Niatnya, Uang Hasil 13 Laptop Curian di SMKN 1 Tanjungpandan Buat Mudik Lebaran

oleh -
Niatnya, Uang Hasil 13 Laptop Curian di SMKN 1 Tanjungpandan Buat Mudik Lebaran

TANJUNGPANDAN, JABEJABE.co – Empat tahun tidak pulang kampung ke Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, dan hendak gunakan uang hasil curian untuk pulang kampung.

Begitulah pengakuan dua dari empat orang pelaku pencurian 13 laptop di SMKN 1 Tanjungpandan beberapa waktu lalu. Kepada jabejabe.co kedua pelaku yakni Sastra dan Renopati mengutarakan keduanya terpaksa harus ikut dalam pencurian laptop milik sekolah itu lantaran hendak mudik saat lebaran nanti.

Kata Sastra, selama 4 tahun sudah mereka merantau di Negeri Laskar Pelangi ini, mirisnya saat ayah mereka menghembuskan nafas hingga di kuburkan, mereka berdua tidak bisa datang untuk sekedar mengusap tanah kuburan orang tuanya itu.

“Sudah empat tahun tidak pulang kampung. Rencananya lebaran nanti mau pulang gunakan uang itu jika laptop itu laku dan dibagi rata. Orang tua kami juga kamaren baru meninggalnya dan kami tidak pulang lantaran tidak punya ongkos,” kata Sastra yang di iyakan oleh Renopati, yang mana keduanya merupakan kakak beradik.

Ia juga mengaku, sebelumnya sempat bekerja di sebuah koperasi di Tanjungpandan dengan gaji hanya Rp.1,6 juta.

“Tidak cukup lah, buat keperluan sehari-hari saja itu, untuk ongkos tidak ada,” tukasnya.

Sementara itu, pemberitaan sebelumnya jajaran Unit Reskrim Polres Belitung berhasil mengamankan empat orang yang melakukan tindak pidana pencurian 13 laptop di SMKN 1 Tanjungpandan, Sabtu (7/3/2020).

Keempat pelaku tersebut bernama Renopati alias Ucil warga asal Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, yang mana ia seorang residivis tahun 2018. Pelaku kedua bernama Sastra Wijaya yang merupakan kakak kandung dari Renopati, dan juga merupakan residivis kasus pencurian tahun 2018.

Pelaku yang ke tiga bernama La Ode Asrudin warga asal Parit Tiga Bangka Barat merupakan residivis pencurian tahun 2017. Pelaku ke empat yakni Dedi Mesrah warga asal Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan, yang juga seorang residivis tahun 2016.

Kapolres Belitung, AKBP Ari Mujiyono dalam konferensi pers, Rabu (11/3/2020) mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Senin (2/3/2020) lalu. Dimana ke empat pelaku ini melakukan peranannya masing-masing.

“Keempat pelaku ini melakukan peranannya masing-masing. Yakni tersangka Renopati selaku pengantar jemput memggunakan roda sepeda motor dan tersangka La ode bawa mobil menuju SMKN 1 Tanjungpandan karena hanya dia (La Ode) yang bisa bawa mobil. Kemudian tersangka La Ode juga selaku eksekutor pertama yang merusak pintu dan gembok serta mencari barang berharga,” kata Kapolres.

Kemudian untuk tersangka Sastra selaku eksekutor kedua yang mencari barang berharga dan mengangkut hasil curian. Sementara tersangka Dedi selaku pengintai yang melakukan pengintaian keadaan diluar gedung kantor dan mengangkut hasil curian.

“Hasil intrograsi sementara mereka mamang ada (survei) yang mau disantroni tempat-tempat yang mereka anggap ada barang-barang yang berharga,” kata Kapolres berlesung pipit itu.

Atas peristiwa tersebut kepolisian menyangkakan pasal 363 ayat (1) ke 3, 4 dan 5 KUHP. Dengan ancaman paling lama 9 (sembilan) tahun penjara.

Sedangkan untuk barang bukti selain 13 laptop lengkap dengan tas, polisi mengamankan sebuah mobil Honda Brio, 1 Sepeda Motor, 3 kuku kambing, beberapa pakaian yang digunakan pelaku, bermacam kunci gembok yang dirusak, serta sebilah pisau dapur.

Reporter: Faizal
Editor: Subrata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *