MTQ Momentum Menjadikan Umat Islam Yang Qurani

by -
MTQ Momentum Menjadikan Umat Islam Yang Qurani

Satu Desa Absen Ikut Serta

MANGGAR, JABEJABE.co – Bupati Belitung Timur (Beltim) Yuslih Ihza berpendapat bahwa penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kecamatan Manggar sebagai momentum kebangkitan dalam menjadikan umat islam sebagai masyarakat yang qurani.

“Penyelenggaraan MTQ Tingkat Kecamatan Manggar ini sebagai momentum kebangkitan dalam menjadikan umat islam sebagai masyarakat yang qurani dan juga dapat semakin memperteguh keimanan kepada Allah SWT,” kata Yuslih saat Pembukaan MTQ Tingkat Kecamatan Manggar, Senin (24/2).

Yuslih mengharapkan MTQ Tingkat Kecamatan Manggar bisa menjadi filter berbagai dampak negatif kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak selaras dengan kandungan dalam Al-Qur’an.

“Harapan saya agar MTQ Tingkat Kecamatan Manggar ini benar-benar dijadikan filter berbagai dampak negatif kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tak selaras dengan kandungan Al-Qur’an,” harapnya.

Yuslih juga mengajak masyarakat Kecamatan Manggar terutama generasi muda untuk senantiasa melakukan perubahan kearah yang baik sebagai generasi penerus daerah dan bangsa yang qurani.

“Mari kita jadikan MTQ Tingkat Kecamatan Manggar sebagai pondasi untuk menjadikan masyarakat, terutama generasi muda senantiasa melakukan perubahan kearah yang baik, serta mewujudkan cita-cita sebagai generasi penerus daerah dan bangsa yang qur’ani,” ujarnya.

Senada dengan Yuslih, Camat Manggar Amiruddin ikut mengajak dalam menggali potensi minat baca Al-Qur’an untuk menuju generasi muda yang qurani.

“Mari kita gali potensi minat baca Al-Qur’an khususnya untuk menuju generasi qurani sehingga kita dapat berkiprah dan membawa slogan “Satu Hati Bangun Negeri” yang diberkahi oleh Allah SWT,” imbuh Amir

Amir juga mengatakan ada satu permasalahan di tatanan tingkat desa yakni Desa Buku Limau dikarenakan mereka tidak bisa mengirimkan pesertanya untuk dapat mengikuti seleksi MTQ Tingkat Kecamatan Manggar.

“Ada satu masalah ditatanan tingkat desa yakni Desa Buku Limau yang sampai saat ini tidak bisa mengirimkan peserta untuk mengikuti seleksi MTQ,” katanya

Hal demikian dinilai harus segera terselesaikan, menurut Amir perlu ada tindakan kolaborasi atau kerjasama antara Desa Buku Limau dengan alumni-alumni pesantren sehingga mereka dapat mengabdi untuk bisa membimbing dan mengarahkan kepada hal-hal yang positif.

“Perlu ada suatu tindakan bagaimana kita berkolaborasi agar alumni-alumni pondok pesantren bisa bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Buku Limau, sehingga mereka bisa melaksanakan pengabdian di desa-desa terpencil yang memang kekurangan ustad dan ustadzah dalam membimbing dan mengarahkan kepada hal-hal yang positif,” tegasnya. (rel)

Editor: mg98