Nama RSUD Beltim Diganti jadi RSUD Muhammad Zein, Yuk Simak Sejarahnya

oleh -
Nama RSUD Beltim Diganti jadi RSUD Muhammad Zein, Yuk Simak Sejarahnya
Kolase, Kiri: SK Bupati Belitung Timur terkait perubahan nama RSUD Belitung Timur menjadi RSUD Muhammad Zein. Kolase, Kanan: Plang Nama RSUD Belitung Timur. Foto: sue/ jabejabe.co

BELITUNG TIMUR, JABEJABE.co – Nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) yang selama ini menyematkan nama kabupaten kini sudah berubah menjadi RSUD Muhammad Zein.

Perubahan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Belitung Timur Nomor : 188.45- 113 Tahun 2022 Tentang Pengesahan Nama Muhammad Zein sebagai Nama Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Kabupaten Belitung Timur tertanggal 27 Januari 2022.

Bupati Beltim menilai pemberian nama pada fasilitas gedung milik Pemda Beltim sebagai identitas dalam rangka mewujudkan tata kelola pelayanan yang profesional dan berkesinambungan.

Selain itu, perubahan nama ini memperhatikan aspirasi di masyarakat dan untuk menghormati tokoh masyarakat yang telah mengabadikan dirinya kepada masyarakat, khususnya di bidang pelayanan kesehatan masyarakat.

Muhammad Zein. Foto: Repro oleh jabejabe.co

Mantri Kesehatan Jadi Kepala DKR

Sehubungan dengan jejak kiprah Muhammad Zein, pemerhati sejarah Manggar dan Belitung Timur, Rico Pebrico sempat menuliskan sejarah singkat Muhammad Zein dalam tulisannya di media ini pada Juli 2021 lalu.

Menurut Rico, setelah Indonesia merdeka, untuk melayani kesehatan masyarakat di setiap daerah, Pemerintah Indonesia membentuk Djawatan Kesehatan Rakjat (DKR) atau lebih dikenal Puskesmas di masa sekarang ini.

Untuk menjadi seorang pimpinan DKR di Kota Manggar pada tahun 1958, sesuai surat edaran Perdana Menteri No.8/R.I./1958 yang telah disetujui sidang Dewan Menteri tentang pengangkatan kembali pegawai pensiun yang jika dipenuhi syarat-syaratnya.

Pejabat Pemerintah yang ada di Pulau Belitung pada masa itu menunjuk dan mengangkat Muhammad Zein sebagai Pegawai Negara yaitu seorang pensiunan yang di masa pemerintahan Hindia Belanda dulu beliau secara fungsional adalah Mantri Kesehatan. l

Di masa itu, DKR Manggar terletak di Desa Lalang atau yang sekarang menjadi gedung Polindes Alamanda di Jalan Mesjid Jamik Manggar Belitung Timur. Kemudian di tahun 1970 pindah ke Jalan Sudirman Desa Kurnia Manggar Belitung (Puskesmas sekarang ini).

DKR Manggar pada umumnya melayani semua lapisan Masyarakat Belitung sebelah Timur, sedangkan pada masa itu sebagian besar masyarakat kota Manggar adalah karyawan PN.Timah yang mendapat fasilitas pelayanan kesehatan serta memiliki Rumah Sakit yang cukup memadai.

Baca Juga:  KONI Beltim Salurkan Bantuan Rp 8 juta Bagi Pengcab

Untuk Melayani Kesehatan Masyarakat umum baik di desa-desa yang ada di Belitung sebelah timur pada waktu itu, Muhammad Zein sebagai Pegawai Negara dalam melayani kesehatan masyarakat dari desa ke desa menggunakan sepeda ontelnya dan tergantung di sepedanya sebuah tas kulit berisi peralatan medis dan obat-obatan. Beliau biasa disebut oleh masyarakat dengan panggilan “Mantri Suntik”

Di era pertengahan tahun 60-an, baru kemudian DKR memiliki fasilitas kendaraan berupa bus besar yang setiap minggunya berkeliling ke desa-desa. Di tahun 70-an, bus layanan kesehatan itu mogok di Desa Kelubi yang kemudian tidak bisa diperbaiki dan tidak dapat dipergunakan lagi hingga tinggal kerangkanya.

Pada masa itu juga setiap kapal-kapal besar yang berlabuh di pelabuhan yang berada kota Manggar dan sekitarnya dilakukan karantina oleh Muhammad Zein selaku petugas kesehatan kepada semua anak buah kapal dan Nahodanya. Atas izin beliaulah baru mereka bisa turun ke darat.

Begitu juga untuk kapal-kapal PN. Timah maupun kapal lain yang membawa barang-barang keperluan PN. Timah pada masa itu, seperti kapal minyak yang Mengangkut BBM untuk kebutuhan industri ataupun bahan bakar IC (Electrische Centrale) atau PLTD di zaman itu. Apabila kapal pengangkut minyak tiba di Olivier, Muhammad Zein sebagai petugas kesehan Negeri memeriksa semua anak buah kapal dan nahkodanya.

Puyer Kik Bagong

Setelah pensiun dari DKR, Muhammad Zein tetap mengabdikan hidupnya pada bidang kesehatan. Ia membuka praktek di rumahnya di Jalan Kartini Desa Lalang Manggar hingga akhirnya tutup usia pada tahun 1981.

Muhammad Zein dikenal karena memiliki reputasi baik dan setia melayani kesehatan masyarakat baik secara medis maupun secara kearifan lokal.

Pada masanya, yang terkenal di masyarakat adalah obat racikan beliau yang ampuh dan biasa disebut “Puyer Kek Bagong”. Sebagaimana puyer-puyer lainnya, kegunaan obat ini untuk mengobati demam.

Puyer ini tentu saja berbentuk bubuk yang dibungkus dengan kertas obat (Semacam kertas minyak berwarna putih).

Lalu, bagaimana cara minumnya? Yup, seperti mengonsumsi puyer pada umumnya. Bubuk di dalam kertas itu dituangkan ke mulut lalu ditelan dengan bantuan meminum air putih.

Baca Juga:  Kabar Baik, RSUD Beltim Sudah Bisa Lakukan Pengambilan Spesimen dengan Metode Swab

Usulan Nama Muhammad Zein Sebagai Nama RSUD di Beltim

Lewat tulisannya yang mengapresiasi sejarah kehidupan Muhammad Zein sebagai tokoh kesehatan di Belitung Timur, Rico berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait agar bisa menjadikan nama Muhammad Zein sebagai nama untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Belitung Timur.

Harapannya terkabul, Bupati Belitung Timur kemudian mengeluarkan SK Nomor : 188.45- 113 Tahun 2022 Tentang perubahan nama RSUD Kabupaten Belitung Timur menjadi RSUD Muhammad Zein.

Biodata Kik Bagong

Nama: Muhammad Zein
Istri: Djena binti H. Hasan
Lahir: Tahun 1901 di Kelurahan Air Saga, Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.
Wafat: Tahun 1981 di Desa Lalang Manggar, Belitung Timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news dari jabejabe.co. Yuk gabung di Grup Telegram Jabejabe.co News Update, caranya klik link Jabejabe.co News Update kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.