Nelayan Dul Belum Ditemukan, Ini Strategi Basarnas Babel di Hari Ketiga Pencarian

by -
Nelayan Dul Belum Ditemukan, Ini Strategi Basarnas Babel di Hari Ketiga Pencarian
Tim Gabungan Basarnas Babel saat melakukan pencarian terhadap nelayan Dul, Rabu 926/2/2020). Foto: Istimewa.

PANGKALPINANG, JABEJABE.co – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang (Basarnas Babel) masih melakukan upaya pencarian dan Pertolongan terhadap saudara Abdullah (33) atau biasa disapa Dul, warga Kelurahan Parit Padang, Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dul dilaporkan hilang pada 23 Februari 2020, yaitu sekitar pukul 23:15 WIB. Laporan ini disampaikan oleh Basran. Dari Basran kemudian diketahui bahwasannya lokasi kejadian yakni 10 nautical mile dari Pantai Rebo.

Dul dikabarkan berangkat melaut pada tanggal 23 Februari 2020 pukul 05.00 WIB dan seharusnya pulang pada pukul 18.00 WIB. Namun hingga pukul 22.10 WIB belum kembali juga. Oleh karenanya, hingga hari ini, Rabu (25/2/2020), Tim Gabungan Basarnas Babel masih terus melakukan pencarian.

Kepala Basarnas Babel, Fazzli S.A.P, menyebutkan, pencarian hari ini di perluas ke arah selatan. Hal ini menurut pemantauan tim Basarnas di lapangan, arus laut ke arah selatan dan posko yang sebelumnya di pantai rebo Kabupaten Bangka dipindahkan ke Pantai Pan Semujur Kabupaten Bangka Tengah pada tanggal 25 Februari 2020.

Untuk diketahui, Posko operasi SAR Gabungan ini dibagi menjadi dua, yakni di Pangkal Balam dan Pantai Pan Semujur.

Adapun tindakan yang dilakukan oleh tim gabungan yaitu pemapelan atau menyebarkan berita ke para nelayan dari Kabupaten Bangka sampai Bangka Tengah .

“Dengan pertimbangan arus laut, gelombang dan angin, maka kita kerahkan pencarian ke Pan Semujur dikarenakan kemungkinan hanyut ke lokasi tersebut,” ujar Fazzali di Kantor Pencarian dan Pertolongan kelas B Pangkalpinang.

Lebih lanjut diungkapkannya, bagi siapa saja yang menemukan korban dapat melaporkan ke call center Basarnas di 115. Nomor ini bebas pulsa.

Sementara itu terkait hasil pencarian, sampai hari ini masih nihil namun pihaknya akan lakukan pencarian semaksimal mungkin.

Untuk dimaklumi, bagaimana pun tim gabungan yang melakukan pencarian tetap mengalami kendala. Salah satunya cuaca yang tidak bisa di tebak dan sering berubah ubah.

“Untuk saat ini saja, cuaca yang kami dapatkan dari tim yang di lapangan cukup tinggi . Inilah kendala yang dialami oleh tim di lapangan sehingga pencarian tidak dapat maksimal,” terangnya.

Adapun pihak yang terlibat dalam operasi SAR Gabungan ini yaitu Kansar Pangkalpinang, Pos Lanal Kabupaten Bangka ,SAR Brimob Polda Babel, Dinas Perikanan Provinsi Bangka Belitung, Polairud Polres Bangka, BPBD Kota Pangkalpinang, BPBD Kabupaten Bangka, Pemda Kabupaten Bangka, Tagana Kabupaten Bangka, Nelayan Setempat, dan Keluarga Korban.

Di samping itu, Alut yang diturunkan pada hari ini, Rabu (26/2/2020), diantaranya 3 (tiga) unit perahu nelayan setempat , 1 (satu) unit kapal cepat elang laut dinas perikanan, 1 (satu) unit rubber boat basarnas dan 1 rubber boat Sar Brimob untuk membackup apabila ada nelayan yang menemukan untuk segera dievakuasi. (rel)

 

Editor: jb67
Sumber: Basarnas Babel