Oknum Kaitkan Normalisasi Sungai dan Isu Kapal Isap? Beliadi: RZWP3K Sah, Belitung – Beltim Zero Tambang laut

by -
Oknum Kaitkan Normalisasi Sungai dan Isu Kapal Isap, Beliadi, RZWP3K Sah, Belitung - Beltim Zero Tambang laut (3)
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Babel, Beliadi, S.IP, (keempat dari kanan) saat berkomunikasi dengan masyarakat di depan Kantor Desa Gantung Kecamatan Gantung, Beltim, Sabtu (26/9/2020). Foto: Istimewa.

GANTUNG, JABEJABE.co – Rencana normalisasi sungai di Belitung Timur memunculkan isu – isu tidak sedap hingga sampai ke telinga masyarakat. Terutama terkait adanya isu-isu yang dikembangkan oleh salah satu oknum anggota dewan, berkaitan kapal isap dan sebagainya di tengah masyarakat.

Hal ini diungkapkan Beliadi, S.IP, terkait kehadirannya di Desa Gantung selaku anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dapil Belitung, Sabtu (26/9/2020).

“Perlu aku jelaskan bahwa tanggal 28 Februari 2020, RZWP3K (Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau – pulau Kecil) itu sudah diketok palu. Begitu diketok palu sekarang sudah siap diundangkan dalam lembaran negara di Kementerian Dalam Negeri. Begitu diketok palu otomatis secara langsung RZWP3K itu sudah menetapkan zero tambang laut dan tidak boleh diubah-ubah, tidak boleh ada ide-ide baru sebelum lima tahun ke depan,” jelas politisi yang kini menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Kepulauan Babel ini.

Jadi, lanjut Beliadi, selama 5 (lima) tahun ke depan insya Allah masyarakat jangan terprovokasi, jangan pula mau dibohongi oleh oknum anggota dewan atau oknum politisi lokal yang menyatakan akan memasukkan kapal isap.

“RZWP3K baru bisa ditinjau setelah 5 (lima) tahun. jadi selama 5 (lima) tahun ini jangan lagi termakan isu, jangan mau dibodoh-bodohi, tidak ada cerita kapal isap di laut Belitung dan Belitung Timur,” tandasnya.

Ia pun berharap agar isu ini diluruskan kepada masyarakat, agar masyarakat ke depan atau saat Pilkada seperti ini jualan masalah isu kapal isap tidak menjadi alat untuk membohongi dan membodoh-bodohi masyarakat.

“Kita boleh buka rekaman digitalnya bahwa pada waktu RZWP3K itu, hanya 1 (satu) fraksi yang belum menyetujui, lainnya ada 7 (tujuh) fraksi, semua menyetujui,” jelasnya.

Oleh karena itu, Beladi menegaskan bahwa RZWP3K sudah sah serta baik di Belitung dan Belitung Timur zero tambang laut.

“Ini (isu kapal isap) perlu aku klarifikasi supaya tidak menjadi alat untuk membodohi masyarakat dan tidak ada fitnah antara gubernur selaku kepala pemerintahan dan terhadap pemerintah provinsi,” tukas anggota DPRD Provinsi Babel dari partai Gerindra yang saat ini duduk di Komisi II tersebut. (jb)

Editor: sue