New Normal dalam Dunia Pendidikan

by -
New Normal dalam Dunia Pendidikan

Oleh: Nelsi Deswita*

PANDEMI Covid-19 yang menjadi perhatian dari awal tahun 2020 hingga saat ini, menimbulkan dampak yang mengubah tatanan kebiasaan kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Perubahan kebiasaan yang disebut dengan New Normal yaitu penerapan pola hidup sehat, menjaga jarak, mencuci tangan dan juga memakai masker.

Pandemi Covid-19 yang tidak hanya mengubah pola kehidupan juga berdampak terhadap banyak bidang termasuk bidang pendidikan.

Sejatinya, pendidikan merupakan usaha agar masyarakat dapat mengembangkan potensi dalam dirinya melalui proses pembelajaran dan/cara lain yang dikenal dan diakui dalam masyarakat. Dalam pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia menyebutkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan, dan ayat (3) menegaskan bahwa Pemerintah mengusahakan dan meyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.

Rumitnya keadaan yang disebabkan oleh Covid-19 ini membuat pemerintah menerapkan kebijakan yang sangat ketat untuk menekan angka pertumbuhan pasien Covid-19 dan juga untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Pembatasan interaksi sosial masyarakat salah satu cara untuk menghambat laju pertumbuhan penyebaran Covid-19. Akan tetapi, hal ini mempengaruhi pola pendidikan, namun dengan cara ini efektif untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Pendidikan dari mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi mengalami perubahan pola dalam proses belajar dan mengajar, yang dulunya tatap muka hingga menggunakan metode online. Digunakannya metode ini bertujuan untuk mengurangi kegiatan yang berpotensi menambah jumlah pasien covid-19 mengingat masih meningkatnya jumlah pasien hingga saat ini.

Dalam keadaan pendidikan yang menggunakan metode online ini, memaksa berbagai pihak untuk mengikuti alur agar pembelajaran dapat berlangsung, dan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran daring. Penggunaan teknologi ini tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam proses pembelajarannya.