OSIS, Candradimuka Lahirkan Pemimpin Berkarakter

oleh -
OSIS, Candradimuka Lahirkan Pemimpin Berkarakter

Oleh: Yudi Dharma, S.Ant*

ORGANISASI Siswa Intra Sekolah (OSIS) merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dari suatu sekolah. Organisasi ini adalah sebuah wadah perkumpulan untuk siswa dalam rangka pembinaan kesiswaan, minat dan bakat, serta kegiatan ekstra lainnya.

Tidak tanggung-tanggung, sentralnya peran OSIS dalam suatu sekolah diatur dalam perundangan-undangan.

Setidaknya terdapat enam payung hukum penguat keberadaan OSIS di sekolah yaitu:
1) UU nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2) UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3) PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional;
4) Peraturan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional; dan
5) Kep. Mendikbud Nomor 0461/U1984; tentang Pembinaan Kesiswaan, dan 6) Kep. Dirjen Dikdasmen Nomor 226/C/0/1992 tentang Pedoman Pembinaan Kesiswaan.

Banyaknya Undang-Undang yang mengatur keberadaanya, jelas mengindikasikan sangat pentingnya peran OSIS dalam suatu sekolah. Bagaimana tidak? OSIS adalah tempat belajar pertama untuk sebagian besar siswa untuk berorganisasi.

Sebagai wadah perkumpulan bagi siswa, OSIS juga diharapkan mampu melaksanakan kegiatan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Salah satunya adalah untuk menumbuhkan karakter pemimpin dengan moral yang baik. Jelas hal ini sangatlah penting mengingat moralitas kepemimpinan yang baik dapat menjadi landasan bertidak dalam berperilaku, dan juga dalam membuat keputusan.

Pentingnya OSIS dalam menumbukan moralitas kepemimpinan seringkali terlupa. Padahal OSIS merupakan suatu organisasi dengan peran yang sangat vital.

OSIS dewasa ini kebanyakan hanya dipandang sebagai simbol semata. Organisasi tersebut ada secara struktural, namun tidak memiliki peran berarti dalam pengembangan karakter-karakter penting yang diharapkan. Hal ini sangat perlu mendapat perhatian, mengingat dengan pembelajaran sejak dini maka diharapkan karakter-karakter penting seorang pemimpin dapat ditumbuhkan.

Tidak hanya pemimpin dalam artian seorang kepala pemerintahan ataupun pejabat lainnya, namun lebih daripada itu. Pemimpin dalam hal ini dapat dimaknai dengan kemampuan seseorang untuk dapat mengendalikan dirinya sendiri dalam bersikap dan bertindak.

Rendahnya moralitas kepemimpinan saat ini sudah sangat lumrah kita temukan buktinya. Telinga kita sepertinya sudah terlatih untuk mendengar kabar korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat.

Baca Juga:  MAKNA BATIK PGRI KUSUMA BANGSA

Kasus teranyar, dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) di Kementerian Sosial (Kemensos) yang melibatkan Juliari Batubara (mantan mensos) menyeruak di akhir tahun 2020. Dana yang seharusnya menjadi penyelamat rakyat dimasa pandemi malah di korupsi demi kepentingan pihak tertentu.

Lantas bagaimana OSIS dapat menjadi agen perubahan agar hal tersebut tidak terus terulang?

Seperti yang diketahui, OSIS merupakan wadah siswa untuk belajar berdemokrasi. Organisasi ini dapat menjadi suatu laboratorium tentang cara berdemokrasi yang baik bagi siswa. Dengan memberikan kesempatan untuk bertanya, menyampaikan pendapat, dan memiliki perpektif berbeda, seseorang dapat belajar berdemokrasi dengan baik dalam bingkai OSIS.

Tidak hanya itu, secara nyata pembelajaran mengenai demokrasi ini dapat dilihat saat pemilihan ketua OSIS dilakukan. Setiap tahapan pemilihan, mulai dari pemilihan calon, penetapan calon, kampanye, pemilihan, dan penyelesaian sengkata setelah pemilihan dapat dipelajari disini.

Dengan kata lain OSIS dapat menjadi miniatur demokrasi yang akan dihadapi oleh siswa saat mereka terjun ke masyarakat nantinya.

OSIS sebagai sebagai laboratorium demokrasi akan mendorong anggotanya untuk berpikir kritis, menelaah, menganalisis, sampai menemukan sendiri jawaban atau kesimpulan dari berbagai permasalahan.

Pada dasarnya OSIS dalam hal ini dapat secara luas untuk mengembangkan budaya demokrasi. Demokrasi yang dimaksud disini sangat identik dengan toleransi, saling menghargai, dan menghormati keberagaman.

