hp terkait adanya masyarakat yang diduga tenggelam saat memperbaiki siro (perangkap) ikan di wilayah perairan Desa Petaling, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung.

Untuk identitas korban yakni, Jasa (41) warga Jalan Petaling Air Aris Rt.01 Rw. 01 Desa Petaling Kecamatan Selat nasik Kabupaten Belitung.

Kemudian, kata Kapolsek, untuk kronologis kejadian bermula ketika pada Minggu (26/4/2020) sekira pukul 05.30 WIB. Korban berangkat dari rumahnya menuju ke laut perairan Desa Petaling untuk memperbaiki siro ikannya.

Namun pada Pukul 18.30 WIB, istri korban yang bernama Yuyun merasa cemas kenapa korban belum pulang ke rumah.

“Setelah itu istri korban meminta tolong kepada saudara Remadin untuk menyusuri dan mencari korban Jasa Bin Bahamit, di tempat siro ikan yang diperbaiki pada pukul 24.00 WIB,” jelas IPDA Guntur.

Kemudian, lanjut Kapolsek, saudara Remadin ini memberitahukan kepada istri korban bahwa korban tidak ditemukan dan hanya yang ada boat atau kapal yang digunakan oleh korban.

Setelah itu dilakukan kembali pencarian bersama warga dan pada pukul 06.00 WIB. Warga melakukan kembali pencarian korban di sekitar lokasi siro ikan milik korban yang sedang diperbaiki. Dan ditemukan korban yang sudah tidak bernyawa itu di celah karang yang terletak sekitar 50 meter dari siro yang diperbaiki korban.

“Pada pukul 10.30 WIB korban ditemukan sudah meninggal dunia dan setelah itu dibawa ke rumah korban untuk langsung dikebumikan,” bebernya.

Lebih lanjut sebut IPDA Guntur menuturkan, berdasarkan informasi dari keluarga, korban tidak memiliki riwayat penyakit.

“Jadi faktor cuaca di mana di lapangan pada hari Minggu 16 April 2020 pukul 13.00 WIB di wilayah Desa Petaling saat itu hujan deras yang disertai angin kencang,” jelasnya.

Reporter: Faizal
Editor: sue