Nelayan Kampit Panggil Beliadi dan Junaidi Rachman Untuk Sampaikan Masalah Bakau dan Pencemaran Laut ke Polda Babel

oleh -
Nelayan Kampit Panggil Beliadi dan Junaidi Rachman Untuk Sampaikan Masalah Bakau dan Pencemaran Laut ke Polda Babel (2)
(kiri) Nelayan Kampit saat menyampaikan keluhan tentang kerusakan hutan bakau dan pencemaran laut akibat penambangan liar kepada dua Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Beliadi dan Junaidi Rachman, Selasa (9/6/2020). (kanan) kondisi hutan bakau yang rusak akibat penambangan liar. Foto: Istimewa.

KELAPA KAMPIT, JABEABE.co – Dua Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Beliadi dan Junaidi Rachman dipanggil oleh sejumlah nelayan di wilayah Kelapa Kampit untuk meminta solusi terkait perambahan hutan bakau di Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (9/6/2020).

Adapun keluhan nelayan yang disampaikan kepada dua Anggota DPRD Babel ini diantaranya: laut tercemar; hutan bakau rusak; serta tempat nelayan melaut dan habitat kepiting bakau berkembang yang rusak. Semua kerusakan ini disebabkan adanya penabangan timah illegal.

Beliadi mensinyalir, penambangan liar di bakau ini dibekingi oleh pihak-pihak tertentu. Sehingga, kian waktu jumlah penambang malah mangkin ramai dan mesin yang beroperasi bertambah banyak.

“Yang lebih parah, ada intimidasi secara halus terhadap nelayan dari para penambang,” kata Beliadi.

Melihat kondisi ini, Beliadi merasa miris. Setelah Pulau Belitung ditetapkan sebagai zero tambang laut, nampaknya nasib nelayan tak habis dikejar masalah.

“Tailing dibuang ke laut, padahal Beltim zero tambang di laut,” kata Beliadi.

Terkait hal ini, lanjut Beliadi, karena RZWP3K baru disahkan dan bakau termasuk hutan lindung yang harus dijaga.

“Walau bakau ada juga yang tidak masuk hutan lindung, tapi Daerah Selindang ini bakaunya HL,” ujar Ketua DPC Gerindra Beltim ini.

Nelayan berharap, Anggota DPRD Provinsi Babel melaporkan ini kepada Kapolda Babel agar ini ditertibkan. Aspirasi ini pun ditampung keduanya. Maka Beliadi dan Junaidi Rachman pun akan melaporkan ini kepada kapolda untuk ditindaklanjuti agar tidak terjadi perusakan bakau dan laut untuk mendukung RZWP3K yang sudah disahkan.

Bahkan, Beliadi dan Junaidi Rachman berharap, bekingnya ditindak, dan penambang ditertibkan.

“Kita semua tahu, semangat urang Belitong zero tambang laut, ini kita jaga bersama,” tandasnya. (jb)

Editor: sue

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Baca Juga:  Nadiem Tiadakan Ujian Nasional? Begini Penjelasan Kepala SMAN 1 Manggar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *