Merencanakan Masa Depan dengan Mengenali Kepribadian Diri

by -
Merencanakan Masa Depan dengan Mengenali Kepribadian Diri

Oleh: Elvyand Oktavianus

JABEJABE.co – Memiliki masa depan yang cerah adalah dambaan bagi setiap orang. Namun hal tersebut hanya dapat diraih dengan kerja keras dan perencanaan yang matang. Untuk merencanakan masa depan, hal yang harus dilakukan adalah mengenal kepribadian diri sendiri.

Dilansir dari situs kompasiana.com, Kepribadian merupakan kecenderungan psikologis seseorang untuk melakukan tingkah laku sosial tertentu, baik berupa perasaan, berpikir, bersikap, dan berkehendak maupun perbuatan.

Pada Dasarnya manusia memiliki ragam kepribadian. Namun, penonjolan karakternya masing-masing memiliki perbedaan yang tersusun atas dasar fatalitas jasmani dan rohania. Di samping itu samping ada faktor temperamen, karakter, dan bakat fitalitas jasmani seseorang bergantung pada konstruksi tubuhnya yang terpengaruh oleh faktor-faktor hereditas, sehingga keadaannya dapat dikatakan tetap atau konstan.

Namun, tak sedikit dari mereka yang belum mengenali kepribadian diri sendiri, khususnya bagi remaja. Padahal hal tersebut sangat penting bagi penentuan pilihan untuk masa yang akan datang.

Kepribadian diri dapat mempengaruhi minat dan pilihan masing-masing individu. Maka dari itu, mengenali kepribadian diri merupakan hal yang penting untuk mengetetahui langkah apa yang akan diambil setelah lulus sekolah. Entah itu akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau ingin langsung turun ke dunia kerja. Semua itu harus dipersiapkan dengan baik agar kedepannya tidak “salah arah”.

Akan tetapi, sebagian dari mereka belum memiliki persiapan sama sekali untuk masa depan mereka. Yang lebih parahnya lagi, mereka baru akan memikirkannya sesaat sebelum lulu sehingga tak jarang lulusan sekolah menengah sedarajat banyak yang salah dalam memilih jurusan kuliah atau pun menjadi pengangguran karena belum siap dalam mengambil keputusan.

Berbicara soal kesiapan, Sangat disayangkan jika mimpi seseorang kandas begitu saja hanya karena tidak memiliki perencanaan yang matang. Dan skenario terburuknya adalah menjadi seorang pengangguran.

Pada tahun 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 7,05 juta orang di Indonesia per Agustus 2019. Secara persentase, tingkat pengangguran tertinggi berasal dari lulusan SMK yaitu 10,42% disusul oleh lulusan SMA sebesar 7,92%. Dari data tersebut dapat dilihat lulusan sekolah menengah atas sederajat ikut menyumbang jumlah pengangguran di indonesia.

Menjadi pengangguran pastinya menjadi hal yang tidak diinginkan bagi setiap orang terlebih lagi orang tua yang ingin anaknya menjadi orang yang sukses. Melihat fakta tersebut, sudah sepatut siswa berpikir terbuka dalam merencanakan masa depan. Nantinya, mereka akan dipertemukan dengan sebuah pilihan yaitu kuliah atau langung bekerja.

Apabila ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, setidaknya mereka harus memiliki keyakinan dengan keputusan tersebut. Bukan karena sekedar ikut-ikutan atau mungkin karena paksaan orang tua. Sering kali orang tua memaksa anaknya untuk mengikuti keinginan mereka. Hal ini justru akan mengubur harapan anak untuk menjadi apa yang mereka inginkan. Maka dari itu, orang tua harus lebih mengerti dengan apa yang diinginkan anaknya.

Selain itu, bagi siswa yang memilih untuk langsung bekerja setelah lulus juga harus memiliki keahlian dan pemahaman dalam dunia kerja. Beberapa orang mungkin berpikir jika tidak kuliah maka masa depan akan suram. Stigma tersebut tidak seutuhnya benar karena masih banyak orang sukses memiliki latar belakang hanya tamatan SMA. Tentunya orang-orang tersebut meraih keberhasilan karena tekad dan keinginan yang kuat serta pandai dalam memanfaatkan peluang.

Agar tak salah arah, mengenal pribadian perlu dilakukan. Mengenali kepribadian diri dapat dimulai dengan mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan, bagaimana dalam melakukan keseharian, dan cara yang dilakukan untuk menyelesaikan setiap masalah.

Selain itu, sekarang telah tersedia beragam layanan untuk mengecek kepribadian masing-masing di internet dan bisa diakses setiap waktu. Di sekolah, melalui guru bimbingan konseling, siswa juga dapat terbuka dalam masalah karakter. Di samping itu, orang tua tentu saja dapat membantu anak dalam mengenali kepribadiannya, mengingat orang tua adalah orang yang paling dekat dengan anak. Untuk melakukan hal tersebut, orang tua perlu melakukan pengawasan terhadap perilaku keseharian anak.

Tak hanya sampai di situ saja, pendakatan juga penting dilakukan sehingga anak cenderung terbuka, agar orang tua tidak memaksakan kehendaknya untuk mengikuti apa yang dianggap baik, melainkan mendukung keinginan anak.

Setelah mengenal kebribadian diri masing-masing individu, maka sudah saatnya untuk merencanakan masa depan. Dengan keyakinan dan ketekunan maka perencanaan tersebut bisa tercapai. Selalu berdoa sebelum mengambil keputusan adalah hal terpenting selain beberapa hal yang telah dipaparkan tadi.

Mungkin apa yang kita rencanakan tidak berjalan seperti apa yang kita inginkan. Namun hal tersebut bukanlah akhir dari kerja keras kita. Terus berusaha dan selalu konsisten dengan apa yang kita lakukan adalah kunci untuk meraih masa depan yang kita impikan.

**Siswa SMA Negeri 1 Manggar