Nelayan Beltim Terima Bantuan Alat Tangkap

by -
Nelayan Beltim Terima Bantuan Alat Tangkap
Bupati Beltim saat menyerahan bantuan kepada nelayan.

MANGGAR, JABEJABE.CO – Dinas Perikanan Kabupaten Belitung Timur menyerahkan bantuan alat penangkap ikan ramah lingkungan dan peralatan penanganan/ pengelolaan pemasaran ikan kepada 224 nelayan dan 46 orang pemasar ikan. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Beltim Yuslih Ihza di Ruang Satu Hati Bangun Negeri, Kamis (13/2/20).

Bantuan alat penangkapan ikan ramah lingkungan yang diserahkan berupa bubu ketam/ kepiting, gillnet, jaket pelampung, GPS Tangan, GPS Duduk, dan Fish Finder. Total bantuan senilai Rp 262.680.000 itu berasal dari Dana Alokasi Khusus Reguler tahun 2019.

Sedangkan bantuan pengelolaan dan Pemasaran ikan berupa mesin ketinting, cool box, kain kelambu, kain pang, vacuum sealer, lebel kemasan, pemasar ikan serta sarana pengolahan terasi. Bantuan berasal dari APBD Kabupaten Beltim tahun 2019 dengan total nilai Rp 86.136.000.

Salah seorang nelayan penerima bantuan Yuli Supratrno (50), mengaku sudah lama menunggu diberikannya bantuan. Bahkan ia bersama kelompok nelayannya yakni ‘Senyubuk’ Kelapa Kampit sudah mengajukan proposal sejak tahun 2018 lalu.

“Sudah lama pak kami minta. Kami dapat bubu ketam, GPS, fish finder sama jaket pelampung untuk anggota kelompok kami,” kata Yuli.

Pria yang sudah 16 tahun berprofesi sebagai nelayan itu mengaku senang akhirnya bisa memperoleh bantuan. Apalagi diungkapkannya, GPS miliknya memang sudah rusak.

“Alhamdulillah senanglah pak, dapat dipergunakan sehari-hari. Apalagi dapat alat baru, kebetulan yang lama GPS-nya rusak,” ungkap Yuli.

Yuli bersama kelompoknya biasanya turun melaut di perairan Selindang Desa Senyubuk Kelapa Kampit menggunakan perahu, hingga mencapai 6-7 mil tengah laut.

“Biasanya dapat sampai 100 kilogram ikan, apalagi musim cumi insyallah lebih. Mudah-mudahan dengan bantuan ini dapat menambah hasil tangkapan,” ujar Yuli.

Bantuan Jangan Sampai Dijual

Sementara itu, Bupati Beltim Yuslih Ihza berpesan agar para nelayan dapat menjaga laut dengan tidak melakukan aktifitas penangkapan ikan yang dapat merusak lingkungan. Nelayan juga berkewajiban mengawal keberlanjutan sumber daya ikan.

“Kita harus melindungi kelestarian hayati laut agar anak cucu kita dapat menikmatinya. Selain itu tak kalah pentingnya keberlanjutan usaha perikanan tangkap bagi nelayan kita yang banggakan,” kata Yuslih.

Ditekankannya tidak ada pemerintah yang mau menyengsarakan rakyatnya dengan aturan yang membatasi penggunaan alat tangkap ikan. Pelarangan itu lebih karena alat tangkap yang tidak ramah lingkungan dapat menurunkan sumber daya ikan dan kelestarian lingkungan.

“Alat tangkap yang tidak ramah lingkungan harus ditinggalkan. Karena laut ini adalah warisan, bukan untuk kita tapi untuk anak cucu kita,” ujar Yuslih.

Mantan Anggota DPRD itu meminta agar nelayan tidak hanya menjual bahan baku namun dapat mengolah hasil tangkapan menjadi produk olahan sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi.

“Kita ingin nelayan sejahtera, dengan bantuan adanya ini produktivitas penangkapan ikan dan mutu hasil tangkapan dapat bertambah, yang otomatis akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan,” ucap Yuslih.

Yuslih berharap agar bantuan yang diberikan dapat dijaga dengan baik dan tidak disalahgunakan, apalagi sampai dijual ke pihak lain. Mengingat proses pengajuan bantuan tidak mudah.

“Jadi bantuan mohon dipergunakan sebaik-baiknya, jangan sampai dijual. Kita harap semuanya tepat sasaran,” harapnya. (rel)

Editor: jb2