Nadiem Tiadakan Ujian Nasional? Begini Penjelasan Kepala SMAN 1 Manggar

by -
Nadiem Tiadakan Ujian Nasional, Begini Penjelasan Kepala SMAN 1 Manggar (2)
Kepala SMA negeri 1 Manggar Sabarudin saat mensosialisasikan Ujian Nasional kepada orangtua siswa, Senin (22/2/2021).

MANGGAR, JABEJABE.co – Penyebaran Covid-19 yang semakin meningkat sangat mempengaruhi seluruh lini kehidupan termasuk bidang pendidikan. Ujian nasional yang merupakan asesmen rutin setiap tahun dirasa tidak tepat untuk dilakukan dalam situasi dan kondisi sekarang ini.

Oleh karena itu, Mendikbud Nadiem Makarim telah mengumumkan Surat Edaran (SE) Nomor 1 tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan Serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Namun demikian, dihapuskannya ujian nasional tahun 2021 menjadi pertanyaan bagi sebagian besar orang tua. Hal tersebutlah yang mendasari SMA Negeri 1 Manggar untuk melakukan sosialisasi ke orang tua pada Senin (22/02/2021).

“Hari ini saya minta bapak/ibu datang ke sekolah hari ini, tidak lain karena ada beberapa hal penting terkait ujian dan syarat kelulusan yang akan anak bapak/ibu hadapi,” ujar kepala SMAN 1 Manggar, Sabarudin.

Ia secara umum menjelaskan tiga poin penting yaitu ujian praktikum, ujian sekolah, dan pelaksanaan ujian masuk perguruan tinggi negeri. Dalam pemaparannya beliau menyebutkan bahwa siswa kelas XII tetap wajib melakukan beberapa tahap ujian termasuk ujian praktek dan ujian sekolah.

“Jadi bapak/ibu, ujian nasional memang dihapuskan oleh kemendibud. Namun untuk menjadi syarat kelulusan, dalam hal ini ujian akan dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan syarat-syarat lain yang berlaku,” ucap Sabarudin.

“Setidaknya ada tiga syarat utama peserta didik dinyatakan lulus dari satuan/program pendidikan berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 1 tahun 2021 yaitu: 1) telah menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi covid-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester, 2) memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik, dan 3) mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan, ditambah dengan kehadiran minimal 85% di semester genap,” ucap Sabarudin.

Selain itu menurut Sabarudin, Kemendikbud menawarkan opsi ujian lain sebagai pengganti UN sebagai syarat kelulusan. Pelaksanaannya, dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan. Adapun, bentuk penggantinya sebagai berikut: 1) portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya), 2) penugasan, atau 3) tes baik luring ataupun daring.

“Dari ketiga pilihan tersebut SMA Negeri 1 Manggar memilih tes secara luring ataupun daring. Dalam hal ini kami melakukan ujian praktek dan ujian sekolah,” ucap Sabarudin.

Berangkat dari pilihan tersebut, Sabarudin berharap semua pihak dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan ujian-ujian tersebut, terutama pihak orang tua.

“Bapak/ibu tidak banyak yang kami minta, kami hanya ingin bapak/ibu terus mengingatkan anak bapak/ibu untuk mengikuti semua rangkaian penilaian akhir ini. Karena penentuan kelulusan itu salah satunya dari ujian ini. Kami mohon hal-hal yang tidak perlu termasuk izin untuk hal-hal yang kurang mendesak untuk dapat dikurangi,” ucap Sabarudin.

Beliau juga mengingatkan bahwa pihak sekolah terus berupaya semaksimal mungkin untuk ujian ini.

“Seperti yang bapak ibu ketahui sebelumnya, ujian yang lalu banyak sekali hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Oleh sebab itu, pihak sekolah saat ini sudah menambah proteksi untuk sistem ujian. Segala bentuk kecurangan yang terjadi saat ujian akan secara otomatis terekam di sistem kami dan itu akan menjadi pertimbangan kelulusan anak bapak ibu,” pungkas Sabarudin.

Selain Sabarudin, pertemuan dengan orang tua tersebut juga di hadiri oleh wakil kepala SMA Negeri 1 Manggar bidang kurikulum, Nesi Etikasari dan wali kelas XII. Dalam penjelasannya, Nesi secara umum menggambarkan mengenai ujian masuk perguruan tinggi negeri.

“Setelah ujian ini berlangsung, otomatis target kita adalah SNMPTN dan SBMPTN yang akan diikuti oleh siswa. Oleh sebab itu, kami disini akan menyampaikan perihal tanggal-tanggal penting, syarat, dan progress yang telah pihak sekolah lakukan,” ucap Nesi.

Beliau juga secara umum berpesan agar orang tua dapat mendampingi anaknya dalam memilih jurusan.

“Bapak/ibu untuk pemilihan jurusan kami sarankan memang benar-benar dapat diputuskan bersama. Kami ingatkan bahwa bapak/ibu harus juga paham kemampuan anak, terutama nilai dan pilihan jurusannya. Nanti pemetaan pilihan siswa juga akan dibantu dari pihak sekolah. Namun kami harap orang tua juga dapat berperan aktif,” pungkas Nesi.

Terakhir, wali kelas juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan kondisi yang terjadi dikelasnya. Dalam kesempatan tersebut masalah-masalah terkait kehadiran, pengumpulan tugas dan ketertiban siswa kelas XII disampaikan oleh masing-masing wali kelas.

Siswa yang bermasalah terkait kehadiran dan penugasan kemudian dipanggil secara khusus orang tuanya untuk dapat diberikan pengarahan terkait kondisi anak tersebut. Hal ini dilakukan untuk menjalin komunikasi lebih intensif dengan orang tua agar permasalahan terkait anaknya dapat diselesaikan dengan baik.