Meski Sakit Amidin Kukuh Melaut, Hingga Ditemukan Mengapung di Teluk Gembira

by -
Meski Sakit Amidin Kukuh Melaut, Hingga Ditemukan Mengapung di Teluk Gembira - A1 (2)
Suasana di Pantai Teluk Gembira, Desa Padang Kandis, Membalong saat evakuasi jenazah Amidin, nelayan meninggal dunia yang ditemukan mengapung di Pesisir Pantai Teluk Gembira, Kamis (16/10/2020). Foto: Istimewa.

MEMBALONG, JABEJABE.co – Sudah dicegah melaut dikarenakan sakit, Amidin (53) tetap bersikeras berangkat demi nafkah. Warga Jalan Teluk Gembira RT. 006 RW. 003 Desa Padang Kandis Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung tersebut kemudian ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di pesisir Pantai Teluk Gembira.

Sehubungan dengan kronologis penemuan mayat, Kapolsek Membalong AKP Karyadi menerangkan, pada hari Kamis (15/10/2020) sekira pukul 14.30 WIB, Sedi (50) hendak turun ke laut untuk mencari ikan.

Sesampainya di TKP seputaran tepi Perairan Pantai Teluk Gembira (tepatnya di depan Restro Rindu Kampung), Sedi melihat ada kapal yang terapung apung pinggiran pantai dengan jarak bibir pantai sekitar 150 meter, namun tidak terlihat ada orang yang mengemudikan diatas kapal tersebut.

Menurut Karyadi, Sedi kemudian mengajak Rudi (41) untuk mencari pemilik kapal tersebut di seputaran tepi pantai.

“Kemudian Sedi melihat sesuatu yang mengapung di bibir pantai. Setelah didekati ternyata tubuh seorang laki-laki dengan posisi badan tertelungkup mengapung di bibir pantai tanpa menggunakan baju dan hanya menggunakan celana pendek kolor warna biru muda corak orange warna warni,” kata Karyadi.

Melihat hal tersebut kemudian Sedi segera menelpon masyarakat di Desa Padang Kandis dan pihak Polsek Membalong. Setelah Masyarakat dan Pihak Polsek Membalong tiba di TKP Mayat Korban Segera dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.

Dilarang Melaut karena Habis Berobat

Sementara itu Fendi Pradana (25) anak korban yang tinggal di Desa Gunung Riting Dusun Cepun menyebutkan bahwa ayahnya (korban) saat itu sedang sakit (demam) dan baru saja berobat (besuntik).

Menurut Fendi, pada saat ayahnya (korban) hendak berangkat ke laut pada pukul 12.45 WIB (lepas dzuhur), Fendi sudah melarangnya, namun ayahnya memasakan diri dan nekad melaut dengan alasan mencari lauk untuk makan.

Setelah mayat ayahnya dibawa pulang ke rumah duka, Fendi menyatakan tidak mau mayat korban dibawa ke Puskesmas Untuk Dilakukan visum dan ia bersedia untuk membuat surat pernyataan bahwa atas meninggalnya korban tidak akan diproses ke ranah Hukum yang berlaku. (*/)

Editor: Sue