OSIS akan berkontribusi dalam membentuk peserta didik menjadi warga negara yang baik, kritis, bertanggung jawab, serta memahami hak dan kewajibannya apabila dilaksanakan dengan semestinya. Dengan perannya sebagai laboratorium demokrasi ini, OSIS diharapkan dapat mencetak pemimpin unggul yang paham akan artinya toleransi, saling menghargai, dan menghormati keberagaman.

Tidak hanya sebagai laboratorium demokrasi, OSIS juga merupakan tempat siswa untuk mulai belajar berorganisasi. Siswa dapat menjadi lebih kenal dan belajar mengenai organisasi, struktur, fungsi masing-masing struktur, kegiatan organisasi, dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, OSIS akan memberikan pendidikan gratis tentang cara menjadi pemimpin organisasi dan orang yang dipimpin.

Lebih dari itu OSIS sebagai organisasi dapat memfasilitasi siswa untuk menyampaikan gagasan dan menyalurkan aspirasi, mengekspresikan kreativitas dan memberi kontribusi untuk hal-hal positif. Kegiatan yang positif dan kreatif, akan dapat mendorong terciptanya prestasi yang membanggakan.

Baca Juga:  Potret Pembelajaran Bahasa Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

Terakhir, OSIS sebagai wadah belajar untuk beroganisasi juga akan memberikan siswa pengalaman untuk bersosialisasi dengan orang banyak. Hal-hal tersebutlah yang menjadi tujuan utama OSIS sebagai wadah pelatihan berorganisasi.

Pelajaran tentang demokrasi dan berorganisasi pada OSIS pada dasarnya adalah untuk menumbuhkan dan mematangkan jiwa kepemimpinan siswa. Jiwa kepemimpinan sangat penting dan bermanfaat dalam melakukan segala hal ataupun berinteraksi dengan orang lain. Jiwa ini tidak dimiliki oleh semua orang, tetapi hanya orang-orang yang menguasai dirinya dengan baik.

Orang yang memiliki jiwa kepemimpinan akan mampu mengondisikan dirinya dengan baik dan juga lingkungan di sekitarnya. Oleh sebab itu, OSIS sangat berperan dalam menumbuhkan dan mematangkan jiwa kepemimpinan siswa.

Tidak cukup hanya memiliki jiwa kepemimpinan, OSIS dalam hal ini juga harus mampu melahirkan karakter-karakter unggul siswa. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, karakter dan krisis moral kepemimpinan merupakan masalah krusial saat ini. Oleh sebab itu, peran OSIS sangat diperlukan untuk menumbukan karakter tersebut. Apa saja karakter yang diperlukan?

Karakter unggul sendiri merupakan kumpulan sifat/ tingkah laku manusia, yang memiliki suatu keistimewaan / kehebatan dibandingkan dengan karakter/sifat yang lainnya.

Sifat ini menjadi pilar utama untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang kompetitif dan berkeunggulan. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

Enam karakter unggul profil pemuda Pancasila antara lain adalah” 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, 2) berkebhinekaan global, 3) bergotong royong, 4) mandiri, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif. Keenam profil ini merupakan karakter unggul yang diharapkan mampu dihadirkan dan dimaksimalkan OSIS sebagai wadah awal pembentukan karakter unggul siswa.

Dilihat dari penjabaran sebelumnya, OSIS pada dasarnya memiliki peran sentral dalam memunculkan pemimpin yang hebat. OSIS adalah tempat untuk belajar berorganisasi, laboratorium demokrasi, serta tempat untuk mematangkan jiwa kepemimpinan yang memiliki karakter unggul.

Oleh sebab itu, tantangan saat ini adalah dengan mengoptimalkan peran OSIS agar karakter-karakter yang unggul seorang pemimpin dapat dimunculkan dan dimatangkan sejak disini. Hal ini jelas menjadi sesuatu yang sangat penting agar tidak ditemui lagi kedepannya pemimpin yang melakukan hal-hal merugikan orang banyak.

Baca Juga:  OSIS sebagai Organisasi Penggerak

Sehingga, tidak ditemukan pula pemimpin yang memiliki moralitas kepemimpinan yang rendah. Karena bangsa kita saat ini tidak kekurangan pemimpin cerdas, tapi kekurangan pemimpin bermoral. Jika banyak hal baik dapat dimulai dari OSIS, mengapa tak kita lakukan dari sekarang?

*/). Guru Sosiologi/ Pembina OSIS SMAN 1 Manggar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *