Nelayan Aik Kelik Ditemukan Meninggal Dunia 50 Meter dari Lokasi Kejadian

oleh -
Nelayan Aik Kelik Ditemukan Meninggal Dunia 50 Meter dari Lokasi Kejadian
Kolase: Tim Basarnas saat proses evakuasi (Kiri). Almarhum Amum saat sudah berada di rumah duka (Kanan). Foto: Istimewa/Basarnas Kepulauan Belitung.

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Nelayan pukat (Jala) bernama Amum (61) asal Aik Kelik, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur yang dikabarkan hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (26/9/2021).

Amum ditemukan Tim SAR Gabungan sekitar pukul 08.55 WIB pada koordinat 2°34’32.77″S 107°54’11.69″T dengan jarak 50 meter arah Selatan dari lokasi kejadian atau tempat di mana pukatnya ditemukan.

Kini, jenazah Amum sudah dibawa ke rumah duka pada pukul 09.30 WIB.

Dengan ditemukannya Amum, pada pukul 10.30 WIB Tim SAR Gabungan melakukan debriefing dan Operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan semua unsur yang terlibat dikembalikan kesatuan masing-masing.

Sebagaimana diberitakan sebelunya, seorang nelayan bernama Amum (61) dikabarkan hilang saat melaut, Sabtu (25/9/2021).

Amum merupakan warga Jalan Lintang RT.10 Dusun Aik Kelik, Desa Aik Kelik, Kecamatan Damar Kabupaten Belitung Timur.

Informasi hilangnya nelayan Amum berawal saat adik korban bernama Aldi datang menemui Saharbi, Kadus Aik Kelik pada pukul 17.30 WIB. Kepada Sahar, Aldi menceritakan bahwa Amum yang pergi ke Pantai Pesaeran Aik Kelik, Damar, pada pukul 08.00 WIB belum pulang hingga sore itu.

Padahal menurut Aldi, biasanya Amum sudah pulang dari melaut sekitar pukul 16.00 WIB.

Mendapat informasi itu, Sahar yang sedang berada di Tambak Ikan miliknya segera menginformasikan kepada perangkat desa, Babinkamtibmas, serta pihak terkait sehubungan dengan hal tersebut.

Tim SAR Gabungan serta masyarakat setempat yang mengetahui informasi tersebut langsung melakukan pencarian di sekitar Perairan Laut Pesaeran.

Saat itu, tim pencari hanya menemukan sepeda motor korban yang diparkir di area perkebunan sawit yang tidak jauh dari pesisir pantai. Tim juga menemukan pukat (jala) milik Amum yang masih berada di dalam karung, serta topi miliknya.

Masih menurut Sahar, masyarakat yang ikut dalam pencarian telah melakukan penyisiran pagar betis dari hulu ke hilir muara sungai namun tak ada tanda-tanda, dan Amum belum juga ditemukan.

Oleh Basarnas Kepulauan Belitung, proses pencarian terhadap Amum dihentikan, mengingat kondisi yang rawan apabila pencarian dilakukan pada malam hari. Rencananya pencarian akan dilanjutkan esok hari.(su3)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.